Historic Moment: FIFA pertimbangkan wacana Piala Dunia 2030 diikuti 64 tim

khrisna-edit-1783894304-c52109fd85

FIFA Menimbang Perluasan Peserta Piala Dunia 2030 Hingga 64 Negara

Historic Moment – Jakarta — Kepala organisasi sepak bola dunia, Gianni Infantino, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah serius mempertimbangkan kemungkinan penambahan jumlah peserta untuk edisi Piala Dunia tahun 2030. Wacana tersebut mencakup potensi perluasan hingga 64 tim nasional yang akan berkompetisi dalam turnamen terbesar dunia tersebut. Menurut pandangan Infantino, semakin banyak negara yang layak mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan impian tampil di ajang prestisius ini. Langkah ini diyakini akan menjadi Historic Moment bagi perkembangan sepak bola global.

Visi Global untuk Sepak Bola Dunia

Pemimpin FIFA tersebut menekankan bahwa pertimbangan penambahan peserta akan dilakukan setelah penyelenggaraan Piala Dunia saat ini selesai. Ia menjelaskan bahwa dalam menyelenggarakan turnamen, penting untuk tidak hanya memikirkan Eropa dan Amerika Selatan, tetapi juga seluruh dunia. “Wacana (penambahan peserta) ini akan dipertimbangkan setelah Piala Dunia saat ini berakhir. Saat menyelenggarakan turnamen, penting untuk mempertimbangkan tidak hanya Eropa dan Amerika Selatan, tetapi seluruh dunia,” kata Infantino yang dikutip dari media Swiss, Bluewin pada hari Minggu.

Menurutnya, setiap negara memiliki kesempatan untuk mewujudkan mimpi berpartisipasi di Piala Dunia. Maka dari itu, penambahan jumlah peserta harus dipertimbangkan dengan matang. Infantino menilai format Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya diikuti 48 tim telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan sepak bola dunia. Karena itu, ia optimistis jumlah peserta masih bisa kembali ditambah pada edisi 2030. Keputusan ini akan menjadi Historic Moment dalam sejarah turnamen sepak bola tertua di dunia.

Keberhasilan Format 48 Tim di 2026

Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang menggunakan format 48 peserta. Selain bertambahnya jumlah grup, turnamen juga menghadirkan sistem baru dengan tiket ke babak gugur yang dapat diraih melalui klasemen peringkat ketiga terbaik. Menurut Infantino, peningkatan jumlah peserta terbukti membuat persaingan semakin merata dan membuka peluang lebih besar bagi negara-negara di luar kekuatan tradisional sepak bola.

“Turnamen yang menampilkan 48 tim nasional ini telah terbukti sangat sukses. Semua tim menunjukkan level permainan yang tinggi,” ujar Infantino, seperti dikutip Sky Sports.

Ia menambahkan, keberhasilan negara-negara dari berbagai konfederasi menjadi bukti bahwa perluasan peserta memberikan manfaat bagi perkembangan sepak bola global. Statistik menunjukkan bahwa tim dari setiap benua mencetak gol dan meraih setidaknya satu poin. Sembilan dari sepuluh tim Afrika mencapai fase gugur. Ini sekali lagi menunjukkan betapa pentingnya memberi setiap tim kesempatan. Dengan keberhasilan ini, perluasan ke 64 tim diprediksi akan menjadi Historic Moment berikutnya bagi sepak bola dunia.

Dampak Positif bagi Sepak Bola Internasional

Keberhasilan format baru tersebut telah memberikan inspirasi bagi FIFA untuk mempertimbangkan langkah lebih jauh. Dengan 64 tim, turnamen akan memiliki cakupan geografis yang lebih luas dan representasi yang lebih beragam. Infantino percaya bahwa pengalaman positif dari 2026 akan menjadi fondasi kuat untuk ekspansi lebih lanjut di masa depan. Langkah ini tidak hanya akan memperluas jangkauan turnamen, tetapi juga meningkatkan popularitas sepak bola di berbagai belahan dunia.

Perluasan peserta juga diyakini akan meningkatkan kualitas kompetisi secara keseluruhan. Dengan lebih banyak negara yang berpartisipasi, persaingan akan menjadi lebih sengit dan menarik bagi penggemar sepak bola di seluruh dunia. Setiap tim memiliki peluang yang sama untuk tampil gemilang, terlepas dari kekuatan tradisional mereka dalam sepak bola internasional. Ini adalah kesempatan emas bagi negara-negara berkembang untuk menunjukkan potensi mereka di kancah internasional.

FIFA juga akan terus mengevaluasi berbagai aspek teknis dan logistik sebelum membuat keputusan final. Pertimbangan mencakup jadwal pertandingan, infrastruktur stadion, serta distribusi keuangan yang adil bagi semua negara peserta. Dengan pendekatan komprehensif ini, FIFA berharap dapat menciptakan turnamen yang lebih inklusif dan berkesan bagi seluruh komunitas sepak bola dunia. Jika terealisasi, perluasan ke 64 tim ini akan menjadi Historic Moment yang tak terlupakan dalam sejarah sepak bola.