Latest Program: UGM gandeng kampus Thailand, perkuat jejaring dan riset global

UGM gandeng kampus Thailand, perkuat jejaring dan riset global

Latest Program – Yogyakarta, Jumat – Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Fakultas Peternakan telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan International College Maejo University, Thailand, sebagai upaya memperkuat kemitraan internasional untuk meningkatkan kualitas penelitian dan inovasi. Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof Budi Guntoro, dalam pernyataannya di Yogyakarta, Minggu, menyampaikan bahwa kerja sama ini dikuatkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) di Chiang Mai, Thailand, beberapa hari lalu. “Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas jejaring internasional, sekaligus menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah,” katanya.

Menurut Prof Budi, kerja sama ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga langsung diimplementasikan melalui riset kolaboratif yang melibatkan para dosen dan peneliti dari kedua institusi. “Kami berharap hasil penelitian bersama ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu peternakan, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan,” jelasnya. Ia menekankan bahwa MoA ini merupakan fondasi penting dalam mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar-peneliti, serta memperkuat kekuatan akademik di tingkat internasional.

“Kerja sama ini bukan hanya memperluas jejaring internasional, tetapi juga menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah,” kata Prof Budi Guntoro.

Prof Budi mengungkapkan bahwa pelaksanaan penelitian bersama adalah bentuk nyata dari MoA tersebut. Riset ini didukung oleh hibah IJRA Equity UGM, yang berperan dalam memastikan sumber daya yang memadai untuk proyek kolaboratif. Dengan adanya kerja sama ini, kedua universitas menargetkan sejumlah pencapaian strategis, seperti peningkatan jumlah dan kualitas publikasi ilmiah yang memiliki reputasi, penguatan riset lintas negara, serta percepatan pertukaran pengetahuan dan keahlian antar-peneliti. Selain itu, MoA juga menjadi bagian dari upaya internasionalisasi perguruan tinggi, khususnya dalam mendorong program riset unggulan yang berdampak luas.

Kemitraan antara UGM dan Maejo University diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam beberapa bidang. Di antaranya, peningkatan kualitas pendidikan melalui pertukaran mahasiswa dan dosen, serta pengembangan program penelitian yang relevan dengan isu dunia. Prof Budi menjelaskan bahwa penelitian bersama ini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga berusaha memberikan solusi praktis bagi masyarakat. “Kami ingin melahirkan inovasi yang dapat diaplikasikan di lapangan, baik dalam sektor pertanian maupun industri terkait,” tegasnya.

Dalam kerja sama ini, UGM dan Maejo University akan menyelaraskan keahlian dan pengalaman mereka dalam bidang peternakan. Beberapa topik penelitian yang diusulkan mencakup teknologi pertanian modern, manajemen sumber daya hayati, serta pengembangan produk pertanian yang ramah lingkungan. Kolaborasi antar-peneliti diharapkan dapat menciptakan ruang dialog yang lebih luas, sehingga mendorong terbentuknya konsensus ilmiah yang dapat dijadikan dasar kebijakan.

MoA yang ditandatangani di Chiang Mai menjadi pengukuhan formal dari hubungan strategis ini. Selain itu, kerja sama tersebut juga membuka peluang untuk melakukan pertukaran program studi, mengadakan forum ilmiah bersama, serta melibatkan mahasiswa dalam proyek penelitian lintas budaya. Prof Budi menyampaikan bahwa perjanjian ini diharapkan menjadi awal dari kegiatan-kegiatan lanjutan, termasuk pertemuan rutin dan workshop yang mengundang pakar dari berbagai negara.

Pentingnya Riset Global dalam Peningkatan Daya Saing Akademik

Menurut Prof Budi, peningkatan daya saing akademik di tingkat global menjadi prioritas utama UGM. “Dengan melibatkan universitas Thailand dalam riset, kami bisa memperkaya perspektif dan metodologi yang digunakan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pertukaran ilmu pengetahuan antar-pegawai akademik akan memperkuat kemampuan UGM dalam menghasilkan riset yang relevan dengan kebutuhan dunia. “Kami juga ingin membangun jejaring peneliti yang berkelanjutan, sehingga mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas tinggi,” jelasnya.

Kerja sama dengan Maejo University dianggap sebagai salah satu langkah penting dalam menyasar pasar global. Dengan kehadiran institusi asing, UGM bisa memperluas akses ke sumber daya dan teknologi terkini. “Riset bersama ini memberikan ruang bagi kami untuk menguji konsep yang mungkin belum diterapkan di Indonesia,” tambah Prof Budi. Ia juga menyebutkan bahwa kolaborasi ini memberikan peluang untuk membangun hubungan erat antar-kampus, yang selanjutnya bisa dijadikan dasar untuk kerja sama yang lebih luas di masa depan.

Tantangan Global dan Kontribusi dari Penelitian Bersama

Menurut Prof Budi Guntoro, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh dunia pertanian saat ini adalah ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. “Penelitian bersama kami bertujuan untuk mencari solusi inovatif terhadap masalah ini,” katanya. Ia menjelaskan bahwa riset akan fokus pada pengembangan metode pertanian yang lebih efisien, serta optimalisasi penggunaan sumber daya alam. “Kami juga ingin mengeksplorasi teknologi baru yang bisa meningkatkan produktivitas peternakan,” tambahnya.

Prof Budi menyoroti pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan yang tidak bisa diselesaikan secara lokal. “Masalah seperti perubahan iklim atau krisis pangan memerlukan pendekatan kolektif, yang hanya bisa dicapai melalui kerja sama global,” katanya. Ia menekankan bahwa MoA ini merupakan wujud komitmen UGM untuk terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul di tingkat internasional. “Kami ingin menjadi bagian dari solusi yang dibutuhkan oleh masyarakat global,” pungkasnya.

Dalam jangka panjang, kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan akademik yang lebih dinamis. Selain itu, program riset bersama akan menjadi jembatan untuk memperkenalkan penelitian UGM ke dunia internasional. “Kami berharap melalui MoA ini, kualitas publikasi kami bisa meningkat, sehingga diterima oleh jurnal-jurnal ternama,” kata Prof Budi. Ia juga menyebutkan bahwa hasil riset akan menjadi bahan referensi bagi pengambil kebijakan, khususnya dalam sektor pertanian dan peternakan.

MoA antara UGM dan Maejo University dianggap sebagai cont