Key Strategy: Di DPR, Modi ajak RI perkuat kemitraan strategis di sektor masa depan
Modi Berharap Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia di Sektor Masa Depan
Kunjungan ke DPR Jadi Kesempatan untuk Bangun Kerja Sama Jangka Panjang
Key Strategy – Pada sesi diskusi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/7), Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan India tidak hanya bergantung pada kerja sama pemerintah-pemerintah, tetapi juga didasari oleh ikatan sejarah, budaya, serta nilai-nilai demokrasi yang telah terjalin selama berabad-abad. Modi menekankan bahwa kolaborasi ini harus ditingkatkan untuk menghadapi tantangan global serta mempercepat pertumbuhan ekonomi dan inovasi di kedua negara.
Modi juga menyoroti pentingnya kerja sama di bidang-bidang ke depan, termasuk teknologi luar angkasa dan pemanfaatan aplikasi satelit. Ia menilai sektor-sektor ini memiliki potensi besar untuk menjadi pilar keberlanjutan hubungan bilateral. “Indonesia dan India perlu bersinergi dalam bidang yang mungkin belum sepenuhnya dieksplorasi,” kata Modi, sambil menambahkan bahwa kolaborasi dalam teknologi canggih bisa mendorong pertukaran pengetahuan dan pengembangan keahlian bersama.
“Aria Cindyara/Pradanna Putra Tampi/Chairul Fajri/Winanto”
Di samping itu, Modi menyampaikan bahwa kemitraan antara kedua negara bisa memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi global. Ia menyinggung peluang investasi, perdagangan, dan pertukaran sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kerja sama yang lebih komprehensif. “Kerja sama ini tidak hanya menguntungkan keduanya, tetapi juga memberi dampak positif bagi kawasan Asia Tenggara,” ujarnya, menyoroti peran kemitraan sebagai penggerak keadilan dan stabilitas regional.
Modi juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi, seperti satelit, bisa menjadi alat untuk mempercepat pengembangan infrastruktur dan layanan digital. “Satelit tidak hanya untuk keperluan komunikasi, tetapi juga untuk memantau lingkungan, meningkatkan pertanian, dan memperkuat sistem kesehatan,” terangnya. Ia menambahkan bahwa penelitian dan pengembangan bersama di bidang ini akan menghasilkan solusi inovatif yang bisa diterapkan di berbagai negara.
Selain teknologi luar angkasa, Modi menyebutkan sektor energi terbarukan dan transportasi modern sebagai area prioritas. “Energi bersih adalah kunci untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, sementara inovasi dalam transportasi akan meningkatkan kenyamanan masyarakat dan mempercepat mobilitas ekonomi,” ujarnya. Modi menekankan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, sehingga kerja sama dalam bidang ini bisa menjadi peluang ekonomi yang besar.
Modi menegaskan bahwa negara-negara yang memiliki hubungan sejarah seperti Indonesia dan India harus bersinergi untuk menghadapi masa depan yang tidak pasti. “Kita perlu bergerak cepat dan berpikir jangka panjang agar tidak tertinggal oleh negara-negara lain,” tambahnya. Ia menyinggung pentingnya pendidikan dan pelatihan sebagai fondasi untuk menjaga kualitas kerja sama di sektor-sektor strategis. “Indonesia memiliki talenta muda yang luar biasa, dan India bisa menjadi mitra yang memperkuat kapasitas mereka,” katanya.
Dalam diskusi ini, Modi juga menyebutkan keinginan untuk memperluas kolaborasi di bidang kesehatan dan pendidikan. “Sektor kesehatan, khususnya dalam pencegahan dan pengendalian wabah, memerlukan keahlian lintas negara. Indonesia dan India bisa berbagi pengalaman dalam pengembangan vaksin, layanan kesehatan, serta pendidikan keterampilan,” jelasnya. Modifikasi kerja sama ini, menurut Modi, akan memperkuat daya tahan dan kapasitas kedua negara dalam menghadapi krisis global.
Kunjungan Modi ke DPR ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral. Sebelumnya, kedua negara telah melakukan berbagai kerja sama, seperti pertukaran pelajar, proyek infrastruktur, dan investasi di sektor energi. Modi menilai bahwa kolaborasi masa depan harus lebih terarah dan berbasis inovasi. “Kita perlu melihat peluang di sisi teknologi, ekonomi, dan kebijakan yang saling mendukung,” katanya, menambahkan bahwa Indonesia harus menjadi mitra yang kredibel dan progresif.
Kerja sama di bidang teknologi luar angkasa, misalnya, bisa menjadi contoh bagaimana Indonesia dan India menggabungkan keahlian masing-masing. India memiliki pengalaman dalam pengembangan satelit dan sistem navigasi, sementara Indonesia memiliki sumber daya alam yang memadai untuk membangun infrastruktur penunjang. “Kita bisa bersama-sama melahirkan solusi yang unik, seperti penggunaan satelit untuk pengelolaan sumber daya alam dan keamanan nasional,” ujarnya. Modi juga mengingatkan bahwa keberhasilan kolaborasi ini bergantung pada komitmen yang kuat dari kedua belah pihak.
Dalam kesimpulannya, Modi menyatakan bahwa kemitraan strategis antara Indonesia dan India adalah langkah penting menuju keberhasilan bersama. “Kita harus bekerja sama tidak hanya dalam hal kebijakan, tetapi juga dalam hal pemikiran dan inisiatif,” katanya. Ia menekankan bahwa masa depan kedua negara akan lebih cerah jika kolaborasi ini terus ditingkatkan dan dikelola secara efektif. Modifikasi kebijakan serta inisiatif yang diperlukan bisa menjadi jembatan antara visi masa lalu dan masa depan.
