Key Issue: PM Hun Manet sebut populasi Kamboja capai 24 juta jiwa pada 2050
Key Issue: Proyeksi Pertumbuhan Penduduk Kamboja Menuju 24 Juta Jiwa di Tahun 2050
Key Issue – Phnom Penh — Kepala pemerintahan Kamboja, Hun Manet, menyampaikan estimasi penting bahwa jumlah penduduk negaranya diperkirakan akan menyentuh angka sekitar 24 juta orang pada dekade mendatang. Angka ini mencerminkan kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan data sensus yang telah dilakukan pada tahun 2024, yang mencatat total 17,3 juta jiwa. Dalam sebuah pesan resmi yang ditujukan untuk memperingati Hari Populasi Sedunia pada tanggal 11 Juli, dan kemudian disebarkan kepada publik pada hari Senin, 13 Juli, Hun Manet menguraikan transformasi demografis yang akan terjadi dalam kurun waktu seperempat abad ke depan. Key Issue ini menjadi perhatian utama bagi para perencana kebijakan nasional.
Key Issue: Transformasi Struktur Usia Penduduk
Menurut penjelasan yang disampaikan oleh Perdana Menteri, terdapat pergeseran pola usia yang cukup dramatis dalam komposisi penduduk Kamboja. Proyeksi terbaru yang telah diumumkan menunjukkan bahwa proporsi kelompok usia muda akan mengalami penurunan bertahap. Hun Manet menegaskan hal ini dengan pernyataan bahwa generasi muda akan menjadi bagian yang lebih kecil dari total populasi seiring berjalannya waktu. Key Issue ini memiliki implikasi besar terhadap sistem pendidikan dan pasar tenaga kerja di masa depan.
Secara spesifik, kelompok penduduk yang berusia di bawah 15 tahun diprediksi akan menyusut menjadi 21,8 persen pada tahun 2050. Angka ini turun dari posisi 26,8 persen yang tercatat pada tahun 2024. Fenomena serupa juga akan dialami oleh kelompok usia produktif awal, yaitu mereka yang berusia antara 15 hingga 34 tahun. Proporsi kelompok ini diperkirakan akan merosot menjadi 28,2 persen, dibandingkan dengan 34,6 persen pada periode sebelumnya. Key Issue ini menunjukkan perubahan fundamental dalam struktur masyarakat Kamboja.
“Proyeksi terbaru menunjukkan bahwa proporsi penduduk usia muda akan terus menurun,” ujar Hun Manet dalam pesannya.
Key Issue: Pertumbuhan Kelompok Usia Dewasa dan Lansia
Sementara itu, kondisi yang berkebalikan akan terjadi pada kelompok penduduk yang lebih tua. Hun Manet menjelaskan bahwa populasi berusia dewasa serta lanjut usia di Kamboja akan mengalami peningkatan yang cukup substansial. Kelompok usia 35 hingga 64 tahun diproyeksikan akan naik menjadi 37,2 persen dari 32,1 persen yang ada saat ini. Key Issue ini memerlukan penyesuaian dalam sistem kesehatan dan jaminan sosial nasional.
Yang lebih menarik lagi, kelompok usia 65 tahun ke atas diperkirakan akan melonjak hampir dua kali lipat. Dari angka 6,5 persen pada tahun 2024, proporsi lansia ini akan mencapai 12,7 persen pada tahun 2050. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan harapan hidup dan perubahan pola demografis yang signifikan dalam masyarakat Kamboja. Key Issue ini juga berdampak pada kebutuhan infrastruktur dan layanan publik yang lebih beragam.
“Penduduk berusia 35 hingga 64 tahun akan meningkat menjadi 37,2 persen dari 32,1 persen,” tambahnya.
Key Issue: Urgensi Investasi pada Generasi Muda
Perubahan struktur usia yang terjadi ini menjadi sinyal jelas bagi pemerintah dan masyarakat untuk segera mengambil langkah strategis. Hun Manet menekankan bahwa saat ini adalah momen tepat untuk meningkatkan investasi pada populasi muda. Tindakan yang diambil secara segera dinilai sangat krusial untuk melindungi masa depan ekonomi nasional Kamboja dari berbagai tantangan yang mungkin muncul. Key Issue ini menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional.
Perdana Menteri memperingatkan bahwa kegagalan dalam memberikan peluang dan dukungan yang memadai kepada generasi muda saat ini akan menimbulkan konsekuensi jangka panjang. Jika hal ini terjadi, negara akan menghadapi sejumlah masalah serius di masa depan. Di antaranya adalah potensi kegagalan dalam meraih dividen demografi kedua, yang merupakan manfaat ekonomi tambahan dari struktur usia penduduk yang menguntungkan. Key Issue ini menuntut komitmen politik dan anggaran yang memadai.
“Perubahan struktur usia ini menunjukkan dengan jelas bahwa sekarang saatnya untuk berinvestasi pada populasi muda,” ujar Hun Manet.
Selain itu, kekurangan tenaga kerja terampil juga menjadi salah satu risiko yang perlu diantisipasi. Hun Manet juga menyebutkan bahwa beban ekonomi dan sosial akan meningkat seiring dengan penuaan populasi. Hal ini memerlukan perencanaan kebijakan yang komprehensif untuk memastikan bahwa Kamboja dapat memanfaatkan momentum demografis yang ada secara optimal. Dengan memahami tren perubahan penduduk ini, pemerintah dapat merancang program-program yang lebih efektif untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan negara. Key Issue ini akan terus menjadi fokus pembahasan dalam forum-forum internasional terkait pembangunan berkelanjutan.
