Tekno

China dan Indonesia perluas kerja sama sektor energi baru

CjkinzN000003_20260910_CBMFN0A001
Foto : Rina Firmansyah - menggalangkebaikan.com
Daftar Isi
  1. Kolaborasi energi baru China-Indonesia kian bergerak dari proyek ke industri
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Kolaborasi energi baru China-Indonesia kian bergerak dari proyek ke industri

Menggalangkebaikan.com – Kerja sama China dan Indonesia di bidang energi baru semakin meluas, mencakup pembangunan pembangkit listrik, pengembangan manufaktur, hingga penguatan rantai pasokan. Arah kolaborasi ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk mempercepat transisi energi sambil memenuhi permintaan listrik yang besar di berbagai wilayah kepulauan.

Potensi tersebut menjadi sorotan dalam Pameran Industri Energi Internasional (Taiyuan) China 2026. Untuk pertama kalinya, delegasi Indonesia ikut serta dalam ajang itu, dengan teknologi energi baru sebagai salah satu pembahasan utama antara pelaku usaha dari kedua negara.

Teknologi dan sumber daya yang saling melengkapi

Indonesia memiliki sumber daya energi terbarukan yang beragam, dari matahari, air, hingga panas bumi. Di sisi lain, China mempunyai kapasitas industri yang kuat dalam produksi peralatan energi baru, konstruksi proyek, teknologi penyimpanan energi, dan pengoperasian sistem secara digital. Perpaduan tersebut membuka ruang kerja sama yang tidak terbatas pada pembangkit, tetapi juga pengembangan ekosistem industri.

Qiu Xingyi, perwakilan peserta pameran dari Indonesia, melihat peluang besar bagi kedua negara untuk memperluas kemitraan pada energi angin dan fotovoltaik, di samping kerja sama yang telah lama ada di sektor batu bara. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaannya turut mendampingi sejumlah perusahaan China untuk mengembangkan bisnis energi baru di Indonesia.

“Kami berharap dapat memanfaatkan pameran ini untuk menemukan lebih banyak teknologi dan produk energi baru yang dapat diterapkan di Indonesia,” kata Liu Chen Zhi, perwakilan dari sebuah perusahaan energi Indonesia.

Pameran di Taiyuan menyediakan area khusus yang menampilkan teknologi, perangkat, produk, dan model bisnis untuk energi baru serta sistem tenaga listrik baru. Area tersebut menjadi tempat pertemuan bagi banyak peserta dari Indonesia yang ingin menjajaki teknologi dan peluang kemitraan.

Shanxi menampilkan percepatan peralihan energi

Lokasi pameran, Provinsi Shanxi, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil energi utama di China. Wilayah ini juga sedang meningkatkan penggunaan energi bersih dan energi baru dalam sistem ketenagalistrikannya.

Pada 2025, kapasitas terpasang energi baru dan energi bersih di Shanxi mencapai 90,48 juta kilowatt. Angka itu bertambah 18,29 juta kilowatt dibandingkan setahun sebelumnya. Porsinya mencapai 55,1 persen dari total kapasitas pembangkit listrik di provinsi tersebut, sekaligus menjadi kali pertama kapasitas energi baru melampaui pembangkit berbahan bakar batu bara.

Perkembangan di Shanxi menggambarkan besarnya perubahan industri energi yang sedang berlangsung. Bagi Indonesia, pengalaman dalam pengadaan peralatan, pembangunan proyek, penyimpanan daya, dan pengelolaan jaringan dapat menjadi bahan pertimbangan saat memperluas pemanfaatan sumber energi terbarukan.

Proyek surya di Jawa menunjukkan hasil nyata

Sejumlah proyek energi baru yang melibatkan perusahaan China telah beroperasi di Indonesia. Salah satunya adalah proyek fotovoltaik terapung Cirata di Jawa Barat yang dibangun oleh PowerChina. Proyek berkapasitas terpasang total 192 megawatt itu termasuk salah satu proyek tenaga surya terapung penting di Indonesia dan Asia Tenggara.

Fasilitas Cirata tersambung penuh ke jaringan listrik pada 2023. Sejak saat itu, pembangkit tersebut menyalurkan listrik bersih ke sistem Jawa-Madura-Bali. Selain pasokan listrik, pembangunan proyek itu juga memberi kontribusi melalui pelatihan keterampilan serta pembukaan kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar lokasi.

Kerja sama serupa terlihat di Karawang. Pada 2024, proyek PV berkapasitas 100 megawatt yang dibangun oleh perusahaan China secara resmi diserahterimakan untuk beroperasi. Pembangkit ini diproyeksikan menghasilkan lebih dari 150 juta kilowatt-jam listrik bersih setiap tahun.

Produksi tersebut dapat memenuhi kebutuhan listrik tahunan sekitar 112.000 rumah tangga. Proyek Karawang juga diperkirakan mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 114.700 ton, sembari menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja untuk masyarakat setempat selama pembangunannya.

Dorongan menuju rantai pasokan dan manufaktur

Kerja sama kedua negara kini berkembang melampaui pembangunan pembangkit. Pada Agustus 2025, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Bahlil Lahadalia berdialog dengan perusahaan-perusahaan fotovoltaik saat berkunjung ke China. Pembicaraan itu membahas kemungkinan perluasan kemitraan pada rantai industri dan ekosistem tenaga surya.

Pemerintah Indonesia ingin mempercepat pengembangan sel surya, modul, penyimpanan energi, serta industri terkait melalui investasi dan alih teknologi. Langkah ini menunjukkan bahwa pengembangan energi baru tidak hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas listrik, tetapi juga penciptaan kemampuan industri di dalam negeri.

Xu Zaishan, wakil ketua eksekutif Indonesia China Business Council (ICBC), menyampaikan bahwa Indonesia ingin memanfaatkan teknologi China yang telah berkembang untuk memperluas proyek-proyek terkait energi baru.

“Indonesia merupakan negara kepulauan dengan kebutuhan energi yang sangat besar, tetapi porsi energi baru dalam bauran energinya masih relatif rendah. Sementara itu, China telah mengembangkan teknologi yang relatif matang di sektor energi baru. Di sinilah kedua negara dapat menemukan peluang kerja sama,” ujar Xu.

Dengan kebutuhan listrik yang terus harus dijawab di banyak pulau, pengembangan energi surya, penyimpanan daya, dan dukungan industri menjadi bagian penting dari agenda energi Indonesia. Kolaborasi yang mencakup proyek, teknologi, tenaga kerja, dan manufaktur dapat menentukan seberapa jauh energi baru memberi manfaat yang lebih luas bagi sistem kelistrikan nasional.

Frequently Asked Questions

What is China dan Indonesia perluas kerja sama?

China dan Indonesia perluas kerja sama is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does China dan Indonesia perluas kerja sama matter?

China dan Indonesia perluas kerja sama matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Rina Firmansyah - menggalangkebaikan.com

Rina Firmansyah - menggalangkebaikan.com

Rina Firmansyah adalah penulis dan aktivis sosial yang telah terlibat dalam berbagai gerakan kemanusiaan di tingkat lokal. Ia memiliki ketertarikan khusus pada isu pemberdayaan ekonomi dan bantuan sosial berbasis komunitas.

Rina menulis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya solidaritas dan peran kecil yang bisa berdampak besar.