Kebijakan Baru: Menaker ungkap strategi peningkatan kualitas talenta digital Indonesia

Menaker Beri Panduan untuk Penguatan Talenta Digital Indonesia

Dari Jakarta – Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan, menjelaskan bahwa kualitas tenaga kerja digital di Indonesia masih memiliki ketertinggalan dibandingkan negara-negara lain. “Kita ingin mengatasi kekurangan dalam bidang digital, termasuk talenta yang diperlukan di sektor ini, karena saat ini kita masih mengalami kekurangan,” ujarnya dalam sebuah wawancara pada Rabu. Menaker menilai sektor ekonomi digital menjadi salah satu bidang yang berkembang cepat di dunia, sehingga pemerintah harus fokus pada sektor tersebut melalui berbagai program dan kerja sama dengan pemangku kepentingan, termasuk industri, agar SDM digital Indonesia bisa bersaing secara global.

Kolaborasi Industri untuk Keterampilan yang Relevan

Yassierli menyampaikan bahwa pembentukan kurikulum, sertifikasi, dan proses pelatihan harus melibatkan peran industri. “Kita tidak bisa melakukannya sendirian, mulai dari menyiapkan instruktur hingga menyelaraskan skema sertifikasi,” tambahnya. Ia menekankan bahwa kerja sama dengan industri menjadi langkah wajib, sejalan dengan tata kelola kementerian, untuk menghasilkan SDM yang mampu menyesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Mindset siap untuk belajar sesuatu yang baru karena kita sadar bahwa industri terus berubah. Dalam 10 tahun ke depan, sekitar 50 persen proses bisnis saat ini bisa tidak relevan lagi,” ujar Yassierli.

Dalam konteks pengembangan SDM muda, Menaker mengungkapkan bahwa program Pelatihan Vokasi Nasional dan Magang Nasional menjadi salah satu strategi untuk memastikan peserta diberikan pengetahuan dan keterampilan sesuai tuntutan industri. “Program ini diharapkan mampu menjadi bagian solusi dalam mengatasi kesenjangan antara kebutuhan dunia kerja dan kemampuan tenaga kerja,” terangnya. Selain itu, ia juga menyarankan para pekerja dan calon pekerja tetap memiliki pola pikir yang adaptif, agar selalu siap menghadapi perubahan teknologi dan tren bisnis.

Yassierli memproyeksikan nilai ekonomi digital Indonesia akan mencapai hampir 100 miliar dolar AS pada tahun 2025, yang menempatkannya sebagai sektor terbesar di kawasan Asia Tenggara. “Sektor e-commerce dan bisnis berbasis konten merupakan kompetensi utama yang harus dikuasai oleh generasi muda,” jelasnya. Dengan menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan modern, ia yakin Indonesia bisa memperkuat posisi di pasar global.