Polisi tangkap pelaku perampokan bersenjata pistol mainan di Bekasi

1000857750

Polisi Tangkap Pelaku Perampokan Bersenjata Pistol Mainan di Bekasi

Pelaku Curas Diungkap Setelah Berhasil Dibekuk di Lokasi Persembunyiannya

Polisi tangkap pelaku perampokan bersenjata pistol – Jakarta – Seorang pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang menggunakan senjata berupa pistol mainan berhasil ditangkap oleh petugas Tim Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Pelaku, seorang mahasiswa berinisial ARM (20 tahun), diketahui melakukan aksinya di sebuah minimarket di kawasan Jaka Setia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada Kamis (18/6). Berdasarkan laporan polisi bernomor LP/B/162/VI/2026/SPKT/Polsek Bekasi Selatan, penangkapan berlangsung di Kampung Cibeber, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (19/6) sekitar pukul 10.30 WIB.

Penangkapan ini menunjukkan kecepatan dan keterlibatan petugas dalam menyelidiki kejahatan yang terjadi di tempat tersebut. Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, mengonfirmasi bahwa pelaku utama perampokan tersebut telah berhasil ditahan. Ia menjelaskan bahwa ARM bertindak sebagai eksekutor tunggal dalam aksi kejahatan yang mempermainkan warga dan memperbesar keterkejutan saat kejadian terjadi. “Pelaku berstatus sebagai mahasiswa, dan aksinya dilakukan sendirian dengan menggunakan benda menyerupai senjata api jenis Pietro Beretta,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

“Benar, tim operasional Subdit Jatanras Polda Metro Jaya memastikan penangkapan pelaku utama. Ia melarikan diri setelah melakukan aksi, namun kini berhasil dibekuk tanpa perlawanan,” tutur AKBP Abdul Rahim.

Sebelumnya, video perampokan diunggah ke media sosial Instagram oleh akun @bekasi.kita, menyoroti aksi pelaku yang mengejutkan. Video tersebut memperlihatkan pelaku memasuki gerai Alfamart di Jalan Surya Raya dengan mengenakan masker, topi, serta jaket penutup kepala (hoodie) untuk menutupi identitas. Dalam laporan polisi, petugas menjelaskan bahwa penyelidikan berlangsung cepat, dengan kombinasi pengumpulan bukti lapangan dan analisis digital.

Kanit 2 Jatanras Polda Metro Jaya, AKP Reza Arif Hadafi, menambahkan bahwa penangkapan dilakukan setelah berbagai langkah terukur diambil. “Tersangka ARM berhasil ditemukan di tempat persembunyiannya. Kami memantau rekaman kamera pengawas (CCTV) serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat proses,” katanya. Penyelidikan berjalan intensif, sehingga pelaku bisa diungkap dalam waktu singkat. Reza juga menyebutkan bahwa aksi perampokan terjadi sekitar pukul 07.15 WIB di lantai dasar minimarket tersebut.

“Pelaku langsung menuju meja kasir dan menodongkan benda mirip pistol dari balik bajunya ke arah dua pegawai yang sedang bertugas, yakni NA dan TI. Ia kemudian menggiring korban ke lantai dua menuju ruang brankas,” ujar AKP Reza.

Dalam proses perampokan, pelaku memaksa korban membuka brankas dan mengambil uang tunai senilai Rp11,6 juta. Setelah itu, pelaku mengunci kedua pegawai dari luar ruangan tersebut. Sebelum melarikan diri, ia kembali ke lantai satu untuk menguras laci kasir sebesar Rp500 ribu serta mengambil 14 bungkus rokok dari rak pajangan. Total kerugian yang terjadi mencapai Rp12,1 juta.

Barang bukti yang disita dari tangan ARM meliputi uang tunai hasil kejahatan sebesar Rp3,9 juta, 14 bungkus rokok merek Marlboro Filter Black, satu unit pistol mainan, serta pakaian, topi, masker, dan telepon genggam yang digunakan saat aksi berlangsung. Penyidik menilai bahwa senjata mainan menjadi alat penipu yang efektif, karena membuat korban kewalahan dan tidak segera mengambil tindakan.

Kasus ini dijeratkan pada Pasal 479 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang menetapkan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun. Penangkapan pelaku menunjukkan bahwa kepolisian tetap aktif dalam menindaklanjuti tindakan kriminal yang dilakukan dengan cara menyerupai kejahatan berat. Selain itu, penangkapan ini juga memberikan kejelasan bagi masyarakat setempat yang sempat terkejut karena aksi kejahatan yang berlangsung di minimarket tersebut.

Pelaku yang merupakan mahasiswa ini memanfaatkan lingkungan minimarket yang ramai sebagai titik masuk. Ia berpura-pura sebagai pelanggan biasa untuk mengalihkan perhatian pegawai. Taktik ini memperlihatkan kemampuan pelaku dalam merencanakan aksi, terutama dengan penggunaan senjata mainan yang tidak menyebabkan cedera serius. Meski demikian, kejadian ini tetap menimbulkan kecemasan di wilayah Jaka Setia, karena tindakan kejahatan yang terlihat serius namun menggunakan alat yang tidak berbahaya.

Keberhasilan penangkapan menunjukkan koordinasi yang baik antara petugas lapangan dan tim investigasi. Selama penyelidikan, polisi memanfaatkan rekaman CCTV sebagai bukti utama. Hasil dari analisis video tersebut membantu menemukan titik persembunyian pelaku. Dengan barang bukti yang terkumpul, pelaku kini ditahan di ruang tahanan Mapolda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum. Langkah ini diharapkan memberikan efek jera kepada masyarakat dan mengurangi potensi tindakan serupa di masa depan.

Peristiwa kejahatan ini juga menjadi perhatian bagi warga sekitar yang mengunggah video ke media sosial sebagai bentuk dokumentasi. Media sosial menjadi alat penting dalam mempercepat proses investigasi, karena memperlihatkan detail aksi kejahatan yang sebelumnya tidak terlihat jelas oleh mata terbuka. Selain itu, video tersebut juga menjadi saksi bisu tentang tingkat kecanggihan perencanaan pelaku. Perampokan dengan pistol mainan memperlihatkan bagaimana teknologi dan benda-benda sehari-hari bisa dimanfaatkan untuk melancarkan tindakan kriminal.

Investigasi terus berjalan untuk menemukan kemungkinan pelaku lain atau alat bukti tambahan. Namun, untuk sementara, ARM menjadi satu-satunya tersangka yang telah ditetapkan. Penyidik juga mengevaluasi kembali langkah-langkah pencegahan serupa di tempat-tempat umum, terutama minimarket yang menjadi target sering kali. Kejadian ini memicu diskusi tentang kewaspadaan warga terhadap ancaman kejahatan, terlepas dari alat yang digunakan.

Keburukan perampokan ini membawa dampak yang signifikan bagi minimarket yang menjadi korban. Uang tunai, barang-barang, serta ketidaknyamanan pengunjung adalah