Pertamina pastikan keandalan sarana dan prasarana distribusi B50
Pertamina pastikan keandalan sarana dan prasarana – “`html
Pertamina Siap Mendukung Distribusi Biodiesel 50 di Seluruh Indonesia
Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) – Perusahaan energi nasional Pertamina Patra Niaga telah menyatakan komitmennya untuk menjamin kelancaran operasional sarana dan prasarana yang diperlukan dalam menerima produk Biodiesel 50 atau yang lebih dikenal dengan sebutan B50. Produk ini akan diterima di berbagai terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) milik perusahaan sebelum akhirnya didistribusikan ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan akhirnya sampai ke tangan konsumen akhir.
Menurut pernyataan resmi yang disampaikan oleh Ahad Rahedi, seorang Area Manager Communication, Relations dan CSR untuk wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), perusahaan telah memastikan bahwa seluruh infrastruktur yang ada siap mendukung program ini. Dalam pernyataannya di Surabaya pada hari Rabu, Ahad menjelaskan bahwa dari perspektif Pertamina Patra Niaga, keandalan sarana dan prasarana telah terjamin untuk menerima produk tersebut di terminal-terminal milik perusahaan, kemudian menyalurkannya ke SPBU hingga ke masyarakat.
Perubahan Komposisi Biofuel dan Dampaknya
Ahad Rahedi menjelaskan bahwa produk B50 akan menggantikan posisi produk sebelumnya, yaitu Biosolar B40. Meskipun demikian, dari aspek penanganan produk, pola distribusi, maupun mekanisme penetapan harga, seluruhnya tetap berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Sementara itu, dari sisi sarana dan prasarana distribusi, tidak ada perubahan signifikan yang terjadi, sehingga Pertamina siap melaksanakan penugasan pemerintah dalam mendukung penggunaan energi yang lebih baik, bersih, dan ramah lingkungan.
“Dari sisi Pertamina Patra Niaga, kami memastikan keandalan sarana dan prasarana untuk menerima produk tersebut di terminal-terminal kami, kemudian menyalurkannya ke SPBU hingga ke masyarakat,” kata Ahad Rahedi di Surabaya, Rabu.
Ahad menekankan bahwa fasilitas pendukung produk B50 kini sudah tersedia di seluruh terminal BBM Pertamina. Hal ini memungkinkan produk tersebut dikirimkan secara bertahap ke SPBU sembari menunggu penetapan waktu pelaksanaan dan harga resmi. Saat ini, Pertamina masih menggunakan struktur harga yang mengacu pada B40 karena masih menunggu penugasan resmi dari pemerintah. Secara teknis, petunjuk pelaksanaan dan pola penyalurannya sudah siap. Tinggal menunggu keputusan resmi dari pemerintah, ujarnya.
Perbedaan Teknis Antara B40 dan B50
Ahad mengungkapkan bahwa perbedaan utama antara B40 dan B50 terletak pada kandungan biofuel dalam Biosolar. Produk B40 memiliki kandungan biofuel mencapai 40 persen, sedangkan pada B50 kandungannya menjadi 50 persen. Dengan demikian, porsi bahan bakar ramah lingkungan dalam campuran tersebut lebih besar. Biofuel sendiri berasal dari produk olahan turunan kelapa sawit, katanya.
“Kami masih menunggu keputusan pemerintah. Secara teknis, petunjuk pelaksanaan dan pola penyalurannya sudah siap. Tinggal menunggu keputusan resmi dari pemerintah,” ujarnya.
Dari sisi teknis kesiapan kendaraan, Ahad mengatakan bahwa pengujian kelayakan penggunaan B50 pada kendaraan maupun mesin-mesin industri menjadi kewenangan pemerintah, khususnya melalui instansi di bawah Kementerian ESDM. Dari sisi kami, produk tersebut telah dinyatakan layak untuk disalurkan kepada masyarakat. Adapun terkait pengujian teknis dan kelayakan penggunaannya pada kendaraan, hal tersebut merupakan ranah pemerintah sebagai pihak yang melakukan pengujian, kata Ahad.
Program transisi ke B50 ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Dengan kandungan biofuel yang lebih tinggi, B50 diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendukung keberlanjutan lingkungan hidup di Indonesia.
Pertamina Patra Niaga juga telah melakukan persiapan internal untuk memastikan bahwa seluruh proses distribusi berjalan lancar. Mulai dari penyimpanan, pengangkutan, hingga pengiriman ke SPBU, semua aspek telah ditinjau dan disesuaikan dengan karakteristik produk B50. Perusahaan juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan bahwa tidak ada hambatan dalam implementasi program ini.
Masyarakat diharapkan dapat menerima perubahan ini dengan positif, mengingat manfaat jangka panjang yang akan diperoleh dari penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan selama masa transisi ini berlangsung.
“`
