BPBD Lombok Tengah siapkan 300 tangki air hadapi musim kemarau

BPBD Lombok Tengah Siapkan 300 Tangki Air untuk Hadapi Musim Kemarau 2026

Antisipasi Kebutuhan Air di Wilayah Terdampak

BPBD Lombok Tengah siapkan 300 tangki – Di tengah persiapan menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dibanding tahun sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), telah melakukan persiapan khusus dengan menyiapkan 300 tangki air bersih. Langkah ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan air bagi warga, terutama di wilayah yang rentan kekeringan. Kepala BPBD setempat, Ridwan Maruf, mengungkapkan bahwa permintaan air bersih mulai terasa sebelum musim kemarau 2026 memasuki fase utamanya.

“Saat ini, kita sudah mulai mendapat permintaan air bersih dari masyarakat, meskipun jumlahnya belum terlalu besar,” ujarnya di Lombok Tengah, Sabtu. Ridwan menambahkan bahwa BMKG telah memberikan informasi bahwa musim kemarau tahun ini akan lebih lama dibanding tahun 2025. Dengan kondisi tersebut, BPBD Lombok Tengah bertindak cepat untuk memastikan akses air tidak terganggu.

Ridwan menjelaskan bahwa meskipun hujan masih terjadi di beberapa daerah, hal itu tidak sepenuhnya mengurangi risiko kekeringan. “Beberapa hari terakhir, hujan lebat mengalami penurunan, sehingga warga mulai merasakan dampak kemarau sebelum waktu yang diharapkan,” katanya. Menurutnya, hal ini mengingatkan bahwa persiapan harus dimulai lebih awal agar kebutuhan air dapat terpenuhi secara optimal.

Stok dan Distribusi Air Bersih

Sebagai bagian dari strategi persiapan, BPBD Lombok Tengah telah melakukan inventarisasi stok air bersih yang ada di dinas terkait. “Saat ini, dari PDAM kita masih memiliki 200 tangki air yang bisa disalurkan, sementara stok di BPBD mencapai 100 tangki,” terang Ridwan. Pihaknya menegaskan bahwa stok ini akan digunakan secara teratur bila diperlukan oleh masyarakat.

Berdasarkan data yang diperoleh, Ridwan menyebutkan bahwa sejak awal bulan Mei, terdapat tujuh tangki air bersih yang sudah disalurkan. Distribusi ini mencakup beberapa kecamatan seperti Pujut, Praya Timur, dan Jonggat. “Permintaan dari warga mulai muncul, meskipun masih terbatas,” imbuhnya. Jumlah tersebut menunjukkan adanya kesadaran masyarakat akan persiapan musim kemarau.

“Kami harap warga mulai mempersiapkan diri dengan menimbun air sejak sekarang,” katanya. Menurut Ridwan, kondisi hujan yang berkurang di beberapa wilayah menjadi tanda bahwa musim kemarau akan segera tiba, sehingga penggunaan air secara bijak sangat diperlukan.

Dalam upaya memastikan distribusi air yang tepat waktu, BPBD Lombok Tengah telah menyiapkan dua mobil armada yang bisa digunakan untuk mengangkut air ke tempat-tempat yang membutuhkan. “Kami memastikan jika ada permintaan dari warga, air akan langsung dikirimkan karena ketersediaan air masih terjaga dengan baik,” jelas Ridwan. Mobil-mobil tersebut diharapkan menjadi sarana utama dalam memenuhi kebutuhan air di daerah yang terdampak.

Upaya Mengatasi Kekeringan

Upaya persiapan ini juga didukung oleh koordinasi dengan pihak terkait. Ridwan menuturkan bahwa tim BPBD terus berupaya untuk mempercepat distribusi air bersih ke masyarakat. “Kami tidak ingin ada kekeringan yang terlalu berat mengganggu kehidupan warga,” tambahnya. Selain itu, ia juga meminta masyarakat untuk mengikuti arahan dari pihak BPBD dalam penggunaan air.

“Kami menyarankan warga mulai menimbun air sebelum musim kemarau memasuki tahap puncaknya,” katanya. Ridwan menekankan bahwa persiapan dini sangat penting untuk menghindari situasi darurat air yang bisa terjadi jika tidak ada tindakan segera.

Menurut Ridwan, pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa permintaan air bersih meningkat signifikan saat musim kemarau tiba. “Pada Mei tahun lalu, permintaan air sudah mulai bergerak tinggi, tapi musim kemarau tahun ini justru terjadi lebih awal,” katanya. Dengan memperhatikan pola ini, BPBD Lombok Tengah berusaha memperkirakan kebutuhan dan melakukan distribusi seimbang.

Kondisi Cuaca dan Dampak pada Wilayah

Sebagai referensi, BMKG memberikan peringatan bahwa musim kemarau 2026 akan lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Hal ini memicu BPBD Lombok Tengah untuk memperkuat sistem distribusi. “Kondisi cuaca saat ini belum stabil, sehingga kita perlu siap-siap sebelum musim kemarau benar-benar memuncak,” jelas Ridwan.

Dalam beberapa hari terakhir, hujan lebat yang terjadi menyebabkan pohon tumbang menimpa rumah warga di Desa Kerembong, Kecamatan Janapria. Meski peristiwa tersebut tidak langsung mengakibatkan kekeringan, tapi Ridwan menganggapnya sebagai indikator bahwa musim kemarau akan segera datang. “Pohon tumbang ini menunjukkan adanya perubahan pola cuaca yang bisa memengaruhi ketersediaan air,” katanya.

“Kami menyiapkan 300 tangki air untuk menutupi kebutuhan warga, tapi kita tetap memantau situasi secara berkala,” ujarnya. Ridwan menegaskan bahwa persiapan ini tidak hanya mengandalkan stok yang ada, tetapi juga pengaturan distribusi yang terorganisir.

BPBD Lombok Tengah juga berharap masyarakat aktif dalam menyimpan air bersih. “Selain itu, kita juga mendorong warga untuk menghemat penggunaan air sehari-hari,” imbuh Ridwan. Dengan cara ini, risiko kekeringan dapat diminimalkan dan ketersediaan air tetap terjaga meski dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.

Keterlibatan Pihak Lain dan Persiapan Mendalam

Persiapan untuk musim kemarau 2026 bukan hanya dilakukan oleh BPBD