Facing Challenges: Jasa Marga perkuat layanan berbasis teknologi utamakan keselamatan

3D4015A2-308D-40A4-AEC7-DA30E1C6A297

Jasa Marga Perkuat Layanan Berbasis Teknologi Utamakan Keselamatan

Transformasi Infrastruktur Menjadi Infraculture

Facing Challenges – Di tengah upaya memperkuat layanan jalan tol yang berbasis teknologi, PT Jasa Marga (Persero) Tbk menekankan pentingnya keselamatan pengguna, kualitas infrastruktur, serta inovasi digital untuk menciptakan pengalaman berkendara yang lebih baik. Direktur Utama perusahaan, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa Jasa Marga, sebagai pelaku bisnis utama dalam sektor jalan tol, sedang melakukan perubahan peradaban di industri ini. Perusahaan membidik transformasi paradigma dari konsep infrastruktur konvensional menjadi infraculture, yang lebih berfokus pada kepuasan dan keamanan pengguna. Ini tidak hanya menyangkut peningkatan efisiensi internal, tetapi juga bertujuan untuk memberikan nilai tambah kepada masyarakat luas.

“Perubahan paradigma ini berdampak signifikan, baik bagi perusahaan maupun masyarakat. Pengguna jalan tol sekarang tidak hanya menuntut kemudahan akses, tetapi juga keandalan dan kenyamanan selama perjalanan,” ujar Rivan saat mengikuti sesi pertukaran wawasan dengan para akademisi dan praktisi di Jakarta, Sabtu.

Dalam rangka mewujudkan total experience, Jasa Marga terus mendorong pengembangan inovasi teknologi yang dapat mendukung keselamatan pengendara. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui pengawasan kendaraan dengan dimensi berlebih dan beban berat (ODOL). Dengan sistem ini, perusahaan memastikan bahwa setiap kilometer jalan tol tetap aman dari risiko kecelakaan akibat kesalahan pengemudi atau kondisi kendaraan. Rivan menjelaskan bahwa tantangan utama adalah menciptakan pengalaman yang holistik, baik dari segi infrastruktur maupun layanan, guna memenuhi harapan masyarakat yang semakin berkembang.

Inisiatif Teknologi dalam Pelayanan Jalan Tol

Pengembangan teknologi dan sistem pengendalian internal menjadi fokus utama Jasa Marga. Sebagai contoh, perusahaan menghadirkan Troops, yang merupakan sistem pengelolaan operasional yang canggih. Selain itu, penggunaan JMTC (Jasamarga Tollroad Command Center) memberikan kemampuan memantau kondisi jalan secara real-time, sehingga respons terhadap kejadian mendadak dapat lebih cepat. Aplikasi Travoy, yang merupakan bagian dari ekosistem layanan digital, juga turut berperan dalam meningkatkan kualitas pengalaman pengguna melalui fitur yang menjangkau kebutuhan sehari-hari.

Rivan menegaskan bahwa kemampuan menghasilkan nilai tambah di setiap ruas jalan tol menjadi indikator keberhasilan perusahaan. Hal ini mencakup tidak hanya peningkatan kenyamanan berkendara, tetapi juga kemudahan akses ke layanan seperti rest area dan layanan darurat. Dalam hal ini, Jasa Marga sedang melakukan rejuvenasi rest area untuk diubah menjadi destinasi wisata. Perubahan ini menunjukkan bahwa rest area tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman interaktif pengguna jalan tol.

“Dengan menghadirkan keunggulan di setiap kilometer, Jasa Marga dapat memenuhi dinamika ekspektasi masyarakat. Ini adalah komitmen untuk tidak hanya menjalankan bisnis, tetapi juga memberikan layanan yang bermutu,” kata Rivan.

Pengembangan Ekosistem Mobilitas Terpadu

Kegiatan Expert Sharing Session yang digelar di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, juga menjadi wadah diskusi tentang perluasan pengalaman pelanggan (CX) melalui ekosistem mobilitas yang cerdas, berkelanjutan, dan terhubung. Sesi ini mengusung tema “Up Scaling Customer Experience (CX) Through Smart, Sustainable, and Connected Mobility Ecosystems,” dan menghadirkan dua pakar: Prof. Mohammed Ali Berawi dari bidang akademisi serta Prof. Rhenald Kasali, yang juga seorang praktisi bisnis. Kedua pakar ini berbagi wawasan tentang bagaimana perusahaan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi dan kebutuhan pengguna.

