Agenda Utama: Dirut Bulog minta pimwil/pinca maksimalkan serap gabah petani
Dirut Bulog Mintai Pimpinan Wilayah dan Cabang Fokus pada Serapan Gabah Petani
Di Jakarta, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan pentingnya kerja sama antara pimpinan wilayah dan cabang jajarannya untuk meningkatkan penyerapan gabah dari para petani. Langkah ini diambil demi menjamin pencapaian target nasional, terlepas dari potensi gangguan akibat El Nino dan dinamika geopolitik global.
Rizal menjelaskan bahwa masa panen di awal tahun hingga bulan Juli 2026 menjadi waktu krusial. Ia menekankan perlunya memaksimalkan pengumpulan gabah sejak dini untuk menghadapi perubahan iklim dan fluktuasi harga global.
Kami mendorong para pinwil dan pimpinan cabang Bulog seluruh tanah air agar memaksimalkan panen di awal-awal ini sampai bulan Juli ini,” ujar Rizal usai menghadiri rapat percepatan penyerapan gabah di Kantor Bulog Jakarta, Senin.
Menurut Rizal, cuaca yang terik selama masa panen dianggap berdampak positif. Kondisi tersebut membantu proses pengeringan gabah, sehingga kualitas hasil panen menjadi lebih baik. “Untuk antisipasi kalau nanti El Nino berlangsung lebih lama, bahkan hingga November dan seterusnya,” tambahnya.
Sejauh ini, Bulog mencatatkan penyerapan sebesar 48,7 persen atau sekitar 1,9 juta ton beras dari target 4 juta ton. Sementara stok beras di perusahaan tersebut mencapai 4,727 juta ton dan diperkirakan akan meningkat ke 5 juta ton dalam waktu dekat.
Rizal menegaskan bahwa kinerja tim di tingkat daerah ditingkatkan secara signifikan. Tim bekerja hampir tanpa henti, termasuk akhir pekan, untuk memastikan proses penyerapan dan distribusi beras berjalan optimal.
Komitmen Stabilitas Pasokan Pangan
Bulog terus memperkuat sinergi dengan berbagai kementerian, lembaga pemerintah, serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengatasi dampak perubahan iklim. Selain itu, perusahaan juga meningkatkan koordinasi dengan DPR RI, khususnya Komisi IV dan VI, serta sektor swasta logistik.
Kemitraan dengan instansi terkait diwujudkan melalui pembentukan command center di Kantor Pusat Perum Bulog. Tujuannya adalah memantau dinamika pasar secara real time, terutama terkait pengaruh El Nino dan tekanan eksternal.
Dalam menjaga harga beras stabil, Bulog rutin bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional dan Satgas Pangan. Upaya ini mencakup operasi pasar langsung di lapangan serta pengawasan terhadap produsen beras.
Rizal menyampaikan bahwa upaya ini dilakukan demi menjaga ketahanan pangan nasional, terlepas dari tantangan global yang terus berkembang. “Kami yakin dengan kerja keras dan solidaritas seluruh jajaran, target penyerapan bisa tercapai maksimal,” pungkasnya.
Langkah Bulog ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya ketersediaan pasokan pangan. Dukungan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang kuat menjadi fondasi utama untuk menghadapi situasi kritis.

