BPBD Buol imbau warga tetap tenang setelah gempa magnitudo 5,1
Gempa Magnitudo 5,1 Mengguncang Buol: BPBD Minta Warga Tetap Waspada Tanpa Panik
BPBD Buol imbau warga tetap tenang – Kabupaten Buol yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah kembali menjadi sorotan setelah terjadi guncangan gempa bumi yang cukup kuat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat segera mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil keputusan dan tetap tenang menghadapi situasi ini. Gempa dengan kekuatan magnitudo 5,1 tersebut berhasil dirasakan oleh banyak warga di berbagai wilayah sekitar.
Koordinasi Lintas Sektor Dimulai Segera
Kepala BPBD Buol, Moh Khacfy Mardjuni, melalui keterangan tertulis yang diterima di Palu pada hari Minggu tanggal 12 Juli, menyampaikan pesan penting kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa kewaspadaan harus tetap dijaga, namun kepanikan tidak perlu muncul. Hingga pukul 22.40 WITA, tim BPBD terus melakukan koordinasi dengan berbagai sektor terkait untuk memastikan bahwa kondisi pasca-gempa tetap aman dan terkendali.
“Waspada tetap, namun jangan panik,” kata Kepala BPBD Buol Moh Khacfy Mardjuni.
Sebagai langkah preventif, BPBD telah mengerahkan tim reaksi cepat atau yang dikenal dengan singkatan TRC. Tim ini bertugas melakukan kajian cepat terhadap dampak yang ditimbulkan oleh guncangan gempa. Kolaborasi dengan pemerintah tingkat kecamatan dan desa juga dilakukan secara intensif untuk mendapatkan gambaran akurat mengenai tingkat kerusakan yang terjadi di berbagai lokasi.
Infrastruktur Terdampak Gempa
BPBD meminta para Kepala Desa untuk membantu proses pendataan jika terdapat kerusakan di wilayah masing-masing. Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh pemerintah setempat, sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan akibat guncangan. Kantor Mall Pelayanan Publik tercatat sebagai salah satu bangunan yang terdampak. Selain itu, sebagian ruang perawatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buol juga mengalami kerusakan.
Kantor Inspektorat termasuk dalam daftar bangunan yang mengalami gangguan. Tidak hanya fasilitas publik, rumah-rumah warga di Kelurahan Kali juga dilaporkan mengalami kerusakan. Tim pendataan terus bekerja untuk memastikan tidak ada informasi yang terlewatkan mengenai dampak gempa terhadap masyarakat.
Detail Teknis Gempa dari BMKG
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, melaporkan bahwa gempa yang mengguncang Buol terjadi pada pukul 21.05 WIB dengan kedalaman 21 kilometer. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori dangkal dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Episenter gempa berada pada koordinat 1,31 derajat Lintang Utara dan 121,36 derajat Bujur Timur, atau tepatnya di laut sekitar 37 kilometer arah timur laut dari Buol.
“Hasil pemodelan menunjukkan gempa yang terjadi merupakan kategori dangkal dan tidak berpotensi tsunami,” ucapnya.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan BMKG, gempa tersebut dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng. Mekanisme sumber gempa menunjukkan adanya pergerakan naik geser atau oblique-thrust. Fenomena ini merupakan proses tektonik yang umum terjadi di wilayah Indonesia yang terletak di cincin api pasifik.
Skala Intensitas Gempa di Berbagai Wilayah
Menurut peta tingkat guncangan atau shakemap yang diterbitkan BMKG, gempa dirasakan dengan skala intensitas IV MMI di beberapa wilayah. Daerah-daerah yang merasakan guncangan meliputi Karamat, Biau, Lakea, Kota Tolitoli, dan Kota Buol. Intensitas IV MMI menunjukkan bahwa getaran cukup kuat untuk dirasakan oleh banyak orang.
“Pada intensitas tersebut getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, sebagian orang di luar rumah, serta dapat menyebabkan gerabah pecah, pintu dan jendela berderik, serta dinding berbunyi,” tutur Wijayanto.
Deskripsi intensitas ini memberikan gambaran jelas tentang bagaimana masyarakat merasakan guncangan. Orang-orang di dalam rumah merasakan getaran dengan jelas, sementara sebagian orang yang berada di luar rumah juga merasakan guncangan. Benda-benda ringan seperti gerabah dapat pecah, dan pintu serta jendela berderik akibat getaran yang merambat melalui struktur bangunan.
Sampai saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat gempa tersebut. BPBD dan BMKG terus memantau perkembangan situasi dan akan segera memberikan informasi terbaru jika terdapat perubahan kondisi. Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari instansi terkait dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi.
