BSI: Pembiayaan berkelanjutan capai Rp77,06 triliun hingga Mei 2026

khrisna-edit-1784287943-40f4d744d5

BSI Raih Pencapaian Luar Biasa dalam Pembiayaan Berkelanjutan

BSI – Jakarta — PT Bank Syariah Indonesia (persero) Tbk atau yang lebih dikenal dengan singkatan BSI berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa dalam portofolio pembiayaan berkelanjutan. Hingga akhir bulan Mei tahun 2026, total pembiayaan berkelanjutan yang dikelola oleh bank syariah terbesar di Indonesia ini telah menyentuh angka Rp77,06 triliun. Angka tersebut mencerminkan kontribusi yang cukup signifikan terhadap keseluruhan pembiayaan yang dijalankan oleh perseroan, yaitu sekitar 23 persen dari total portofolio.

Bob T Ananta, yang menjabat sebagai Wakil Direktur Utama BSI, menyampaikan bahwa penguatan berkelanjutan pada segmen pembiayaan berkelanjutan menjadi kunci bagi perseroan. Melalui strategi ini, bank berharap dapat menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan memberikan nilai tambah bagi berbagai pihak. Hal ini mencakup perekonomian nasional, lingkungan hidup, serta masyarakat luas yang menjadi bagian dari ekosistem bisnis bank syariah tersebut.

Strategi Pertumbuhan Berkelanjutan BSI

“Dengan demikian, BSI tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga pada penciptaan dampak positif yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip syariah dan agenda pembangunan hijau Indonesia,” kata Bob dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Secara lebih rinci, perseroan mengidentifikasi beberapa sektor usaha yang mendominasi dalam portofolio pembiayaan berkelanjutan. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah atau yang biasa disingkat UMKM menjadi salah satu pilar utama. Selain itu, pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan juga mendapat perhatian khusus. Produk-produk yang dapat mengurangi penggunaan sumber daya dan ramah lingkungan atau yang dikenal sebagai eco-efficient juga masuk dalam kategori prioritas.

Sektor energi terbarukan dan kendaraan ramah lingkungan juga menjadi bagian penting dari strategi pembiayaan berkelanjutan. Kegiatan usaha lainnya yang mendukung transisi energi dan pembangunan ekonomi rendah karbon di Indonesia turut berkontribusi dalam membentuk portofolio yang lebih hijau. Pembiayaan berkelanjutan kini dipandang sebagai instrumen penting dalam mendorong investasi pada sektor-sektor yang berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.

Integrasi ESG dalam Bisnis BSI

Di samping itu, pembiayaan berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi sektor keuangan syariah terhadap pencapaian target pembangunan berkelanjutan nasional. Komitmen tersebut sejalan dengan strategi bank syariah dalam mengintegrasikan prinsip environmental, social, and governance atau ESG ke dalam bisnis perseroan. Integrasi ini menunjukkan bahwa bank tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas.

Secara keseluruhan, hingga Mei 2026, pembiayaan BSI mencapai Rp335 triliun atau tumbuh 14,60 persen secara tahunan atau year on year. Pertumbuhan ini didominasi oleh segmen konsumer dan ritel yang menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan bank syariah. Rasio non-performing financing atau NPF gross perseroan tercatat membaik menjadi 1,80 persen, dibandingkan 1,88 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan ini mencerminkan kualitas portofolio yang semakin sehat dan dikelola dengan baik.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa bank syariah mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi nasional. Dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip syariah, BSI terus membuktikan bahwa pertumbuhan keuangan dan keberlanjutan lingkungan dapat berjalan seiring. Hal ini sejalan dengan visi bank untuk menjadi lembaga keuangan yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Ke depan, BSI diharapkan dapat terus memperkuat posisinya dalam sektor pembiayaan berkelanjutan. Dengan portofolio yang semakin beragam dan berkualitas, bank syariah ini siap menghadapi tantangan ekonomi global sambil tetap menjaga komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Integrasi ESG yang semakin mendalam akan menjadi kunci dalam memastikan bahwa setiap pembiayaan yang diberikan memberikan manfaat maksimal bagi berbagai pihak.