Latest Program: PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu Perdana Operasikan Layanan Drop Tank untuk Curah Cair di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu
PTP Nonpetikemas Bengkulu Luncurkan Layanan Drop Tank untuk Pengangkutan Curah Cair di Pulau Baai
Latest Program – Pelabuhan Pulau Baai di Bengkulu menjadi sorotan pada Kamis, 7 Mei 2026, setelah PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Bengkulu meluncurkan layanan Drop Tank untuk pertama kalinya. Inisiatif ini bertujuan mengoptimalkan proses pengangkutan komoditas curah cair, khususnya PFAD (Palm Fatty Acid Distillate), melalui kapal MT. SILKROAD 06 yang menuju Jakarta. Perubahan metode pengangkutan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi dan kapasitas pelabuhan tersebut.
Inovasi Layanan Drop Tank sebagai Bagian dari Strategi Perusahaan
Program inovasi ini telah sebelumnya diuji coba di Pelabuhan Pangkal Balam, namun kini diaplikasikan di Bengkulu sebagai bentuk ekspansi. Selama periode operasional dari 7 hingga 11 Mei 2026, layanan Drop Tank mengubah cara pemuatan barang, dengan melibatkan PT Olein Sawit Lestari sebagai pihak yang mengirimkan kargo. Implementasi metode ini tidak hanya mempercepat proses bongkar muat, tetapi juga mengurangi risiko kebocoran dan memastikan kebersihan lingkungan pelabuhan.
Sistem Drop Tank bekerja dengan menerima barang dari truk, lalu mengalirkannya ke kapal melalui tangki transit yang terintegrasi. Metode ini menghindari proses pengangkutan langsung dari truk ke kapal, sehingga mempercepat waktu pelayanan secara keseluruhan. Dengan adanya alat bantu seperti pompa dan sistem distribusi canggih, proses transfer kargo menjadi lebih terstruktur dan efektif.
“Layanan Drop Tank ini adalah bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan pelabuhan secara berkelanjutan,” jelas Indra Hidayat Sani, Direktur Utama PTP Nonpetikemas. Ia menegaskan bahwa inovasi ini bertujuan menyediakan pengangkutan curah cair yang lebih cepat, aman, serta sesuai dengan standar lingkungan. “Kami yakin metode ini akan memperkuat kapasitas logistik nasional dan menjadikan pelabuhan Bengkulu lebih kompetitif,” tambahnya.
Dalam upaya meningkatkan produktivitas, penerapan Drop Tank di Pulau Baai mengubah paradigma pengelolaan kargo curah cair yang selama ini menggunakan metode konvensional. Sebelumnya, proses bongkar muat membutuhkan waktu lebih lama karena truk harus mengisi kapal secara langsung, yang memperbesar risiko kebocoran dan kesulitan dalam mengatur jadwal. Dengan system Drop Tank, truk dapat mengisi tangki transit terlebih dahulu, kemudian diteruskan ke kapal dalam waktu yang lebih singkat.
Pelabuhan Pulau Baai sebagai Pionir di Wilayah Bengkulu
Pelabuhan Pulau Baai menjadi satu dari beberapa titik strategis di Indonesia yang mulai menerapkan metode inovatif ini. Mochammad Choiron Yusuf, Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu, menyatakan bahwa peluncuran layanan Drop Tank merupakan tonggak penting dalam upaya merancang sistem logistik yang lebih modern. “Dukungan peralatan terintegrasi memungkinkan proses pemuatan PFAD lebih efisien, sekaligus menjaga aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Implementasi Drop Tank tidak hanya mempercepat waktu pelayanan, tetapi juga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Sistem tertutup yang digunakan meminimalisir kebocoran bahan kimia selama proses transfer, sehingga menjaga kebersihan dan kesehatan ekosistem sekitar pelabuhan. Selain itu, metode ini membantu mengoptimalkan penggunaan sumber daya, baik dalam segi waktu maupun tenaga kerja.
“Kami percaya metode Drop Tank akan memberikan dampak besar dalam meningkatkan efisiensi operasional,” kata Choiron. “Dengan sistem yang lebih terkontrol, pelabuhan dapat menghadapi tantangan logistik secara lebih baik, khususnya dalam mengangkut komoditas yang rentan terhadap kehilangan selama proses transfer.” Pernyataan ini menegaskan komitmen perusahaan dalam memperbaiki proses kerja dan menciptakan sistem yang lebih berkelanjutan.
PTP Nonpetikemas terus berupaya memperluas inovasi ini ke berbagai wilayah strategis, termasuk Bengkulu. Dengan meningkatnya volume komoditas turunan kelapa sawit yang diproduksi di daerah tersebut, perusahaan menilai pentingnya memiliki sistem yang dapat mempercepat distribusi. Layanan Drop Tank diharapkan menjadi fondasi untuk pengembangan infrastruktur pelabuhan yang lebih modern.
Manfaat Strategis dari HSSE dalam Sistem Drop Tank
Seiring dengan menerapkan metode Drop Tank, PTP Nonpetikemas juga mengedepankan prinsip HSSE (Health, Safety, Security, & Environment) dalam operasionalnya. Sistem ini tidak hanya mempercepat waktu pelayanan, tetapi juga memastikan keamanan dan kesehatan pekerja, serta menjaga standar lingkungan pelabuhan. Kebocoran bahan kimia yang sebelumnya sering terjadi dioperasional konvensional kini ditekan, karena adanya pengelolaan yang lebih rapi dan terintegrasi.
Dalam kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi regional, penerapan Drop Tank juga bertujuan meningkatkan daya saing pelabuhan Bengkulu. Dengan mempercepat proses pengangkutan, waktu tunggu kapal yang berlabuh dapat dikurangi, sehingga meningkatkan jumlah kargo yang dapat diangkut dalam waktu yang sama. Hal ini berdampak positif terhadap ketersediaan barang di pasar dan kepuasan pelaku usaha.
Kegiatan peluncuran layanan ini menjadi momentum penting bagi PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu, karena menunjukkan komitmen untuk terus berinovasi. Perusahaan tidak hanya fokus pada peningkatan kinerja, tetapi juga pada kualitas layanan yang dapat menjangkau seluruh pemangku kepentingan. Dengan mengintegrasikan teknologi dan manajemen yang modern, PTP Nonpetikemas berharap membangun ekosistem logistik yang lebih berkualitas.
Dalam jangka panjang, inovasi Drop Tank di Pulau Baai diharapkan menjadi contoh terbaik untuk pengembangan sistem operasional pelabuhan lainnya. Karena terus bergerak menuju digitalisasi dan otomatisasi, PTP Nonpetikemas berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk produsen, pengusaha, serta pemerintah daerah. “Kami ingin melibatkan semua pihak untuk menciptakan pelabuhan yang andal, efisien, dan berwawasan lingkungan,” imbuh Indra Hidayat Sani.
