CDC: Hantavirus sangat sulit menular dari orang ke orang

CDC: Hantavirus Sangat Sulit Menular dari Orang ke Orang

CDC – Dalam sebuah konferensi pers di Washington, Amerika Serikat, pada Senin (11/5), Direktur Divisi Kesehatan Migrasi Global Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional (CDC) David Fitter memberikan pernyataan bahwa hantavirus, khususnya jenis Andes, merupakan satu-satunya strain yang diketahui mampu menyebar dari manusia ke manusia. Meski demikian, proses penularan ini dianggap sangat langka terjadi, menurut Fitter. Ia menekankan bahwa hantavirus bukanlah virus baru dan umumnya tidak mudah menyebar antar individu.

“Virus Andes ini adalah satu-satunya yang bisa menular antar-manusia, tetapi penularannya sangat berat melalui kontak langsung dengan cairan tubuh, inhalasi partikel dari air liur, atau penggunaan barang pribadi secara dekat seperti sikat gigi. Ini berbeda dengan virus pernapasan yang lebih mudah menyebar, seperti flu atau corona,” jelas Fitter.

Sebelumnya, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat melaporkan bahwa dari 17 warga negara mereka yang dievakuasi dari kapal pesiar MV Hondius, satu orang menunjukkan gejala ringan akibat paparan hantavirus, sementara satu kasus lainnya dikonfirmasi positif terinfeksi varian Andes. Namun, tidak ada indikasi bahwa virus ini telah menyebar antar warga Amerika yang terlibat dalam perjalanan tersebut. NBC kemudian melaporkan bahwa pesawat yang membawa pasien dari kapal pesiar tersebut mendarat di Nebraska, di mana satu individu yang dinyatakan positif terinfeksi virus tidak menunjukkan gejala apa pun.

Wabah hantavirus mematikan yang terjadi di kapal pesiar Belanda MV Hondius diumumkan setelah kapal tersebut berlayar dari Argentina menuju Cape Verde. Menurut informasi terkini, kapal ini tiba di lepas pantai Tenerife, Kepulauan Canary, pada Minggu (10/5). Dalam perjalanan ini, WHO mengonfirmasi adanya tujuh kasus infeksi, tiga di antaranya mengakhiri nyawa pasien. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun hantavirus tidak terlalu aktif dalam penyebaran, kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko penularan.

Hantavirus termasuk kelompok virus yang biasanya ditularkan melalui interaksi dengan hewan pengerat, seperti tikus, gua, dan tikus air. Menurut Fitter, virus ini bisa menyebar ke manusia melalui inhalasi partikel dari urine atau air liur hewan pengerat, serta melalui kontak langsung dengan cairan tubuh mereka. Namun, penularan antar manusia tidak seumur hidup, melainkan terjadi dalam kondisi ekstrem, seperti peningkatan kepadatan hewan pengerat di ruang tertutup atau pertukaran cairan tubuh secara langsung.

Menurut laporan dari University of Nebraska Medical Center, individu yang terinfeksi hantavirus dianggap tidak menunjukkan gejala pada awalnya, meski statusnya positif terkonfirmasi. Fitter menambahkan bahwa sejauh ini, tidak ada bukti kuat menunjukkan penularan dari manusia ke manusia selama wabah di kapal pesiar. Hal ini memberikan kejelasan bahwa meskipun virus ini memiliki potensi berbahaya, transmisi antar individu masih tergolong langka.

Dalam konteks penyebaran global, hantavirus telah diidentifikasi di berbagai wilayah, termasuk Amerika Selatan, Asia Tenggara, dan Eropa. Setiap jenis hantavirus memiliki perbedaan dalam potensi menular dan keparahan gejala. Misalnya, varian Andes cenderung lebih berbahaya dibandingkan strain lain, seperti Hantaan atau Sin Nombre, yang umumnya menimbulkan gejala ringan. Namun, selama pandemi atau situasi tertentu, risiko penyebaran bisa meningkat.

Seorang pasien yang terinfeksi hantavirus di Kapal MV Hondius, seperti yang dikatakan oleh lembaga kesehatan lokal, mengalami gejala seperti demam, nyeri otot, dan sesak napas. Dalam beberapa kasus, virus ini dapat berkembang menjadi sindrom paru-paru hantavirus (HPS) atau sindrom ginjal dengan demam (HFRS), yang memerlukan perawatan intensif. Fitter menyoroti bahwa wabah ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap virus yang menyebar melalui hewan, terutama di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar.

Kepala Divisi Kesehatan Migrasi Global CDC, David Fitter, juga menjelaskan bahwa meskipun hantavirus bisa menyebabkan penyakit berat, kejadian penularan antar manusia sangat langka. Ia menambahkan bahwa CDC terus memantau evolusi virus ini dan mengupas potensi penyebaran dalam konteks global. “Dengan memahami cara hantavirus berinteraksi dengan manusia, kita bisa mengurangi risiko penyebaran dan melindungi populasi yang rentan,” ujarnya.

Sebagai wabah virus yang berbeda dari jenis pernapasan, hantavirus membutuhkan pengendalian yang lebih spesifik. Fitter menekankan bahwa upaya penanggulangan perlu berfokus pada pengurangan populasi hewan pengerat di area tinggal manusia, serta penerapan protokol kesehatan ketat di tempat umum. “Meski virus ini tidak menyebar dengan cepat antar orang, kita tetap perlu waspada terhadap kondisi lingkungan yang memungkinkan peningkatan risiko infeksi,” katanya.

Dalam konteks pencegahan, CDC memberikan panduan kepada masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat, terutama di ruangan tertutup atau lingkungan dengan kepadatan hewan tinggi. Mereka juga merekomendasikan penggunaan masker dan penjagaan kebersihan tangan, terutama pada saat terjadi kontak dengan bahan-bahan yang mungkin mengandung partikel virus, seperti debu atau kontak dengan benda yang terkontaminasi.

Kasus hantavirus di MV Hondius menunjukkan bahwa wabah bisa terjadi di tempat-tempat yang tidak terduga, seperti kapal pesiar. Meski tidak semua penumpang terpapar, kejadian ini memberikan peringatan penting tentang perlunya adaptasi protokol kesehatan dalam kondisi perjalanan jarak j