Main Agenda: Menpar kawal kesiapan Belitong jelang revalidasi UNESCO

WhatsApp-Image-2026-07-05-at-22.22.38

Menpar Kawal Kesiapan Belitong Jelang Revalidasi UNESCO

Main Agenda – Di Jakarta, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana aktif mengawasi persiapan taman bumi Belitong sebagai salah satu geopark yang akan diuji ulang statusnya sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) pada 3–7 Agustus 2026. Upaya ini melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemangku kepentingan lokal, untuk memastikan semua aspek kepariwisataan dan geologi dalam kawasan tersebut berkembang optimal. Dalam pernyataan resmi yang diungkapkan di Jakarta, Senin, Widiyanti mengatakan bahwa pertemuan saat ini bertujuan menggali progres penerapan rekomendasi dari UNESCO, sekaligus memperkuat kemitraan antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat, serta sektor wisata.

Aspek Kunci yang Diperbaiki

Dalam persiapan menuju revalidasi, Widiyanti menekankan beberapa faktor yang perlu ditingkatkan. Pertama, kelembagaan pengelola geopark harus lebih solid agar kebijakan dan program dapat berjalan secara terstruktur. Kedua, dukungan anggaran diperlukan untuk memastikan aktivitas promosi dan pengembangan fasilitas tetap berkelanjutan. Selain itu, perlu dituntaskan regulasi-regulasi yang menjadi dasar pengelolaan kawasan. Widiyanti juga menyebutkan bahwa kesiapan masyarakat sekitar geosite menjadi faktor penting, karena keberhasilan geopark bergantung pada partisipasi aktif warga. Tak ketinggalan, narasi geologis dan cerita wisata yang disampaikan di setiap lokasi geosite harus lebih menarik dan informatif agar pengunjung dapat merasakan nilai unik Belitung.

Untuk meningkatkan daya tarik geopark, promosi harus lebih terarah. Menteri Pariwisata menekankan bahwa kawasan ini perlu dipromosikan secara konsisten sebagai destinasi wisata yang memiliki keunikan geologi dan budaya. Langkah-langkah seperti pemasangan tanda-tanda pengenalan di lokasi utama, penyelenggaraan seminar internasional, serta pembuatan papan informasi dalam dua bahasa menjadi prioritas. Papan informasi tersebut dirancang tahan terhadap perubahan cuaca, baik hujan maupun panas, sehingga dapat berfungsi lebih lama dan memberikan layanan yang memadai kepada pengunjung.

Langkah-Langkah Pendukung dari Pemerintah Pusat

Kementerian Pariwisata memberikan perhatian khusus dalam mendukung Belitong menjelang revalidasi. Langkah yang diambil meliputi pembuatan laman web resmi yang diperbarui secara berkala, serta integrasi informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memberi peringatan dini terkait fenomena alam seperti hujan deras, badai, dan gelombang tinggi. Dukungan ini dirancang agar pengunjung dapat memahami risiko dan mempersiapkan kunjungan mereka dengan lebih baik.

Penguatan program edukasi Geopark Goes to School juga menjadi bagian dari strategi pemerintah pusat. Program ini bertujuan memberikan wawasan geologi kepada generasi muda melalui pembelajaran di sekolah. Selain itu, keterlibatan komunitas lokal dan pelaku wisata diperlukan agar keberlanjutan pengelolaan kawasan bisa dijaga. Widiyanti menyatakan bahwa tindak lanjut dari rekomendasi UNESCO tidak hanya berupa dokumen administratif, tetapi juga harus diubah menjadi tindakan nyata, seperti perbaikan infrastruktur dan penguatan manajemen.

“Seluruh rekomendasi dan saran UNESCO harus dijawab dengan kerja nyata, tata kelola yang kuat, serta koordinasi yang rapi antara pemerintah daerah, pengelola geopark, komunitas, pelaku wisata, dan masyarakat,” ujarnya.

Kemitraan dan Peran Bupati Belitung

Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, mengungkapkan bahwa pemerintah kabupaten terus berupaya memperkuat pengelolaan kawasan Belitong UNESCO Global Geopark. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mencapai tujuan menjaga kelestarian dan kembali meraih status hijau. “Ini adalah PR kita untuk bekerja keras, bersama-sama mengembalikan geopark ini menjadi hijau kembali,” kata Djoni. Ia berharap keterlibatan masyarakat lokal bisa meningkat, sehingga kekayaan alam dan budaya kawasan tersebut dapat dirasakan oleh lebih banyak pengunjung.

Belitong mencapai status UNESCO Global Geopark sejak ditetapkan dalam sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-211 di Paris, Prancis, pada April 2021. Kawasan ini memiliki luas sekitar 4.800 kilometer persegi di daratan dan 13.000 kilometer persegi di laut, dengan 24 lokasi geosite yang tersebar di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Dalam revalidasi pertama yang diadakan pada 15–20 Juli 2024, tim asesor UNESCO memberikan lima rekomendasi dan empat saran perbaikan, yang berujung pada status kartu kuning. Kini, kesiapan untuk revalidasi kedua menjadi fokus utama, dengan harapan kekurangan dari evaluasi sebelumnya bisa diperbaiki secara signifikan.

Strategi dan Target Revalidasi 2026

Revalidasi pada 2026 bukan hanya tentang memenuhi standar UNESCO, tetapi juga memperkuat nilai konservasi dan edukasi yang menjadi tujuan geopark. Widiyanti menjelaskan bahwa storytelling di setiap geosite harus lebih kreatif, agar pengunjung bisa merasakan kisah-kisah geologis, alam, dan budaya yang ada. Ini mencakup penggunaan teknologi atau pendekatan interaktif dalam menyampaikan informasi kepada wisatawan.

Persiapan Belitong di bawah pengawasan Menpar juga mencakup koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan semua rekomendasi UNESCO direspons secara serius. Selain itu, pembangunan infrastruktur yang ramah lingk