Pemkot Jakut gencarkan penertiban parkir liar cegah kemacetan
Pemkot Jakut Intensif Lakukan Penertiban Parkir Liar untuk Mengatasi Kemacetan
Pemkot Jakut gencarkan penertiban parkir liar – Untuk menangani masalah kemacetan yang terus mengganggu arus lalu lintas, Pemerintah Kota Jakarta Utara (Jakut) tengah mengintensifkan operasi gabungan penertiban parkir liar di berbagai wilayah. Tindakan ini bertujuan mengembalikan fungsi jalan raya sebagai jalur utama transportasi dan mengurangi titik-titik penumpukan kendaraan yang menyebabkan hambatan lalu lintas. Operasi yang berlangsung selama sepekan terakhir ini melibatkan petugas dari Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakut, serta berbagai metode seperti penilangan, penderekan, dan operasi cabut pentil.
Operasi Terpusat di Lima Wilayah Kecamatan
Penertiban dilakukan secara berkala di lima kecamatan utama, termasuk Kelapa Gading, Tanjung Priok, Pademangan, Penjaringan, dan Koja. Rudy Saptari Sulesuryana, Kepala Sudinhub Jakarta Utara, menjelaskan bahwa operasi ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan penggunaan ruang jalan dan memperbaiki kondisi lalu lintas yang selama ini menjadi keluhan warga. “Penindakan terhadap kendaraan yang melanggar aturan parkir terus dilakukan hingga akhir periode operasi pada 15 Juni 2026,” ujarnya, Rabu.
Dalam beberapa hari terakhir, petugas berhasil menyita ratusan kendaraan dari berbagai jenis, termasuk sepeda motor, mobil pribadi, bus, dan truk trailer. Rudy menyebutkan bahwa selain menilang pelanggar, tim juga menggunakan metode penderekan dan operasi cabut pentil untuk memastikan kendaraan tidak mengganggu jalur lalu lintas. “Ini bukan hanya untuk mengurangi kemacetan, tapi juga menciptakan ketertiban dan kenyamanan bagi pengguna jalan,” lanjutnya.
“Penertiban akan terus berlangsung secara konsisten untuk memastikan jalur lalu lintas tetap lancar,” kata Rudy.
Berdasarkan data yang dihimpun, hasil operasi selama sepekan terakhir menunjukkan penindakan signifikan di tiap kecamatan. Yulza Romadhoni Putra, Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Lalu Lintas serta Angkutan Jalan (LLAJ) Sudinhub Jakut, membeberkan jumlah kendaraan yang terjaring setiap hari. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mengurangi hambatan, tetapi juga memberi efek jera kepada pelaku parkir liar.
Dalam operasi di Kecamatan Kelapa Gading pada 8 Juni, 11 sepeda motor ditarik ke lokasi penampungan resmi. Selain itu, 19 kendaraan melanggar aturan parkir mengalami operasi cabut pentil, sementara lima mobil diberi sanksi penderekan. Pada hari berikutnya, 9 Juni, operasi berlanjut di Kecamatan Tanjung Priok. Di sana, 16 sepeda motor diangkut, lima mobil diderek, dan tiga truk trailer ditilang. Tiga kendaraan lainnya dikenai operasi cabut pentil, serta dua juru parkir liar diamankan.
Di Kecamatan Pademangan pada 10 Juni, petugas mengangkut 15 sepeda motor dan melakukan penderekan empat mobil. Sebanyak empat kendaraan diberi sanksi tilang, sementara dua unit kendaraan lainnya dikenai operasi cabut pentil. Operasi di Kecamatan Penjaringan pada 11 Juni lebih intensif, dengan 16 sepeda motor ditarik, empat mobil diderek, dan 71 kendaraan dikenai cabut pentil. Dua unit kendaraan juga diberi sanksi tilang, serta empat juru parkir liar diamankan.
Pada hari terakhir operasi, 15 Juni, fokus penindakan ditempatkan di Kecamatan Koja dan Tanjung Priok. Di Koja, tujuh kendaraan ditarik ke penampungan resmi, satu mobil diderek, dan 18 kendaraan mengalami operasi cabut pentil. Sementara di Tanjung Priok, tiga armada bus serta enam truk trailer mendapatkan sanksi BAP atau tilang. “Kendaraan roda empat atau lebih yang terjaring penderekan akan diproses administrasinya di lokasi penampungan,” ujar Yulza.
Masyarakat Berharap Tindakan Ini Berdampak Nyata
Usaha penertiban parkir liar ini mendapat dukungan dari warga sekitar. Banyak pengendara mengakui bahwa tindakan tegas seperti operasi cabut pentil dan penderekan efektif mengurangi penumpukan kendaraan di titik-titik rawan kemacetan. “Sebelumnya, jalan raya sering dipakai sebagai tempat parkir, sehingga memperparah kemacetan. Now, setelah operasi, jalur lalu lintas terasa lebih lega,” kata salah satu warga di Kelapa Gading.
Rudy menambahkan bahwa selama operasi, tim juga melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mematuhi aturan parkir. “Kami sampaikan bahwa parkir liar tidak hanya mempersulit arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan,” katanya. Selain itu, pihaknya berencana menggandeng dinas terkait untuk melakukan pemantauan lebih lanjut setelah operasi selesai.
“Operasi ini adalah bagian dari upaya jangka panjang untuk mengelola lalu lintas Kota Jakarta Utara,” kata Yulza.
Menurut Rudy, tindakan ini juga melibatkan koordinasi dengan kepolisian dan satuan lalu lintas lainnya. “Kami berharap dengan penertiban berkelanjutan, masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga ketertiban di jalan raya,” ujarnya. Pemkot Jakut menargetkan operasi ini sebagai langkah awal dalam menyediakan ruang terbuka yang lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan, termasuk pejalan kaki dan penjaga parkir.
Dalam beberapa minggu terakhir, Sudinhub Jakut telah melakukan penertiban lebih dari 1000 kendaraan. Tindakan ini terus berlangsung, dengan fokus pada titik-titik kemacetan yang paling kritis. “Kami siapkan sistem pelaporan online agar masyarakat bisa melaporkan pelanggaran parkir secara langsung,” tambah Rudy. Sistem ini diharapkan mampu mempercepat proses penindakan dan meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga keteraturan lalu lintas.
Kebutuhan Infrastruktur dan Kesadaran Masyarakat
Rudy juga mengingatkan bahwa penertiban parkir liar hanya salah satu cara untuk mengatasi masalah kemacetan. “Pemkot Jakut juga sedang mengupayakan peningkatan infrastruktur jalan, termasuk pembangunan parkir terpusat dan memperluas jalur khusus,” ujarnya. Hal ini dilakukan sebagai upaya jangka panjang untuk mengurangi tekanan pada jalur umum.
Di sisi lain, Yulza menegaskan bahwa kesadaran masyarakat menjadi faktor penting. “Meski ada penindakan tegas, kami juga berusaha menyosialisasikan aturan parkir melalui berbagai media, seperti poster, brosur, dan sosialisasi langsung di lingkungan permukiman,” katanya. Dengan pendekatan ini, diharapkan perilaku parkir liar dapat dikurangi secara signifikan.
Hasil operasi yang diumumkan oleh Sudinhub Jakut menunjukkan adanya peningkatan jumlah pelanggar yang terjaring. Dalam seminggu terakhir, total kendaraan yang ditindak mencapai lebih dari 300 unit, dengan rata-rata 40-50 kendaraan per hari. “Data ini membantu kami memantau efektivitas operasi dan menyesuaikan strategi penertiban,” jelas Yulza.
