What Happened During: Timnas disiplin speed jalani “recovery” sebelum hadapi Series Chamonix

XxjpbeE007092_20250713_PEPFN0A001

Tim Nasional Panjat Tebing Disiplin Speed Indonesia Jalani Pemulihan Sebelum Tantangan Series Chamonix

What Happened During – Jakarta – Tim nasional panjat tebing disiplin speed Indonesia sedang menjalani program pemulihan fisik selama dua hari, sebagai persiapan menghadapi World Climbing Series Chamonix 2026 di Prancis, pada 10-12 Juli mendatang. Asisten pelatih, Fitriyani, menjelaskan bahwa para atlet telah tiba di Prancis sejak pukul 02.00 waktu setempat, atau setara pukul 07.00 WIB, sehingga memiliki waktu istirahat untuk pulih setelah mengikuti Series Krakow di Polandia dua hari sebelumnya.

“Dua hari ini, yakni 7 dan 8 Juli, ketujuh atlet akan menjalani istirahat penuh,” kata Fitriyani saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Selasa (7/7). Ia menambahkan, meski dalam fase pemulihan, atlet tetap melalui sesi adaptasi fisik di lokasi untuk menjaga performa.

Dalam rangka mengoptimalkan kondisi, tim speed menjalani aktivitas ringan selama masa pemulihan. Selain itu, mereka juga memperkuat program latihan intensif untuk memastikan kesiapan menghadapi babak pertama turnamen yang dimulai 10 Juli. Fitriyani menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar atlet bisa memulihkan energi dan menghindari kelelahan berlebihan sebelum pertandingan utama.

Perjalanan yang Tepat Waktu

Dalam menjalani jadwal yang mepet antara dua negara dengan jarak cukup jauh, para atlet menunjukkan semangat tinggi untuk tetap fokus pada target. Fitriyani menyatakan, meski waktu antara Series Krakow dan Chamonix sempit, tim tidak mengalami hambatan dalam mengatur ritme latihan dan pemulihan. “Kami merasa optimis karena semua rencana sudah disusun matang,” ujarnya.

Menurut Fitriyani, kehadiran awal di Prancis memungkinkan tim merasakan atmosfer kompetisi sebelum event dimulai. Hal ini penting karena Chamonix dikenal sebagai salah satu venue paling menantang dalam ajang internasional. Meski begitu, ia menekankan bahwa pihaknya tetap memprioritaskan kesehatan fisik para atlet selama masa pemulihan.

“Setelah dua hari istirahat, kami akan mulai latihan ringan sebelum turnamen dimulai,” tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa adaptasi di Prancis berupa latihan teknis dan peregangan akan dilakukan untuk meningkatkan kinerja di trek yang berbeda dari Krakow.

Komposisi Timnas yang Konsisten

Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirimkan 10 atlet untuk mengikuti World Climbing Series Chamonix 2026. Komposisi tim ini terdiri dari tujuh atlet disiplin speed dan tiga atlet lead. Manajer Timnas, Wahyu Pristiawan Buntoro, menjelaskan bahwa kehadiran para atlet speed di Prancis tetap dipertahankan dengan komposisi yang sama seperti di Krakow.

“Karena tim speed sudah ada di Prancis, kami langsung bertolak ke sana tanpa menunda,” ujar Pristiawan saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin (6/7). Sementara itu, tim lead dan dirinya sendiri berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (8/7) untuk bergabung dengan tim di lokasi.

Menurut Pristiawan, keputusan mempertahankan komposisi tim di Chamonix bertujuan untuk meminimalkan risiko cedera dan memastikan konsistensi performa. Ia menekankan bahwa para atlet speed telah menunjukkan komitmen tinggi dalam menghadapi persaingan yang ketat di Prancis. “Kami yakin mereka mampu menghadapi tantangan ini dengan baik,” katanya.

Daftar Atlet yang Diturunkan

Di sektor disiplin speed, Indonesia menurunkan empat atlet putra: Veddriq Leonardo, Raharjati Nursamsa, Aditya Tri Syahria, dan Antasyafi Robby Al Hilmi. Sementara di sektor putri, tim diisi oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi, Raji’ah Sallsabillah, serta Kadek Adi Asih. Para atlet ini telah mengikuti berbagai latihan dan evaluasi sebelum menjalani Series Krakow.

Pengurus PP FPTI juga mengirimkan tiga atlet lead, yakni Putra Tri Ramadani (dikenal sebagai Srondeng), Ravianto Ramadhan, dan satu atlet putri bernama Alma Ariella Tsany. Dengan pengaturan ini, tim bisa mengutamakan strategi dalam kedua disiplin, sambil tetap memperkuat kekompakan dalam kompetisi global.

Fitriyani mengungkapkan bahwa kehadiran awal di Prancis memberikan keuntungan tambahan bagi atlet. Mereka bisa mengakses fasilitas latihan yang lebih lengkap dan menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan sebelum event dimulai. “Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan kesiapan fisik dan mental,” katanya.

World Climbing Series Chamonix 2026 dianggap sebagai salah satu ajang kunci bagi para atlet Indonesia. Dengan kesempatan bermain di venue internasional yang terkenal, tim nasional berharap dapat menunjukkan kemajuan dalam disiplin speed dan lead. Pemulihan dua hari dianggap cukup untuk membangun kembali stamina, terutama setelah dua hari kegiatan di Krakow.

Dalam wawancara terpisah, Pristiawan membenarkan bahwa para atlet speed telah tiba di Prancis lebih dini. Hal ini memungkinkan mereka untuk fokus pada penyesuaian waktu zona waktu dan persiapan teknis. “Kami ingin memastikan semua detail terlaksana dengan baik,” katanya. Ia juga menyoroti pentingnya konsistensi jadwal latihan meski di antara jadwal yang padat.

Para atlet disiplin speed akan menghadapi berbagai tantangan teknis di Prancis, termasuk kondisi permukaan kaca yang berbeda dari Krakow. Fitriyani menyebutkan bahwa tim telah mempersiapkan diri dengan baik, termasuk menganalisis medan dan memperbaiki strategi. “Kami juga melibatkan pelatih khusus untuk memberikan masukan terkait penyesuaian teknik,” tuturnya.

Dengan semangat tinggi, para atlet Indonesia siap menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang bergengsi ini. Meski persaingan ketat, mereka yakin dapat berkontribusi untuk membanggakan bangsa. Pristiawan menutup wawancara dengan harapan hasil yang memuaskan dari Chamonix.