Hadapi musim kemarau panjang – BPBD DKI fokus ketersediaan air bersih

Hadapi musim kemarau panjang, BPBD DKI fokus ketersediaan air bersih

Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa keberlanjutan air minum bagi warga serta tindakan pencegahan bencana menjadi prioritas penanganan saat menghadapi musim kemarau yang berlangsung lama. “Kami menekankan langkah mitigasi untuk mengurangi efek kekeringan dan ancaman bencana lainnya di Jakarta,” jelas Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Senin.

“Kami menekankan langkah mitigasi untuk mengurangi efek kekeringan dan ancaman bencana lainnya di Jakarta,” jelas Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Senin.

Menurut Isnawa, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini mengenai fenomena cuaca kering yang dipengaruhi El Nino. Dengan informasi tersebut, BPBD DKI berusaha mengambil langkah-langkah untuk mengurangi kerusakan akibat kondisi tersebut. Selain itu, lembaga itu juga aktif menyusun persiapan pasokan air bagi masyarakat, terutama di daerah yang rentan terhadap kekeringan.

Isnawa menambahkan bahwa BPBD DKI melakukan kerja sama dengan berbagai institusi, seperti PAM Jaya, Dinas Sumber Daya Air, BAZNAS, serta pihak-pihak terkait lainnya. Upaya ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan air bersih secara optimal. Pemeliharaan armada transportasi air menjadi bagian penting, meliputi puluhan unit mobil tangki, tandon air, serta Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang bisa dipindahkan atau dipasang tetap.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Di samping itu, BPBD DKI juga memperkuat penanganan risiko kebakaran di area padat penduduk. Fenomena El Nino, yang menyebabkan suhu tinggi ekstrem, membuat kemungkinan terjadinya kebakaran meningkat. Untuk mengatasi hal ini, BPBD menginisiasi pengawasan dan perbaikan instalasi listrik di permukiman dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah, guna mencegah kebocoran listrik yang bisa memicu api.

“Masyarakat dianjurkan lebih hati-hati dalam merawat perangkat elektronik dan colokan listrik, serta mematikan aliran listrik yang tidak digunakan,” tambahnya.