Manggala Agni padamkan karhutla 7,5 hektare di Rokan Hilir Riau

khrisna-edit-1784005817-f1343bc434

Manggala Agni Padamkan Karhutla 7 5 Hektare di Rokan Hilir Riau

Manggala Agni padamkan karhutla 7 5 hektare – Pekanbaru, (ANTARA) – Tim Manggala Agni terus melakukan upaya pemadaman intensif untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Dalam operasi terbaru ini, Manggala Agni padamkan karhutla 7 5 hektare lahan yang terbakar di wilayah Kecamatan Kubu. Insiden kebakaran ini mencakup areal seluas 7,5 hektare yang saat ini sedang dalam proses penanganan menyeluruh oleh tim gabungan. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyampaikan bahwa titik api terdeteksi di wilayah Kepenghuluan Sungai Segajah Jaya, yang merupakan bagian dari Kecamatan Kubu.

Sebelumnya, tim dari Daerah Operasi Dumai telah menyelesaikan tugas pemadaman di Kecamatan Simpang Kanan. Setelah menyelesaikan misi tersebut, personel segera melakukan perpindahan ke lokasi baru di Dusun Pulau Putri, yang juga termasuk dalam wilayah Kepenghuluan Sungai Segajah Jaya. Berdasarkan data yang dihimpun dari lapangan, total luas area yang terbakar mencapai sekitar 7,5 hektare. Sejak hari Senin tanggal 13 Juli, tim telah berhasil memadamkan api di dua hektare lahan yang terbakar.

Detail Vegetasi dan Kondisi Tanah Terbakar

Ferdian Krisnanto menambahkan bahwa vegetasi yang terbakar dalam insiden ini terdiri dari berbagai jenis tanaman, termasuk ilalang, semak belukar, serta kebun kelapa sawit. Karhutla ini terjadi di atas lapisan tanah gambut yang memiliki fungsi sebagai kawasan hutan produksi terbatas. Yang menarik, status kepemilikan lahan tersebut telah dimiliki oleh masyarakat setempat, bukan oleh pemerintah atau perusahaan besar. Kondisi tanah gambut ini membuat api dapat menyebar baik di permukaan maupun di bawah permukaan tanah.

Tim bergeser ke lokasi di Dusun Pulau Putri Kepenghuluan Sungai Segajah Jaya Kecamatan Kubu. Luas kebakaran lebih kurang 7,5 hektare, luas yang dipadamkan sejak Senin (13/7) dua hektare, katanya dalam keterangan di Pekanbaru, Selasa.

Untuk mendukung operasi pemadaman, tidak hanya satu regu Manggala Agni dari Daerah Operasi Dumai yang terlibat. Berbagai pihak juga turut serta dalam upaya penanganan kebakaran, termasuk TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Rokan Hilir, Masyarakat Peduli Api Sungai Segajah Jaya, serta warga sekitar yang aktif membantu. Selain itu, operasi udara melalui helikopter water bombing juga memberikan bantuan signifikan dalam meredam api dari atas. Koordinasi yang baik antara berbagai pihak ini menjadi kunci keberhasilan dalam menangani kebakaran.

Teknis Pemadaman dan Kondisi Cuaca

Kebakaran yang terjadi memiliki karakteristik unik, yaitu terjadi baik di bawah permukaan tanah maupun di permukaan. Sumber air untuk pemadaman diambil dari dua parit yang memiliki lebar 2 meter dan kedalaman 1 meter. Tim penanganan menggunakan teknik pemadaman dan penyekatan di sekitar area terbakar untuk mencegah api meluas serta merambat ke areal yang masih memiliki bahan bakar yang belum terbakar. Teknik ini terbukti efektif dalam mengendalikan penyebaran api.

Kebakaran terjadi di bawah dan permukaan tanah. Sumber air dari dua parit dengan lebar 2 meter dan kedalaman 1 meter, ujarnya.

Kondisi di lokasi masih menunjukkan adanya asap pada beberapa titik dengan ketersediaan bahan bakar yang cukup banyak. Cuaca hari ini cerah berawan, yang memberikan peluang baik bagi tim untuk melanjutkan operasi pemadaman. Dengan koordinasi yang baik antara berbagai pihak yang terlibat, diharapkan kebakaran ini dapat segera ditangani secara tuntas tanpa menimbulkan dampak lebih lanjut bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Manggala Agni terus memantau perkembangan situasi untuk memastikan api tidak kembali menyala.