Prabowo: Pemerintah tidak anti kritik tetapi jangan fitnah
Prabowo Subianto Tekankan Pentingnya Kritik Konstruktif dalam Demokrasi
Menggalangkebaikan.com – Prabowo – Jakarta – Dalam sambutannya pada peringatan hari ulang tahun ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, pada hari Kamis tanggal 23 Juli, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan penting mengenai peran kritik dalam sistem demokrasi Indonesia. Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki sikap anti-kritik, melainkan justru memandang masukan dari masyarakat sebagai komponen vital bagi kelancaran roda pemerintahan.
Menurut Presiden, kritik yang disampaikan dengan baik memiliki fungsi untuk menyelamatkan bangsa dari berbagai kesalahan dan kekeliruan dalam kebijakan. Namun, beliau mengingatkan agar batas antara kritik yang membangun dengan fitnah maupun caci maki tetap dijaga dengan baik. Kritik yang tulus akan memperkuat fondasi demokrasi, sementara serangan yang tidak berdasar dapat merusak semangat gotong royong dalam membangun negara.
“Kita negara demokrasi. Kita tidak anti kritik. Kritik itu menyelamatkan. Tapi ada beda kritik dan caci maki. Kritik dengan fitnah itu beda,”
Pres Prabowo juga menjelaskan bahwa pemerintah memahami betul bahwa setiap masukan dari masyarakat, baik yang bersifat positif maupun negatif, memiliki peran strategis dalam mengoreksi jalannya pemerintahan. Oleh karena itu, kritik yang disampaikan secara objektif dan konstruktif sangat diperlukan dalam sistem demokrasi Indonesia. Pemerintah tidak akan goyah menghadapi berbagai bentuk kritik maupun serangan selama semua pihak tetap bekerja di jalur yang benar dan mengutamakan kepentingan rakyat banyak.
Menyikapi Narasi yang Mencoba Melemahkan Kepercayaan Publik
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyinggung adanya berbagai narasi yang beredar di masyarakat. Narasi-narasi tersebut menurut beliau berupaya melemahkan kepercayaan publik terhadap kondisi Indonesia saat ini. Beberapa pihak bahkan menyebutkan bahwa Indonesia akan mengalami keruntuhan atau kolaps dalam waktu dekat.
“Kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah. Indonesia (disebut) akan kolaps,”
Menanggapi hal tersebut, Presiden menyatakan bahwa tidak ada masalah jika kritik datang dari berbagai kalangan. Yang terpenting adalah pemerintah berada di jalan yang benar dan terus bekerja keras untuk kemajuan bangsa. Beliau yakin bahwa selama fondasi pemerintahan kuat dan didasarkan pada kepentingan rakyat, maka bangsa Indonesia akan terus kuat menghadapi segala tantangan.
Peran Masyarakat sebagai Pendukung Pembangunan Nasional
Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga optimisme dan memberikan dukungan terhadap berbagai upaya pembangunan nasional. Kepala Negara menggunakan analogi yang mudah dipahami oleh masyarakat. Beliau mengibaratkan pemerintah seperti tim yang sedang bertanding di lapangan dan membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat Indonesia agar mampu meraih hasil terbaik.
“Kalau kita cinta sama satu kesebelasan, umpamanya dia lagi bertanding di lapangan, kita kan sebagai suporter, ‘Ayo, ayo, maju.’ Tapi jangan turunkan moral dong, orang lagi bertanding di situ. Nanti kamu kalah,”
Presiden menekankan bahwa perbedaan pandangan dalam demokrasi merupakan hal yang wajar dan bahkan perlu dihargai. Namun, beliau berharap seluruh pihak tetap mengedepankan kepentingan nasional dengan menjaga semangat persatuan. Masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak benar atau fitnah yang dapat memecah belah masyarakat Indonesia.
Sebagai penutup, Prabowo Subianto mengajak seluruh masyarakat untuk terus bergotong royong dan bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Beliau berpesan agar bangsa Indonesia terus berjuang bersama untuk kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.
“Mari kita berjuang bersama untuk bangsa dan rakyat Indonesia,”
