413 calon haji asal Lampung Selatan diberangkatkan
413 Calon Haji Asal Lampung Selatan Diberangkatkan
413 calon haji asal Lampung Selatan – Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu lokasi yang turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Sebanyak 413 jamaah calon haji dari wilayah tersebut berhasil melangkah ke tahap pemberangkatan pertama, dengan dimulai dari Masjid Agung Kecamatan Kalianda. Pemberangkatan ini dilakukan dalam rangka mengawali perjalanan spiritual ke Tanah Suci, Mekkah. Menurut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Lampung Selatan, Marwiyah Amin, jumlah jamaah yang tergabung dalam Kloter 17 mencapai 413 orang, terdiri dari 188 laki-laki dan 225 perempuan.
Perbedaan Pemberangkatan Antara Kecamatan
Marwiyah Amin menjelaskan bahwa dari total 413 jamaah, 286 di antaranya secara resmi dilepas di Masjid Agung Kalianda. Sementara 131 jamaah lainnya telah ditempatkan di Asrama Haji sebelumnya, berdasarkan pertimbangan tertentu. Mereka menunggu jadwal keberangkatan ke Madinah yang akan berlangsung dalam waktu dekat. “Adapun jamaah yang dilepas berasal dari beberapa kecamatan, termasuk Kalianda, Rajabasa, Penengahan, Ketapang, Palas, Sragi, Bakauheni, Sidomulyo, Katibung, dan Way Panji,” kata Marwiyah Amin dalam pernyataannya.
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 286 orang mengikuti pelepasan di Masjid Agung Kalianda. Sementara 131 lainnya telah berada di Asrama Haji dengan pertimbangan tertentu dan menunggu jadwal pemberangkatan,”
Dalam rangkaian perjalanan ibadah haji, jamaah akan menginap di Asrama Haji sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci. Marwiyah Amin menyebut bahwa jadwal pemberangkatan ke Madinah dijadwalkan pada Rabu (06/5), setelah sebelumnya melakukan perjalanan ke Asrama Haji pada Selasa (05/5). Keberangkatan ini merupakan bagian dari persiapan yang dilakukan secara terstruktur untuk memastikan semua jamaah dalam kondisi optimal.
Upacara Pelepasan dengan Sentuhan Emosional
Acara pelepasan ini juga dihadiri oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang secara langsung mengiringi rombongan jamaah. Upacara tersebut dianggap sebagai momen penting yang menjadi pengawal perjalanan spiritual bagi para jamaah. Radityo Egi Pratama menyampaikan bahwa acara ini menyatukan emosi haru dan kebahagiaan, sekaligus menjadi kesempatan bagi jamaah untuk memohon doa dan restu dari keluarga serta masyarakat sekitar.
“Hari ini adalah momen yang penuh haru dan bahagia. Bapak dan Ibu akan menunaikan niat suci yang telah dipersiapkan sejak lama,”
Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa pelepasan jamaah haji adalah bagian dari proses yang memadukan keberhasilan persiapan dan rasa syukur atas dukungan masyarakat. Ia mengapresiasi partisipasi jamaah dari berbagai kecamatan, yang membuktikan antusiasme masyarakat dalam menjalankan ibadah haji. “Pelepasan ini menjadi titik awal perjalanan spiritual yang telah lama dinantikan, sekaligus momen untuk menyatukan semangat antara jamaah dan komunitas,” ujarnya.
Peringatan Kesehatan dan Kepatuhan Petugas
Sebagai bagian dari persiapan, Marwiyah Amin memberikan pesan penting kepada jamaah calon haji. Ia menekankan perlunya menjaga kesehatan fisik dan mental selama perjalanan. “Ibadah haji akan menguji kesabaran dan keikhlasan. Jaga kesehatan, patuhi arahan petugas, dan saling membantu,” ucap Marwiyah Amin.
Menurutnya, rangkaian ibadah haji yang padat memerlukan kesiapan fisik dan mental yang maksimal. Dengan kondisi cuaca yang berbeda di Tanah Suci, jamaah diminta untuk memperhatikan pola makan dan minum yang cukup. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko kelelahan atau gangguan kesehatan selama beribadah. “Selain itu, jamaah juga diharapkan tetap menjaga kekompakan dalam menjalani setiap prosedur,” tambah Marwiyah Amin.
Pesannya menambahkan bahwa pemberangkatan ke Madinah tidak hanya menjadi awal dari ibadah haji, tetapi juga ujian spiritual yang memperkuat keimanan. Dengan mematuhi instruksi petugas dan menjaga kondisi sehat, jamaah dapat menjalani setiap tahap ibadah haji secara lancar. Marwiyah Amin juga berharap para jamaah tetap menjaga hubungan baik dengan sesama jamaah serta masyarakat setempat di Tanah Suci.
Proses Penyelenggaraan dan Harapan Masyarakat
Pemberangkatan calon haji dari Lampung Selatan kali ini memperlihatkan sistem penyelenggaraan yang terencana dan terorganisir. Marwiyah Amin menjelaskan bahwa proses ini dilakukan secara bertahap, mengingat jumlah jamaah yang cukup signifikan. “Kloter 17 merupakan bagian dari beberapa kelompok yang akan berangkat dalam jadwal yang diatur Kemenhaj,” katanya.
Di samping itu, acara pelepasan juga mencerminkan semangat kebersamaan antara jamaah, petugas, dan pemerintah daerah. Radityo Egi Pratama menyoroti peran masyarakat dalam memastikan keberhasilan pemberangkatan, terutama dalam menyuporti jamaah sebelum mereka berangkat. Ia berharap masyarakat tetap bersikap sabar dan penuh dukungan, baik secara spiritual maupun logistik.
Marwiyah Amin juga menyampaikan bahwa Kemenhaj telah melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek, termasuk keamanan, kebersihan, dan ketersediaan fasilitas. “Segala persiapan dilakukan dengan cermat agar jamaah tidak mengalami kendala sebelum tiba di Tanah Suci,” kata Marwiyah. Ia menambahkan bahwa harapan utama adalah para jamaah dapat menjalani ibadah haji secara lancar dan aman.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, pelepasan calon haji juga diiringi dengan doa dan salam perpisahan. Momen ini dianggap sebagai pengingat akan pentingnya perjalanan spiritual yang penuh makna. Radityo Egi Pratama menyebut bahwa selama ini masyarakat Lampung Selatan sudah mempersiapkan diri secara matang, termasuk melalui pelatihan dan pemantauan kesehatan.
“Kami berharap seluruh jamaah dapat menyelesaikan ibadah haji dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan semangat untuk menunaikan niat suci,” ujar Radityo Egi Pratama. Ia menegaskan bahwa keberangkatan
