Humaniora

Anggota DPR apresiasi upaya Kemendikdasmen pulihkan pendidikan di NTT

FotoGrid_20260917_123357630
Foto : Wahyu Purnama - menggalangkebaikan.com
Daftar Isi
  1. Pemulihan Pendidikan Pascagempa di NTT Jadi Perhatian DPR
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Pemulihan Pendidikan Pascagempa di NTT Jadi Perhatian DPR

Menggalangkebaikan.com – Kelangsungan belajar bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur tetap menjadi kebutuhan mendesak di tengah pemulihan daerah setelah gempa. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus menjalankan langkah pemulihan layanan pendidikan, sementara dukungan bagi peserta didik dan tenaga pendidik masih diperlukan di banyak wilayah terdampak.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati menyampaikan apresiasi atas upaya Kemendikdasmen untuk memastikan aktivitas pendidikan tidak terhenti. Baginya, kondisi darurat tidak boleh menghilangkan hak anak untuk memperoleh pembelajaran yang layak.

“Saya mengapresiasi langkah Kemendikdasmen yang terus menjaga agar pendidikan tetap berjalan di tengah situasi pascagempa. Anak-anak harus tetap memiliki kesempatan untuk belajar,” ujar Kurniasih di Jakarta, Kamis.

Ribuan Satuan Pendidikan Terdampak

Hingga 10 September 2026, Kemendikdasmen mendata 2.447 satuan pendidikan di tujuh kabupaten terdampak gempa di NTT. Dampaknya menjangkau 287.864 peserta didik serta 32.585 guru dan tenaga kependidikan.

Data tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pendidikan bukan hanya berkaitan dengan perbaikan bangunan sekolah. Prosesnya juga menyangkut keberlanjutan kegiatan belajar, kesiapan guru, keamanan ruang pembelajaran, serta kebutuhan pendampingan bagi anak-anak yang mengalami situasi sulit setelah bencana.

Dari total sekolah terdampak, 487 satuan pendidikan sudah kembali menjalankan pembelajaran tatap muka secara normal. Namun, 1.960 satuan pendidikan lainnya masih menggunakan beragam skema pembelajaran darurat.

Kegiatan belajar di kelompok sekolah tersebut berlangsung dalam kondisi yang menyesuaikan situasi lapangan. Tenda, ruang terbuka, dan ruang kelas sementara menjadi pilihan agar proses pendidikan tetap dapat berjalan bagi para siswa.

Pembelajaran Darurat Menjaga Hak Anak

Pembelajaran dalam situasi darurat memiliki peran penting untuk menjaga kesinambungan pendidikan. Ketika fasilitas sekolah belum sepenuhnya pulih, ruang belajar sementara memungkinkan siswa tetap bertemu guru, melanjutkan materi pelajaran, dan mempertahankan rutinitas belajar.

Keberadaan kegiatan belajar, sekalipun dilakukan dengan sarana terbatas, juga memberi ruang bagi anak-anak untuk kembali terhubung dengan lingkungan sekolah. Dalam masa pascagempa, sekolah tidak semata menjadi tempat penyampaian pelajaran, melainkan juga bagian dari kehidupan sehari-hari yang membantu siswa menjaga keteraturan aktivitasnya.

Guru dan tenaga kependidikan memegang peranan besar dalam keadaan seperti ini. Mereka harus melanjutkan tugas pendidikan sambil menghadapi tantangan fasilitas, penyesuaian metode pembelajaran, dan kebutuhan siswa yang beragam. Karena itu, pemulihan layanan pendidikan perlu memperhatikan kebutuhan seluruh warga sekolah, bukan hanya kondisi fisik bangunannya.

Lebih dari Seratus Ribu Siswa Memerlukan Pendampingan

Kemendikdasmen juga mencatat kebutuhan pendampingan psikososial yang besar di wilayah terdampak. Sebanyak 857 satuan pendidikan, dengan total 101.888 peserta didik, memerlukan dukungan tersebut.

Pendampingan psikososial telah dilakukan di 75 sekolah dengan melibatkan berbagai mitra. Langkah ini penting karena pengalaman bencana dapat memengaruhi rasa aman, konsentrasi, dan kesiapan anak untuk kembali mengikuti pembelajaran.

Dukungan kepada siswa perlu diberikan dengan pendekatan yang peka terhadap kondisi mereka. Setiap anak dapat memiliki pengalaman dan kebutuhan yang berbeda, sehingga sekolah, guru, keluarga, serta pihak pendamping perlu menciptakan suasana belajar yang aman dan mendukung.

Kurniasih menekankan bahwa pendampingan psikososial tidak seharusnya berhenti saat masa tanggap darurat selesai. Kebutuhan pemulihan emosi dan penyesuaian kembali terhadap kegiatan belajar dapat berlangsung lebih lama dibandingkan fase kedaruratan awal.

Pemulihan Harus Berkelanjutan

Perhatian terhadap pendidikan di NTT perlu terus dijaga seiring proses pemulihan pascagempa. Kembalinya 487 satuan pendidikan ke pembelajaran tatap muka normal menjadi perkembangan penting, tetapi jumlah sekolah yang masih mengandalkan skema darurat menunjukkan pekerjaan pemulihan masih besar.

Keberlanjutan pembelajaran, ketersediaan ruang belajar yang aman, dukungan kepada pendidik, dan pendampingan psikososial merupakan bagian yang saling berkaitan. Pemulihan pendidikan akan lebih kuat apabila kebutuhan siswa dipandang secara menyeluruh, mulai dari kesempatan belajar hingga rasa aman dalam menjalani aktivitas sekolah.

Upaya Kemendikdasmen menjaga pendidikan tetap berlangsung di tujuh kabupaten terdampak menjadi penegasan bahwa anak-anak tidak boleh tertinggal akibat bencana. Dalam situasi yang belum sepenuhnya pulih, keberadaan layanan pendidikan yang terus berjalan menjadi langkah penting untuk mendukung masa depan para peserta didik di NTT.

Frequently Asked Questions

What is Anggota DPR apresiasi upaya Kemendikdasmen pulihkan?

Anggota DPR apresiasi upaya Kemendikdasmen pulihkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Anggota DPR apresiasi upaya Kemendikdasmen pulihkan matter?

Anggota DPR apresiasi upaya Kemendikdasmen pulihkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Wahyu Purnama - menggalangkebaikan.com

Wahyu Purnama - menggalangkebaikan.com

Wahyu Purnama adalah praktisi digital marketing yang berfokus pada optimalisasi SEO untuk website bertema sosial dan nonprofit. Ia memiliki pengalaman dalam meningkatkan visibilitas konten donasi di mesin pencari.

Wahyu membantu memastikan informasi penting terkait donasi dapat menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.