Special Plan: KKP fasilitasi ekspor perdana tuna Maluku ke Thailand

WhatsApp-Image-2026-07-03-at-21.20.32

KKP Dorong Peningkatan Ekspor Perikanan Maluku ke Thailand

Special Plan – Jakarta, 2 Juli 2023 – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil memfasilitasi ekspor perdana hasil perikanan nelayan Maluku ke pasar internasional Thailand. Produk yang diekspor berupa 11 ton tuna loin beku dengan nilai lebih dari Rp1 miliar, menandai langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses ekspor produk perikanan Indonesia. Ekspor ini dilakukan melalui Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Maluku, pada Kamis (2/7), sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi daerah dan memperkenalkan kualitas produk perikanan ke negara-negara tujuan baru.

Langkah Konkret dalam Meningkatkan Daya Saing

Menurut Ishartini, Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Perikanan (Badan Mutu KKP), ekspor perdana ini menunjukkan komitmen KKP bersama pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui diversifikasi pasar. “Langkah ini dianggap sebagai upaya nyata untuk mengukuhkan posisi Indonesia sebagai penyuplai produk perikanan berkualitas,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat. Ia menambahkan bahwa kualitas dan keamanan hasil perikanan adalah faktor utama dalam menarik minat pembeli di luar negeri.

“Mutu dan keamanan hasil perikanan adalah salah satu kunci utama keberterimaan produk di negara tujuan ekspor,” ujar Ishartini.

Ia menjelaskan bahwa produk yang diekspor telah memenuhi standar internasional melalui Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) yang diterbitkan oleh KKP. Sertifikasi ini merupakan jaminan bahwa produk perikanan Maluku layak dikonsumsi dan memenuhi persyaratan teknis negara tujuan. Menurut Ishartini, SMKHP telah diakui oleh Codex Alimentarius, organisasi makanan internasional yang mengatur standar global, sehingga menambah kepercayaan pihak importir Thailand.

Ekspor perdana ini juga menjadi contoh nyata bagaimana penguatan sistem penjaminan mutu bisa mendorong ketersediaan produk yang lebih kompetitif di pasar global. Dengan mengimplementasikan standar keamanan pangan yang ketat, KKP berupaya memastikan bahwa hasil perikanan Indonesia tidak hanya memiliki daya tarik komersial tetapi juga menjadi pilihan utama bagi konsumen internasional. “Penguatan penjaminan mutu dari hulu hingga hilir dinilai penting untuk menarik investasi serta memperkuat ekspor jangka panjang,” tuturnya.

Kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah

Ekspor perdana tuna Maluku ke Thailand adalah hasil kolaborasi antara KKP dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku. Kepala Dinas tersebut, Ahmad Jais Ely, berharap ini menjadi momentum untuk meningkatkan volume penjualan produk perikanan ke pasar internasional. “Dokumen SMKHP yang diserahkan saat keberangkatan menjadi bukti bahwa kita telah siap memenuhi permintaan Thailand,” ujarnya.

“Saat keberangkatan tadi telah diserahkan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) sebagai dokumen wajib untuk bisa masuk pasar Thailand,” kata Jais Ely.

Jais Ely menekankan bahwa ekspor ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi nelayan lokal tetapi juga mendorong perkembangan industri pendukung seperti pengolahan dan logistik. “Dengan akses ke pasar Thailand, kita bisa menciptakan lebih banyak peluang kerja serta meningkatkan pendapatan daerah,” tambahnya.

Menurut KKP, sistem penjaminan mutu yang diperkuat menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan daya saing produk perikanan di tingkat global. Dengan standar mutu yang konsisten, ekspor dapat dilakukan secara teratur tanpa hambatan teknis. “Ini adalah langkah awal, tapi kita berharap bisa mengembangkannya lebih luas,” kata Ishartini.

Manfaat bagi Ekonomi Regional

Ekspor tuna Maluku ke Thailand diharapkan menjadi penggerak bagi pertumbuhan ekonomi regional. Tuna loin beku yang diekspor adalah produk olahan yang memiliki nilai tambah, sehingga dapat meningkatkan pendapatan nelayan serta industri pengolahan perikanan di Maluku. “Dengan pasar baru, kita bisa memperluas jaringan distribusi dan menarik minat lebih banyak mitra ekspor,” jelas Jais Ely.

KKP juga menyoroti bahwa keterlibatan pemerintah daerah sangat krusial dalam mengoptimalkan potensi ekspor. Kebijakan lokal yang selaras dengan kebijakan nasional akan mempercepat proses pengiriman produk ke luar negeri. “Kolaborasi antara KKP dan pemerintah provinsi sangat berperan dalam menjaga kualitas dan konsistensi produksi,” imbuh Ishartini.

Ekspor perdana ini menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan dengan mitra ekspor Thailand. Dengan adanya SMKHP, Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara lain yang juga mengekspor produk perikanan. “Kita berharap ini bisa menjadi contoh bagi negara lain yang ingin memperluas kerja sama dengan Indonesia,” ujarnya.

Prospek Penguatan Pasar Ekspor

Menurut KKP, penguatan sistem penjaminan mutu bukan hanya penting untuk pasar Thailand tetapi juga sebagai jalan untuk membuka akses ke pasar lain di Asia Tenggara dan Asia Selatan. “Dengan proses yang terstandarisasi, kita bisa menjangkau lebih banyak negara yang membutuhkan produk perikanan berkualitas tinggi,” kata Ishartini. Ia menambahkan bahwa langkah ini juga membuka peluang untuk menarik investasi asing di sektor perikanan Indonesia.

Ekspor perdana tuna Maluku ke Thailand menunjukkan bahwa Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pasar global. Dengan dukungan KKP, produk perikanan daerah dapat diterima oleh konsumen internasional tanpa hambatan teknis. “Kami yakin ini akan menjadi awal dari peningkatan ekspor berkelanjutan,” ujarnya.

Ishartini juga menyoroti pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi nelayan serta pengusaha perikanan untuk memahami standar internasional. “Dengan pengetahuan yang lebih baik, mereka bisa menghasilkan produk yang lebih kompetitif,” katanya. KKP berencana melanjutkan program sertifikasi mutu untuk produk perikanan lainnya, seperti ikan kembung dan udang, guna mengejar pasar ekspor yang lebih luas.

Ekspor perdana ini menjadi bukti bahwa Maluku memiliki potensi besar dalam perdagangan internasional. Dengan memperkuat sistem mutu, daerah ini dapat menjadi salah satu sentra produksi perikanan yang diakui secara global. “Kami optimis bahwa ekspor ini akan memberikan dampak positif untuk perekonomian Maluku dan Indonesia secara keseluruhan,” tutup Ishartini.