Basarnas Kelas A Makassar evakuasi Kapal Nurul Salsa

khrisna-edit-1784228053-84fee416c6

Tim SAR Basarnas Makassar Berhasil Mengevakuasi Seluruh Penumpang Kapal Tenggelam

Basarnas Kelas A Makassar evakuasi Kapal – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar telah melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang intensif terhadap insiden tenggelamnya Kapal Motor (KM) Nurul Salsa. Kapal tersebut mengalami gangguan mesin yang menyebabkan kehilangan daya dan akhirnya tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Operasi evakuasi ini melibatkan berbagai kapal yang tersedia di wilayah sekitar, termasuk kapal nelayan dan kapal perang yang berada di dekat lokasi kejadian.

Detail Insiden dan Lokasi Kejadian

KM Nurul Salsa mengalami kondisi mati mesin yang mendadak saat berada di perairan sekitar Pulau Polassi. Kejadian ini mengakibatkan kapal tidak dapat bergerak dan perlahan-lahan mulai tenggelam. Lokasi kejadian berada di wilayah perairan yang cukup strategis di Kabupaten Kepulauan Selayar, yang merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan. Kepulauan Selayar dikenal sebagai wilayah maritim yang memiliki aktivitas pelayaran cukup padat, sehingga insiden seperti ini memerlukan respons cepat dari otoritas terkait.

Setelah menerima laporan mengenai insiden tenggelamnya KM Nurul Salsa, tim SAR Basarnas Kelas A Makassar segera mengirimkan personel ke lokasi kejadian. Tim SAR bekerja dengan cepat untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang yang berada di atas kapal. Operasi evakuasi dilakukan dengan memanfaatkan berbagai kapal yang tersedia di wilayah sekitar, termasuk kapal nelayan dan kapal perang yang berada di dekat lokasi kejadian.

Koordinasi dengan Otoritas Terkait

Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, memberikan keterangan mengenai proses evakuasi yang dilakukan. Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Berita Antara pada Kamis (16/7), Muhammad Arif Anwar menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) Makassar. Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan proses evakuasi para penumpang berjalan dengan lancar dan efisien.

Pihaknya berkoordinasi dengan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) Makassar untuk mengevakuasi para penumpang melibatkan kapal nelayan KLM Harapan Kita dan KRI Marlin 877.

Dalam operasi evakuasi tersebut, dua kapal utama yang terlibat adalah kapal nelayan KLM Harapan Kita dan KRI Marlin 877. KLM Harapan Kita, sebagai kapal nelayan lokal, berperan penting dalam proses evakuasi awal karena lokasinya yang relatif dekat dengan KM Nurul Salsa. Sementara itu, KRI Marlin 877 yang merupakan kapal perang Angkatan Laut Indonesia memberikan dukungan logistik dan keamanan selama proses evakuasi berlangsung.

Proses Evakuasi dan Keselamatan Penumpang

Proses evakuasi penumpang dari KM Nurul Salsa yang tenggelam dilakukan dengan sistematis. Para penumpang dievakuasi satu per satu menggunakan perahu-perahu kecil yang tersedia, kemudian dibawa ke kapal-kapal yang lebih besar seperti KLM Harapan Kita dan KRI Marlin 877. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa mengalami cedera serius.

Basarnas Kelas A Makassar memiliki tanggung jawab utama dalam menangani berbagai insiden maritim di wilayah kerjanya. Dengan pengalaman dan fasilitas yang memadai, kantor SAR ini mampu merespons berbagai jenis kecelakaan laut dengan cepat dan efektif. Operasi SAR yang dilakukan terhadap KM Nurul Salsa merupakan salah satu contoh nyata kemampuan Basarnas dalam menangani insiden maritim di perairan Indonesia.

Keberhasilan operasi evakuasi ini juga menunjukkan pentingnya koordinasi antar lembaga terkait, termasuk Basarnas, Angkatan Laut, dan nelayan lokal. Sinergi antara berbagai pihak ini memastikan bahwa setiap insiden maritim dapat ditangani dengan optimal, sehingga keselamatan nyawa dan harta benda dapat terjaga dengan baik.

Operasi SAR terhadap KM Nurul Salsa ini menjadi catatan penting bagi Basarnas Kelas A Makassar dalam menjalankan tugasnya sebagai lembaga penyelamatan maritim di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Seluruh proses evakuasi berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, dan para penumpang dapat kembali ke darat dengan selamat setelah dievakuasi dari kapal yang tenggelam.

(Aria Cindyara/Ryan Rahman/Chairul Fajri/Ludmila Yusufin Diah Nastiti)