Prabowo pimpin panen raya bersama TNI di 43 lokasi dari Malang
Presiden Prabowo Menghadiri Upacara Panen Raya Bersama TNI di 43 Titik Seluruh Indonesia
Prabowo pimpin panen raya bersama TNI – Jakarta – Dalam sebuah momentum penting bagi ketahanan pangan nasional, Presiden Prabowo Subianto hadir memimpin upacara panen raya yang diselenggarakan secara serentak di 43 lokasi berbeda di seluruh wilayah Indonesia. Acara simbolis ini dimulai pada Jumat sore dari Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh yang berlokasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kehadiran Presiden bersama para pimpinan militer menandai dimulainya masa panen besar-besaran yang melibatkan tiga matra TNI.
Momen Bersejarah dengan Prosesi Penekanan Tombol Sirine
Upacara pembukaan ditandai dengan prosesi istimewa berupa penekanan tombol sirine secara bersamaan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Momen ini disambut dengan doa dan pengumuman resmi bahwa panen raya serentak telah dimulai. Suasana khidmat dan penuh semangat terlihat jelas di antara para tamu undangan yang hadir.
“Bismillahirrahmanirrahim, pada sore hari ini, Jumat 17 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, menyatakan panen raya serentak bersama TNI secara resmi dimulai,” kata Presiden Prabowo Subianto seraya menekan tombol sirine bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di atas panggung acara.
Saat sirine berbunyi keras menyapa langit Malang, para hadirin memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk perayaan atas dimulainya masa panen untuk komoditas utama seperti padi, tebu, dan kedelai. Lahan-lahan sawah dan perkebunan yang menjadi binaan tiga matra TNI—TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara—kini memasuki fase puncak produksi.
Kehadiran Para Pimpinan Militer dan Menteri Terkait
Prosesi penekanan tombol sirine di atas panggung tidak hanya dihadiri oleh Presiden dan Panglima TNI, tetapi juga oleh para kepala staf dari ketiga matra militer. Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono hadir mendampingi Presiden dalam momen bersejarah ini. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama TNI terhadap program ketahanan pangan nasional.
Selain para pimpinan militer, acara ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Kehadiran kedua menteri ini menegaskan sinergi antara pemerintah dan TNI dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Peran Setiap Matra TNI dalam Ketahanan Pangan
Dalam program ketahanan pangan yang digagas TNI, setiap matra memiliki peran spesifik yang saling melengkapi. TNI Angkatan Darat bertanggung jawab memberikan pendampingan kepada para petani padi dan jagung. Selain itu, TNI AD juga menggarap lahan-lahan di kawasan markas-markas serta lahan-lahan penyangga untuk diubah menjadi sawah dan perkebunan jagung yang produktif.
TNI Angkatan Laut mengambil peran penting dalam mendampingi petani-petani kedelai. Melalui program ini, TNI AL menggarap perkebunan kedelai di lahan-lahan markas-markas TNI AL beserta lahan-lahan penyangga yang dikuasai oleh angkatan laut. Kontribusi TNI AL dalam sektor kedelai menjadi salah satu pilar penting dalam diversifikasi pangan nasional.
Sementara itu, TNI Angkatan Udara fokus pada pendampingan petani-petani tebu. TNI AU menanam tebu di kawasan-kawasan markas serta pangkalan udara, termasuk di Lanud Abdulrachman Saleh yang menjadi lokasi utama upacara panen raya kali ini.
Target Produksi Tebu yang Impresif
Khusus untuk komoditas tebu yang dibina oleh TNI Angkatan Udara, panen raya kali ini mencakup lahan perkebunan seluas 236.048 hektare. Potensi produksi tebu mencapai 18,386 juta ton yang setara dengan 1,36 juta ton gula. Angka ini menunjukkan kontribusi sebesar 45,05 persen terhadap target produksi gula nasional pada tahun 2026, menjadikannya salah satu program paling signifikan dalam sektor perkebunan.
Di lahan tebu kawasan Lanud Abdulrachman Saleh secara khusus, luas lahan yang siap panen mencapai 800,5 hektare. Estimasi hasil panen di area ini mencapai 72.045 ton tebu, yang akan diproses menjadi berbagai produk turunan seperti gula, bahan bakar bioetanol, dan penyedap masakan atau MSG. Presiden Prabowo Subianto sendiri menyempatkan diri berkeliling melihat langsung pemanfaatan tebu yang dipanen di lahan-lahan milik TNI AU.
Keberhasilan program panen raya ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah-daerah lain di Indonesia untuk meningkatkan produksi pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor. Sinergi antara TNI dan masyarakat petani menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan di masa depan.
