Timnas disiplin speed tiba di Prancis untuk ikuti Series Chamonix 2026

1000411284

Timnas Panjat Tebing Indonesia Tiba di Prancis untuk Ikuti World Climbing Series Chamonix 2026

Timnas disiplin speed tiba di Prancis – Jakarta – Tim nasional panjat tebing Indonesia, khususnya disiplin speed, telah menyelesaikan perjalanan ke Prancis pada pukul 02.00 waktu setempat. Tujuan mereka adalah mengikuti seri World Climbing Series Chamonix 2026 yang berlangsung dari 10 hingga 12 Juli mendatang. Sebanyak tujuh atlet dan satu asisten pelatih, Fitriyani, tiba lebih awal dibandingkan tim disiplin lead yang akan menyusul dari Indonesia. Ini memungkinkan mereka untuk langsung fokus pada persiapan sebelum seri berikutnya dimulai.

Menurut Fitriyani, tim berangkat dari Kota Krakow, Polandia, menggunakan pesawat dan transit di Kota Jenewa, Swiss, sebelum melanjutkan perjalanan ke Chamonix, Prancis. “Kami langsung bergeser dari seri sebelumnya, sehingga tiba lebih dulu,” jelasnya saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Selasa. Dia menambahkan bahwa para atlet terlihat lelah setelah tiga hari berturut-turut mengikuti pertandingan, tetapi semangat mereka tetap tinggi untuk memulai babak baru.

“Sementara tim lead, asisten pelatih, dan saya berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Chamonix pada Rabu (8/7),” kata Wahyu Pristiawan Buntoro, manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin (6/7). Ia menjelaskan bahwa komposisi atlet speed yang akan tampil di Chamonix tidak berbeda dengan yang turun di seri Krakow, Polandia, pada 3-5 Juli lalu.

Meski jadwal yang padat dan jarak tempuh yang jauh, para atlet tetap optimistis untuk tampil maksimal. Fitriyani menyatakan, mereka memulai perjalanan dengan segera setelah menyelesaikan kompetisi di Krakow, sehingga bisa menyesuaikan diri lebih cepat. “Para atlet sangat bersemangat karena ini adalah kesempatan untuk menantang diri sendiri dan menunjukkan kemampuan di panggung internasional,” tambahnya.

Perjalanan ke Prancis

Perjalanan tim ke Prancis mengambil jalur melalui Jenewa, Swiss, sebagai bagian dari rute penerbangan internasional. Fitriyani menjelaskan bahwa atlet menyadari kelelahan setelah tiga hari berjuang di lapangan, namun mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan tanpa henti. “Besoknya langsung berangkat ke Prancis, jadi tidak ada waktu untuk istirahat yang terlalu lama,” ujarnya.

Kebutuhan kecepatan dalam persiapan menjadi faktor utama dalam keputusan tim untuk tiba lebih dini. Dengan tiba di Prancis sebelum tim lead, mereka bisa memanfaatkan waktu untuk memperbaiki teknik dan membangun strategi. Fitriyani menegaskan bahwa kehadiran awal ini juga membantu tim mengurangi risiko keterlambatan akibat pengaturan logistik.

Daftar Atlet yang Diturunkan

Dalam disiplin speed, Indonesia mengirimkan empat atlet putra dan tiga atlet putri. Nama-nama yang diberikan untuk putra adalah Veddriq Leonardo, Raharjati Nursamsa, Aditya Tri Syahria, serta Antasyafi Robby Al Hilmi. Sementara di kategori putri, tim diperkuat oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi, Raji’ah Sallsabillah, dan Kadek Adi Asih.

Di disiplin lead, Indonesia menurunkan tiga atlet, yakni Putra Tri Ramadani (yang akrab disapa Srondeng), Ravianto Ramadhan, dan satu atlet putri bernama Alma Ariella Tsany. Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) menargetkan kesuksesan dalam dua nomor utama pada seri Chamonix, yaitu individu putra dan individu putri. Ini menunjukkan fokus pada kompetisi yang relevan dengan skor kualifikasi global.

Fitriyani juga menyoroti peran pendukung tim dalam mengawal keberhasilan ini. “Kami berharap seluruh staf mendukung atlet agar bisa tampil maksimal,” katanya. Ia menjelaskan bahwa perjalanan ke Prancis bukan hanya tentang fisik, tetapi juga mental. “Karena kondisi di luar negeri berbeda, para atlet harus adaptif dan tetap konsisten,” lanjutnya.

Persiapan dan Harapan untuk Kompetisi

Sementara itu, Wahyu Pristiawan Buntoro menyatakan bahwa keberangkatan tim ke Prancis telah diatur dengan hati-hati. “Kami ingin semua atlet memiliki kondisi yang optimal sebelum bertanding,” ujarnya. Ia menekankan bahwa pembagian nomor dalam disiplin speed dan lead disesuaikan dengan strategi perebutan medali di level internasional.

Dalam rangka memastikan kesiapan, PP FPTI telah melakukan evaluasi terhadap performa atlet di seri sebelumnya. “Kami melihat hasil di Krakow, lalu menyesuaikan rencana berdasarkan data tersebut,” kata Pristiawan. Ia berharap kehadiran awal ini akan menjadi keuntungan dalam menghadapi tantangan yang diharapkan di Prancis.

Timnas Panjat Tebing Indonesia juga mengatur penginapan dan latihan intensif sebelum seri Chamonix dimulai. Fitriyani menjelaskan bahwa fasilitas di Prancis dirasa lebih baik dibandingkan tempat sebelumnya, sehingga bisa meningkatkan performa. “Kami mengharapkan lingkungan yang mendukung agar atlet bisa fokus sepenuhnya,” ujarnya.

Ada pula perbedaan antara disiplin speed dan lead dalam hal teknik. Fitriyani menjelaskan bahwa kecepatan dan keakuratan menjadi kunci utama dalam disiplin speed, sementara dalam lead, keterampilan mengatur tenaga dan konsistensi terutama penting. “Masing-masing disiplin membutuhkan persiapan yang berbeda, tapi tujuannya sama, yaitu meraih prestasi terbaik,” katanya.

Dengan tiba lebih awal, tim speed bisa memanfaatkan waktu untuk memperbaiki teknik sebelum berhadapan dengan lawan-lawan dari berbagai negara. “Ini juga memberi kami keuntungan untuk beradaptasi dengan kondisi tempat bertanding,” ujar Fitriyani. Ia berharap semangat dan ketekunan para atlet akan menjadi modal dalam menghadapi serangkaian pertandingan yang ketat.

Pelatihan intensif sebelum keberangkatan menjadi bagian penting dari kesuksesan tim. Seluruh anggota tim, termasuk asisten pelatih, telah mengikuti program latihan yang dirancang untuk meningkatkan performa secara optimal. “Kami ingin semua atlet siap menghadapi persaingan global dengan tampil konsisten,” kata Pristiawan. Ia juga menyoroti pentingnya mental dalam olahraga yang membutuhkan kecepatan dan keakuratan.

Kontribusi para atlet sebelumnya di seri Krakow menjadi dasar untuk optimisme menghadapi Chamonix. “Hasil di Polandia menunjukkan potensi mereka, dan kami ingin mempertahankan level tersebut,” kata Pristiawan. Ia menambahkan bahwa tim akan terus berusaha memperbaiki kelemahan sebelum babak final dimulai.

World Climbing Series Chamonix 2026 menjadi salah satu babak penting dalam jadwal kompetisi internasional. D