Menurut Rivan, keberhasilan transformasi ini tergantung pada kemampuan perusahaan dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan dan terpadu. Dengan menggabungkan inovasi teknologi dan pendekatan berbasis data, Jasa Marga berupaya memastikan bahwa keberadaannya tidak hanya sebagai pengelola jalan tol, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem transportasi yang lebih luas. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan dan terintegrasi secara digital.

Comitmen Sepenuh Hati dalam Pelayanan

Menurut Rivan, semangat melayani dengan sepenuh hati bukan lagi sekadar pilihan, tetapi menjadi kewajiban yang mendesak. Ini ditegaskan dalam konteks Jasa Marga yang telah melayani sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari. Dengan sistem yang terus ditingkatkan, perusahaan berupaya memastikan bahwa setiap pengguna merasakan kepuasan dari awal hingga akhir perjalanan. Rivan menjelaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya memperkuat kredibilitas perusahaan, tetapi juga meningkatkan rasa percaya masyarakat terhadap layanan jalan tol.

Penggunaan teknologi, menurut Rivan, adalah bagian dari strategi untuk membangun ekosistem mobilitas yang lebih baik. Contohnya, pengembangan aplikasi Travoy memberikan kemudahan akses informasi dan layanan kepada pengguna melalui platform digital. Selain itu, sistem Troops yang canggih memastikan bahwa kualitas infrastruktur tetap terjaga, dengan memantau kondisi jalan dan merespons setiap kejadian secara efektif. Perusahaan juga mendorong penggunaan data untuk menganalisis kebutuhan pengguna dan meningkatkan efisiensi layanan.

Langkah Strategis Masa Depan

Rivan menambahkan bahwa keberhasilan Jasa Marga dalam menyesuaikan diri dengan era digital akan menjadi dasar untuk pertumbuhan yang lebih besar. Dengan merangkul inovasi teknologi, perusahaan berharap mampu menghadirkan solusi transportasi yang lebih aman, cepat, dan nyaman. Rivan juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara perusahaan dan pihak lain, termasuk akademisi dan praktisi, untuk memastikan bahwa inisiatif-inisiatif yang dijalankan selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, Jasa Marga terus mengembangkan berbagai proyek yang menggabungkan keberlanjutan lingkungan dan keandalan teknologi. Ini mencakup penggunaan energi terbarukan dalam operasional jalan tol, serta pengurangan dampak lingkungan melalui pengelolaan sampah dan penghematan air. Rivan yakin bahwa dengan pendekatan ini, Jasa Marga mampu menjadi model bagi perusahaan lain dalam sektor transportasi. Dengan memadukan kecerdasan, keberlanjutan, dan keberhubungan antar sistem, perusahaan menargetkan peningkatan kualitas layanan yang berkelanjutan.

Peningkatan Customer Experience Melalui Inovasi

Dalam sesi yang berlangsung di JMTC, para peserta diskusi juga menyoroti peran perusahaan dalam mendorong ekosistem mobilitas yang lebih baik. Prof. Mohammed Ali Berawi mengatakan bahwa adaptasi terhadap teknologi harus diiringi dengan pendekatan holistik, yang mencakup kepuasan pelanggan, efisiensi operasional, dan dampak positif bagi masyarakat. Sementara Prof. Rhenald Kasali menekankan pentingnya menciptakan pengalaman yang tidak hanya menjangkau kebutuhan fisik, tetapi juga emosional pengguna jalan tol.

Perusahaan menilai bahwa keberhasilan ekosistem yang dibangun harus diukur dari dua aspek: efektivitas pengelolaan infrastruktur dan kemampuan memberikan nilai tambah kepada pengguna. Dengan menghadirkan layanan yang lebih intuitif dan responsif, Jasa Marga berupaya membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan. Rivan menjelaskan bahwa inovasi tidak hanya berupa perangkat