Important Visit: Ratusan pembalap peserta MFoS dan Kejurnas ITCR adu cepat di Mandalika
Ratusan Pembalap Peserta MFoS dan Kejurnas ITCR Adu Cepat di Mandalika
Important Visit – Mandalika, Nusa Tenggara Barat – Sirkuit Pertamina Mandalika menjadi pusat perhatian para pembalap yang turut serta dalam Mandalika Festival of Speed (MFoS) Putaran Kedua dan Kejuaraan Nasional Indonesia Touring Car Race (ITCR) pada Sabtu (13/6/2026). Total sebanyak 107 pembalap dari berbagai tim hadir untuk memperebutkan gelar dalam ajang yang berlangsung hingga Minggu (14/6/2026). Ajang ini tidak hanya memperlihatkan tajamnya kemampuan para pesaing, tetapi juga menegaskan peran Mandalika sebagai tempat latihan dan kompetisi bagi olahraga bermotor nasional.
Upaya Mendukung Pengembangan Motorsport Nasional
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ananda Mikola, mengungkapkan bahwa MFoS dan Kejurnas ITCR memiliki peran strategis dalam membina atlet bermotor Indonesia. “Kedua ajang ini merupakan momen kunci untuk memperkuat ekosistem motorsport di tanah air,” ujarnya dalam wawancara di Lombok Tengah, Sabtu. Ananda menegaskan bahwa MFoS, sebagai salah satu Intellectual Property (IP) utama MGPA, bertujuan mengembangkan talenta, tim balap, komunitas, serta industri otomotif secara berkelanjutan.
“Mandalika International Circuit tidak hanya menjadi penyelenggara event internasional, tetapi juga menjadi tempat pelatihan dan pengembangan atlet nasional,” jelas Ananda Mikola. Ia berharap kehadiran ITCR dalam MFoS akan memberikan ruang bagi pembalap untuk berkompetisi di sirkuit yang sesuai standar global.
Ajang yang diadakan setiap tahun ini diharapkan mampu menciptakan konsistensi dalam pembinaan olahraga bermotor. Dengan adanya ITCR sebagai bagian dari MFoS, MGPA mengupayakan kesempatan bagi pembalap lokal untuk tampil di kancah kompetitif sekaligus memperkaya pengalaman berlomba mereka. Ananda juga menyebutkan bahwa pemanfaatan Sirkuit Mandalika selama tahun 2026 menjadi fokus utama dalam meningkatkan kualitas dan partisipasi kompetisi.
Jadwal Lengkap dan Persaingan yang Menyengat
Pada hari pertama, para pembalap akan mengikuti sesi kualifikasi untuk menentukan urutan start pada Race 1. Aktivitas ini dianggap penting karena menentukan performa di babak utama. Setelah kualifikasi, balapan pertama akan dimulai dalam setiap kelas, di mana para peserta bersaing untuk mengumpulkan poin dan menunjukkan kekuatan mereka.
Kemarin, para pembalap juga melalui sesi latihan bebas yang membantu mereka memperbaiki strategi dan menguji kinerja kendaraan. Menurut Ananda, MFoS memberikan ruang bagi pembalap untuk beradaptasi dengan kondisi trek serta mengasah keterampilan teknis mereka. “Konsistensi penyelenggaraan MFoS menjadi bagian dari komitmen MGPA dalam memperkaya ekosistem motorsport Indonesia,” tambahnya.
Acara akan mencapai puncaknya pada Minggu (14/6/2026) dengan kualifikasi kedua dan Race 2 sebagai penentu peringkat akhir. Race 2 diharapkan memperlihatkan level pertarungan yang lebih intensif, mengingat para pembalap sudah memperoleh pengalaman dari sesi pertama. Selain itu, hasil Race 2 akan menjadi penentu dalam pemutusan poin untuk memperkuat klasemen akhir.
Kegiatan Penonton dan Konten Lengkap
Sebagai bagian dari pengalaman menyeluruh, para penonton diberikan kesempatan untuk mengikuti Pit Walk, yaitu kegiatan yang memungkinkan mereka melihat secara dekat mobil balap, panggung tim, dan pembalap. Kegiatan ini dirancang agar peserta dan penggemar bisa membangun hubungan langsung dengan elemen-elemen di balik layar kompetisi. Selain itu, acara juga meliputi pembukaan dengan opening ceremony yang memperkaya atmosfer penyelenggaraan.
MGPA berkomitmen untuk menghadirkan berbagai aktivitas yang menarik selama perhelatan MFoS. Selain balapan, ada juga pameran teknologi kendaraan balap, diskusi mengenai masa depan motorsport nasional, serta sesi interaktif bagi penggemar. Ananda menilai keberadaan event seperti ini membantu menyebarluaskan kegemaran bermotor ke kalangan muda dan membangun minat di kalangan publik.
Ajang kejurnas ITCR dan MFoS Putaran Kedua menjadi bentuk kerja sama antara MGPA dengan berbagai organisasi olahraga bermotor di Indonesia. Dengan menggabungkan dua kompetisi, event ini mencoba menawarkan format yang lebih dinamis dan menarik bagi penggemar. “MFoS bukan hanya tentang lomba, tetapi juga tentang inovasi dan kolaborasi,” kata Ananda. Ia menambahkan bahwa kehadiran ITCR dalam MFoS menjadi langkah penting untuk menciptakan kejuaraan yang berkelanjutan.
Pembinaan talenta juga menjadi fokus utama dalam setiap babak lomba. Para pembalap diharapkan tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis, tetapi juga berlatih untuk meningkatkan mental dan konsistensi dalam performa. MGPA menyebutkan bahwa pelatihan dan kompetisi ini memberikan ruang bagi para peserta untuk mengasah keterampilan berlomba sekaligus memperkaya pengalaman mereka. Dengan demikian, keberhasilan MFoS dan Kejurnas ITCR akan berkontribusi pada pertumbuhan olahraga bermotor di Indonesia.
Kehadiran ITCR dalam MFoS juga menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan daya tarik dan partisipasi kompetisi nasional. Ananda Mikola menyatakan bahwa integrasi ini memungkinkan pembalap dari berbagai kelas berkompetisi dalam satu platform, sehingga meningkatkan kualitas dan tingkat persaingan. “ITCR memberikan ruang bagi pembalap untuk melatih diri di sirkuit internasional, yang selama ini menjadi target utama,” imbuhnya.
Menurut Ananda, kompetisi ini juga membantu memperkuat jaringan antar tim dan pembalap. Kehadiran ITCR dalam MFoS menjadi contoh nyata kerja sama antara berbagai asosiasi olahraga bermotor untuk menciptakan kejuaraan yang komprehensif. Dengan adanya event ini, MGPA yakin akan ada peningkatan kualitas pembalap dan pengembangan industri otomotif nasional.
Pada akhirnya, MFoS Putaran Kedua dan Kejurnas ITCR 2026 dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga konsistensi kompetisi di Mandalika. Sirkuit yang terletak di NTB ini dikenal sebagai salah satu venue utama bagi pengembangan olahraga bermotor. Dengan demikian, penyelenggaraan MFoS dan ITCR tidak hanya menghadirkan keseruan lomba, tetapi juga mengembangkan potensi kejuaraan nasional secara berkelanjutan.
