Key Strategy: Kementerian PU percepat konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II Kulon Progo

Kementerian PU Percepat Konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II Kulon Progo

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang berupaya mempercepat proyek pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Proyek ini direncanakan selesai pada bulan Juni 2026. Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat termasuk bagian dari strategi investasi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Pembangunan Sekolah Rakyat dianggap sebagai wujud komitmen nyata pemerintah dalam memperkuat sumber daya manusia yang berkualitas. Kami ingin memastikan fasilitas pendidikan ini terealisasi secara cepat dan memenuhi standar, tanpa mengorbankan kualitas konstruksinya,” ujar Dody dalam pernyataan di Jakarta, Senin.

Hingga saat ini, kemajuan pekerjaan proyek telah mencapai sekitar 38 persen. Lokasi Sekolah Rakyat berada di Kelurahan Bulurejo, Kapanewon Lendah, yang dibangun atas lahan seluas 7,1 hektare. Fasilitas pendidikan tersebut dirancang mampu melayani hingga 1.080 siswa.

Pembangunan Sekolah Rakyat Kulon Progo dilakukan dengan dana dari APBN sebesar Rp214 miliar, sebagai bagian dari upaya menyediakan pendidikan yang layak dan terpadu bagi masyarakat ekonomi lemah. Proyek ini dijalankan oleh Kementerian PU melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY, dengan kontraktor PT Abadi Karya Pradanaraya (KSO) dan pihak pengawas PT Ciriajasa Engineering Consultant.

Untuk mengejar tenggat waktu penyelesaian, upaya percepatan dilakukan dengan menambah tenaga konstruksi secara bertahap serta mengatur pengerjaan secara paralel di beberapa zona. Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi kawasan pendidikan yang komprehensif, lengkap dengan ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, dan asrama bagi siswa dan guru.

Fasilitas pendukung lainnya mencakup klinik, kantin sehat, lapangan olahraga, ruang ekstrakurikuler, serta area taman hijau. Kementerian PU optimis bahwa percepatan ini akan segera menghasilkan infrastruktur pendidikan yang memadai, sekaligus mendorong akses merata terhadap pendidikan, terutama di daerah Kulon Progo.