Menag: Harmony in Diversity Award tegaskan nilai kemanusiaan

khrisna-edit-1784145033-69e7380fcc

Penghargaan Harmony in Diversity Award Menegaskan Fondasi Kemanusiaan di Asia Tenggara

Menag – Jakarta – Penyelenggaraan Harmony in Diversity Award dipandang sebagai langkah strategis regional yang melampaui fungsi pemberian penghargaan kepada individu. Menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar, acara ini memiliki peran penting dalam menegaskan nilai-nilai kemanusiaan sebagai elemen perekat masyarakat Asia Tenggara yang kaya akan keberagaman budaya dan agama. Inisiatif ini tidak hanya mengakui kontribusi personal, tetapi juga menyoroti urgensi dialog antarbudaya di kawasan tersebut.

Menurut Menag Nasaruddin Umar, penghargaan ini berfungsi sebagai sumber inspirasi bagi lebih banyak individu dan komunitas di seluruh Asia Tenggara untuk memperkuat hubungan saling pengertian dan harmoni. Pernyataan beliau disampaikan pada acara Harmony in Diversity Award yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Rabu, tanggal 15 Juli. Melalui kesempatan ini, berbagai pihak dapat melihat bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dapat menjadi fondasi kuat bagi kehidupan bersama di tengah perbedaan.

Apresiasi untuk Kardinal Orlando Quevedo

Harmony in Diversity Award memberikan penghormatan khusus kepada Kardinal Orlando Beltran Quevedo atas dedikasinya yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Karya beliau dalam membangun perdamaian dan dialog antaragama di wilayah Mindanao menjadi teladan bagi banyak pihak. Pengakuan ini mencerminkan betapa pentingnya peran tokoh agama dalam menciptakan kerukunan di masyarakat.

“Kiprah Kardinal Orlando Quevedo di Mindanao menunjukkan bagaimana perdamaian dapat dibangun melalui kasih sayang, rekonsiliasi, serta penghormatan terhadap martabat dan hak-hak dasar setiap manusia,” kata Nasaruddin Umar.

Kontribusi Kardinal Quevedo tidak hanya terbatas pada tingkat lokal, tetapi juga memiliki dampak yang lebih luas dalam konteks regional. Beliau telah menunjukkan bahwa dialog antaragama bukan sekadar pertemuan formal, melainkan proses berkelanjutan yang memerlukan komitmen nyata dari para pemimpin agama.

Filosofi “Dialogue of Life” Menurut Halimah Yacob

Halimah Yacob, yang menjabat sebagai Patron Harmony in Diversity Award, menekankan pentingnya filosofi “Dialogue of Life”. Konsep ini berlandaskan keyakinan bahwa harmoni sejati dibangun melalui hubungan-hubungan sederhana yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Hubungan-hubungan ini melibatkan orang-orang dari berbagai latar belakang agama dan komunitas yang berbeda-beda.

“Individu maupun organisasi yang kita beri penghargaan hari ini mengingatkan kita bahwa harmoni dibangun melalui pilihan-pilihan sederhana setiap hari: untuk mendengarkan, menghormati, dan membangun jembatan di tengah berbagai perbedaan yang kita miliki,” kata mantan Presiden Singapura ini.

Pernyataan Halimah Yacob menyoroti bahwa harmoni bukanlah keadaan statis yang terjadi begitu saja, melainkan hasil dari upaya sadar yang dilakukan secara konsisten. Setiap individu memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan saling menghargai.

Selain menyampaikan pandangannya, Halimah juga berkesempatan mengunjungi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta. Menurut beliau, struktur tersebut telah menjadi simbol kuat harmoni antarumat beragama. Terowongan ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat saling pengertian serta mendorong kehidupan berdampingan secara damai di tengah keberagaman yang ada.

“Harmoni bukanlah sesuatu yang dapat kita anggap akan selalu ada. Setiap generasi harus secara sadar berupaya memelihara dan memperkuatnya,” ujar Halimah.

Proses Nominasi dan Peserta Acara

Harmony in Diversity Award, yang diselenggarakan oleh Temasek Foundation bekerja sama dengan 5P Global Movement, memberikan penghargaan kepada individu-individu di Asia Tenggara. Para penerima penghargaan telah menunjukkan kontribusi luar biasa dalam membangun harmoni di antara masyarakat dari berbagai latar belakang budaya. Penyelenggaraan perdana penghargaan ini didahului oleh proses nominasi tingkat regional yang menerima lebih dari 70 nominasi dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Jumlah nominasi yang mencapai lebih dari tujuh puluh ini mencerminkan banyaknya individu dan organisasi yang setiap hari berupaya memperkuat harmoni di komunitas mereka. Proses seleksi yang ketat memastikan bahwa hanya kandidat terbaik yang menerima pengakuan atas jasa-jasa mereka.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ng Boon Heong selaku Executive Director and Chief Executive Officer Temasek Foundation serta Pendiri 5P Global Movement, M. Arsjad Rasjid. Kehadiran para tokoh penting ini menunjukkan dukungan kuat dari berbagai pihak terhadap inisiatif regional ini. Melalui kolaborasi ini, Harmony in Diversity Award berharap dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Asia Tenggara dalam jangka panjang.