Important Visit: Megawati ziarah ke makam Bung Karno di Blitar

1000534321_1

Kunjungan Megawati ke Makam Bung Karno di Blitar

Important Visit – Minggu sore, Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, melakukan ziarah ke makam Soekarno, proklamator dan mantan Presiden pertama RI, di Blitar, Jawa Timur. Ia tiba dari Bali dan mendarat di Bandara Dhoho Kediri, lalu langsung disambut oleh ribuan kader PDIP yang telah menunggu. Ratusan anggota partai dari Blitar dan Malang memadati lokasi untuk menyambut Megawati, yang dikenal sebagai putri dari Bung Karno. Perjalanan dari bandara menuju Blitar berlangsung lancar, dengan Megawati didampingi sejumlah anggota keluarga besar, termasuk putranya, M. Prananda Prabowo, serta cicit dan saudara kandungnya, Puti Guntur Soekarno dan Romy Soekarno.

Tradisi yang Terus Dijaga

Kunjungan Megawati ke makam Bung Karno menjadi tradisi yang dijalankan secara rutin. Sejak 2023, ia sering mengunjungi tempat istirahat tersebut, dengan alasan untuk menghormati ayahnya sekaligus merenungkan nilai-nilai yang diperjuangkan. Menurut Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDIP, ziarah ini adalah cara Megawati menjaga semangat perjuangan Bung Karno, yang tetap relevan di tengah dinamika politik yang kompleks.

“Ziarah ke makam Bung Karno adalah cara Ibu Megawati untuk merawat api perjuangan yang tak pernah padam. Di tengah dinamika bangsa yang semakin kompleks, Bung Karno mengajarkan bahwa pemimpin harus selalu kembali ke akar, ke rakyat, dan ke nilai-nilai Pancasila,” kata Hasto Kristiyanto dalam siaran pers yang diterima di Jakarta.

Kehadiran Megawati tidak hanya dianggap sebagai simbol penghormatan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap sejarah bangsa. Selama perjalanan, ia berinteraksi dengan warga yang antusias, termasuk menarik tangan tiga anak kecil, satu lelaki dan dua perempuan, dalam dialog singkat. Aktivitas ini memperlihatkan sikap ramah dan dekat dengan rakyat yang dipegang oleh Megawati sejak menjadi pemimpin partai.

Usai berdoa di makam Bung Karno, Megawati meninggalkan kompleks makam dengan tangan dipegang oleh Prananda Prabowo. Keduanya kemudian melambaikan tangan kepada massa yang berkumpul di sekitar. Seorang ibu berkaos kuning mendekati Megawati dengan panggilan “Bunda Mega” dan menawarkan tangan untuk bersalaman. Respons Megawati yang tulus menunjukkan hubungan harmonis antara tokoh politik dan masyarakat.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian acara dalam Bulan Bung Karno tahun 2026, yang bertepatan dengan peringatan ke-54 haul Bung Karno. Sebelumnya, Megawati pernah berkunjung ke makam ayahanda pada 21 Juni 2024, di mana ia didampingi saudara perempuannya, Sukmawati Soekarnoputri. Tahun 2025 juga menjadi momen penting, dengan ziarah yang berlangsung saat peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA), sebuah peristiwa historis yang dianggap sebagai batu loncatan bagi kebijakan luar negeri Indonesia.

Selain itu, sejumlah tokoh utama partai juga hadir untuk mendampingi Megawati selama ziarah, seperti Deddy Yevri Sitorus, Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Eksekutif sekaligus anggota Komisi II DPR RI; Darmadi Durianto, Ketua DPP Bidang Industri, Perdagangan, dan Tenaga Kerja; Ronny Talapessy, Ketua DPP Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional; Said Abdullah, Ketua DPP Bidang Sumber Daya dan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI; serta Connie Rahakundini Bakrie, sahabat dekat Megawati. Seluruhnya menunjukkan keseriusan PDIP dalam menjaga warisan Bung Karno.

Ziarah tersebut tidak hanya sebagai penghormatan, tetapi juga sebagai upaya memperkuat nilai-nilai yang dipegang oleh PDIP, terutama Pancasila. Megawati berharap, melalui kehadirannya, masyarakat dapat mengingat perjuangan Bung Karno dalam membangun bangsa. Kegiatan ini juga dianggap sebagai bagian dari persiapan menghadapi tantangan politik masa kini, dengan harapan menginspirasi generasi muda untuk berpartisipasi aktif.

Dalam kunjungan ke Blitar, Megawati memperlihatkan perhatiannya pada isu-isu sosial yang relevan. Ia sering menyampaikan pesan tentang pentingnya keadilan, kesetaraan, dan persatuan bangsa. Ziarah ini menjadi momentum untuk menyampaikan pesan tersebut secara langsung kepada warga Blitar, yang dianggap sebagai kota bersejarah karena terletak di sekitar makam Bung Karno. Sejumlah warga menyatakan bahwa kehadiran Megawati memberikan semangat baru dalam menghadapi tantangan ekonomi dan politik.

Pada 29 Maret 2026, Megawati kembali berkunjung ke makam Bung Karno, kali ini bersama Guruh Soekarnoputra, Sukmawati Soekarnoputri, dan Puti Guntur Soekarno. Momen tersebut memperkuat kemitraan dalam keluarga besar Soekarno, sekaligus menegaskan komitmen untuk menjaga konsistensi nilai-nilai perjuangan. Pengunjungan ini disusun dalam rangka memperingati hari besar nasional, dengan harapan memberikan makna lebih dalam kepada perayaan tersebut.

Menurut sejarah, Blitar menjadi tempat istirahat terakhir Bung Karno, yang memperkaya makna kunjungan Megawati ke sana. Sejumlah pihak menyebut bahwa ziarah ini menjadi ritual penting dalam menjaga memori kolektif bangsa. Aktivitas seperti doa bersama, penghormatan, dan interaksi langsung dengan warga dianggap sebagai upaya untuk memperkuat identitas nasional. Megawati juga menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus tetap menjadi dasar dalam semua keputusan politik.

Ziarah ke makam Bung Karno bukan hanya momen untuk mengenang tokoh sejarah, tetapi juga sebagai sarana untuk mengevaluasi arah kebijakan masa