Special Plan: Pemkot Jakbar himpun 78 ekor hewan kurban untuk disalurkan

IMG_20260527_225512

Pemkot Jakbar himpun 78 ekor hewan kurban untuk disalurkan

Special Plan – Jakarta – Pemerintah Kota Jakarta Barat (Jakbar) berhasil menyamungkan 78 ekor hewan kurban yang akan didistribusikan kepada warga yang mengajukan. Kepala Daerah Jakbar, Iin Mutmainnah, mengungkapkan bahwa seluruh hewan kurban yang masuk ke kantor wali kota telah dipastikan sehat melalui pemeriksaan oleh petugas Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (Sudin KPKP). “Kita memastikan kesehatan hewan kurban secara menyeluruh sebelum disalurkan,” jelasnya saat ditemui di Jakarta, Rabu. Pemkot Jakbar juga berkomitmen mengkoordinasikan distribusi hewan tersebut ke berbagai lembaga seperti masjid, mushalla, pesantren, serta masyarakat yang membutuhkan.

Langkah Pemkot Jakbar dalam Penyaluran Kurban

Menurut Iin, selain pemeriksaan kesehatan, proses distribusi hewan kurban juga melibatkan pertimbangan kelayakan berdasarkan syariat Islam. “Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan hewan yang akan dikurbankan memenuhi standar kesehatan dan ketentuan agama,” imbuhnya. Selama masa Idul Adha, Pemkot Jakbar terus berupaya menyalurkan hewan kurban secara adil dan transparan, dengan memprioritaskan kebutuhan masyarakat yang tidak mampu.

“Semua hewan kurban yang masuk ke kantor wali kota sudah dicek kesehatannya oleh dokter hewan, dan ini dikoordinasikan oleh Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat,” ujar Iin. Pemkot Jakbar pun mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyalurkan hewan kurban ke Kantor Wali Kota Jakarta Barat. “Mudah-mudahan semangat kebersamaan dan sinergi ini terus kita bangun untuk melaksanakan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.

Dalam upaya memastikan kualitas hewan kurban, Sudin KPKP Jakarta Barat telah mengambil peran aktif sejak awal. Pemeriksaan kesehatan terhadap hewan ternak dilakukan secara berkala, baik di tempat pemeriksaan maupun di lokasi kurban. “Proses ini bertujuan agar masyarakat merasa yakin bahwa hewan yang akan disembelih memiliki kondisi optimal,” tambah Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP, Tanti.

Proses Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban

Sebelumnya, petugas Sudin KPKP telah melakukan verifikasi di Masjid Assahara, Jalan Kembangan Raya, Kembangan, Jakarta Barat. Pemeriksaan tersebut dilakukan menjelang Idul Adha, Senin (25/5) sore. Tanti menjelaskan bahwa pemeriksaan bertujuan memastikan hewan kurban layak dikurbankan, baik dari segi kesehatan fisik maupun kebersihan. “Kita memeriksa kondisi mata, gigi, lidah, dan mengambil sampel air liur untuk memvalidasi kebersihan hewan,” terangnya.

Berbagai indikator kesehatan diukur secara detail, seperti detak jantung, suhu tubuh, serta kondisi mulut, kuku, dan hidung. “Petugas juga memeriksa tanda-tanda penyakit yang mungkin tidak terlihat di permukaan,” lanjut Tanti. Selain itu, dokumen Surat Kesehatan Hewan (SKH) diperiksa untuk memastikan hewan tersebut memenuhi standar halal dan thayyib. “Ini menjadi bukti bahwa hewan kurban yang disalurkan memiliki kelayakan untuk digunakan dalam ibadah,” kata Tanti.

“Pemeriksaan kesehatan hewan kurban ke masjid-masjid dilakukan untuk melihat apakah hewan layak dikurbankan atau tidak. Sebanyak 16 ekor sapi dan delapan ekor kambing telah kami periksa di masjid ini,” ujar Tanti, Senin (25/5). Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas hewan kurban dan meminimalkan risiko penyakit pada masyarakat.

Dalam rangka meningkatkan transparansi, Pemkot Jakbar juga menyediakan akses informasi terkait proses pemeriksaan. Seluruh warga yang mengajukan hewan kurban diberikan pilihan berkisar dari 51 sapi hingga 27 kambing. “Jumlah ini mencerminkan kebutuhan masyarakatJakbar selama masa Idul Adha,” kata Iin. Selain itu, Pemkot juga berupaya mengoptimalkan penggunaan hewan kurban dengan memperhatikan distribusi yang merata, terutama di wilayah yang kurang terjangkau.

Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat, Tanti, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan kurban tidak hanya dilakukan di Masjid Assahara, tetapi juga di berbagai masjid lain di Jakbar. “Setiap hewan yang diusulkan untuk dikurbankan harus melalui verifikasi yang ketat, termasuk mengecek aktifitas vaksinasi dan aspek sanitasi,” tambahnya. Tanti menambahkan, pengecekan ini memastikan bahwa hewan kurban tidak hanya sehat secara fisik tetapi juga terbebas dari penyakit yang bisa menular kepada manusia.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan masyarakat, Pemkot Jakbar juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga. “Kerja sama dengan Sudin KPKP memudahkan proses pemeriksaan, sehingga hewan kurban dapat disalurkan tepat waktu,” ujar Iin. Ia menambahkan bahwa selain memastikan kesehatan hewan, distribusi juga diarahkan ke wilayah yang membutuhkan bantuan khusus, seperti daerah rawan kekacauan atau warga yang kurang mampu.

Manfaat Kurban bagi Masyarakat Jakarta Barat

Kebijakan penyaluran hewan kurban ini diharapkan dapat memperkuat semangat kepedulian sosial. Iin menuturkan, kegiatan tersebut bukan hanya sebagai bentuk keagamaan, tetapi juga sebagai wujud peran aktif pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan warga. “Kurban menjadi simbol kebersamaan, di mana setiap hewan yang disalurkan berpotensi memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” katanya.

Distribusi hewan kurban dilakukan melalui mekanisme yang terstruktur. Setiap permohonan harus melengkapi berbagai dokumen seperti surat pengajuan dan SKH. “Kita juga memastikan bahwa hewan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan jumlah yang dibutuhkan,” jelas Iin. Langkah ini bertujuan menghindari pengadaan berlebihan atau pengalihan hewan kurban ke pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

Lebih lanj