New Policy: Mentrans dorong konten kreator pasarkan produk kawasan transmigrasi
New Policy: Mentrans Dorong Kreator Pasar Produk Transmigrasi
New Policy – Sebagai bagian dari New Policy terbaru, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Suryanagara secara resmi mendorong para konten kreator untuk mempromosikan produk-produk unggulan kawasan transmigrasi. Inisiatif ini diluncurkan di Surabaya selama FYC Fest atau Festival Ekosistem Digital yang berlangsung pada hari Sabtu lalu. Melalui New Policy ini, pemerintah bertujuan memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat transmigran secara berkelanjutan.
Menurut Iftitah, paradigma transmigrasi telah bergeser secara fundamental. Kegiatan ini tidak lagi dipandang sebagai proses perpindahan penduduk semata, melainkan sebagai upaya membangun ekosistem ekonomi yang lebih dinamis dan terintegrasi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kerangka New Policy yang menekankan pentingnya kolaborasi multipihak.
Kementerian Transmigrasi telah merancang konsep transmigrasi digital yang komprehensif. Rangkaian program ini mencakup pengembangan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan intensif, pemanfaatan teknologi terkini, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk kawasan transmigrasi. Melalui pendekatan holistik ini, diharapkan nilai tambah ekonomi dapat dirasakan secara merata.
Transmigrasi hari ini bukan lagi sekadar pemindahan orang, tetapi bagaimana kita menciptakan ekosistem ekonomi yang baru.
Kawasan transmigrasi dinilai memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dan beragam. Potensi tersebut tidak hanya terbatas pada sektor pertanian konvensional, tetapi juga mencakup perkebunan, pertambangan, migas, hingga pariwisata. Semua sektor ini dapat dikembangkan secara optimal melalui kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, akademisi, serta pelaku ekonomi digital.
Pemerintah juga memperkuat upaya pendampingan masyarakat dengan melibatkan institusi pendidikan tinggi. Tahun sebelumnya, sebanyak dua ribu peneliti dari tujuh universitas telah diterjunkan ke berbagai kawasan transmigrasi. Pada tahun berjalan, jumlah peserta riset meningkat menjadi seribu empat ratus tujuh puluh enam orang yang berasal dari sepuluh perguruan tinggi terbaik nasional, ditambah seratus empat puluh tiga perguruan tinggi lokal. Mereka akan melaksanakan berbagai kegiatan riset, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat di wilayah transmigrasi.
Iftitah juga menekankan peran strategis konten kreator dan affiliator dalam rantai pemasaran produk transmigrasi. Keterlibatan mereka diyakini dapat meningkatkan nilai jual komoditas sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat. Ia menambahkan bahwa ke depan, para transmigran juga akan dilibatkan sebagai konten kreator dan affiliator aktif.
Kita nanti akan bekerja sama, para transmigran juga menjadi konten kreator dan menjadi affiliator.
Contoh Konkret New Policy dalam Pemasaran Produk
Sebagai contoh konkret, komoditas mangga asal Jawa Timur memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional. Namun, hingga saat ini produk tersebut belum berhasil menembus pasar Jepang karena menghadapi kendala hama lalat buah. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Kementerian Transmigrasi akan berkolaborasi dengan Badan Karantina Nasional serta Kementerian Pertanian. Harapannya, peluang ekspor akan semakin terbuka lebar dan harga jual di tingkat petani pun meningkat signifikan.
Peran Strategis Jawa Timur dalam Ekosistem Digital
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan pandangan bahwa perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat produktivitas daerah. Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya berperan sebagai konsumen produk digital, melainkan juga harus menjadi produsen yang kompetitif.
Jawa Timur memiliki nilai perekonomian yang sangat besar, yaitu lebih dari tiga ribu triliun rupiah per tahun. Angka ini menunjukkan peluang yang sangat potensial untuk menjadikan provinsi tersebut sebagai penghubung antara daerah asal dan tujuan transmigrasi. Penguatan jejaring usaha dan pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi tersebut.
Kalau kita menjadi pasar tapi tidak menjadi produsen, maka digitalisasi itu akan lebih banyak menyebabkan kita menyerap barang dari luar ketimbang mendorong peningkatan produktivitas di Jawa Timur.
Emil juga mendorong pelaku usaha di Jawa Timur untuk menjadi off-taker bagi produk kawasan transmigrasi. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sinergi ekonomi yang saling menguntungkan antardaerah. Selain itu, pemerintah provinsi terus memperluas konektivitas digital dengan mengurangi wilayah blank spot melalui kerja sama dengan Telkom Group. Pemanfaatan program Universal Service Obligation (USO) juga dioptimalkan agar akses internet dapat menjangkau daerah-daerah terpencil.
