Visit Agenda: KBRI Paris sambut Taman Indonesia di Prancis, perkuat diplomasi budaya
KBRI Paris Sambut Taman Indonesia di Prancis, Perkuat Diplomasi Budaya
Visit Agenda – Dalam upaya meningkatkan pengaruh budaya Indonesia di Eropa, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris mengungkapkan dukungan penuh terhadap pembukaan Taman Tematik Indonesia bernama “Jardin Indonesien – I Ketut Wirta” di wilayah Bretagne, Prancis barat. Taman ini diresmikan pada Sabtu (27/6/2026), menjadi titik penting dalam perjalanan diplomasi budaya Indonesia di Prancis. Menurut Duta Besar RI untuk Prancis, Mohamad Oemar, kawasan ini diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan seni, tradisi, dan arsitektur Indonesia secara konsisten kepada masyarakat lokal.
Pengembangan Budaya sebagai Pilar Diplomasi
Pembukaan Taman Indonesia di Saint-Jacut-les-Pins menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam membangun hubungan bilateral yang lebih dalam melalui media budaya. “Taman Indonesia ini adalah jembatan yang menghubungkan kedua bangsa melalui budaya, alam, dan rasa saling menghormati,” kata Dubes Oemar dalam acara peresmian, seperti yang disampaikan dalam siaran tertulis KBRI Paris yang diterima di Jakarta, Rabu. Ia menekankan bahwa kawasan ini bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga ruang edukasi yang menampilkan aspek kehidupan nusantara secara utuh.
“Taman Indonesia bertindak sebagai jembatan yang memperkuat hubungan antarbangsa melalui penghargaan terhadap budaya, alam, dan kepercayaan satu sama lain,” ucap Dubes Oemar.
Taman yang berlokasi di area seluas lima hektare ini menggabungkan elemen tradisional Indonesia, seperti bentuk-bentuk bangunan tradisional, vegetasi lokal, serta arsitektur yang mencerminkan keragaman budaya Indonesia. Desainnya mengambil inspirasi dari kehidupan tradisional, termasuk pemandangan sawah dan terasering, tanaman tropis, serta ratusan pohon palem yang tumbuh secara alami. Dalam kata-kata Dubes, Taman Indonesia diperuntukkan untuk menjadi media visual yang menonjolkan nilai-nilai kebudayaan Indonesia kepada penjuru dunia.
Warisan Budaya yang Terpampang Secara Langsung
Kawasan ini juga menampilkan berbagai struktur khas Indonesia, seperti rumah tradisional Toraja, rumah joglo yang menjadi simbol arsitektur Jawa, lumbung padi dari Bali, serta stupa Candi Borobudur yang dihiasi ornamen dekoratif. Pengunjung dapat menyaksikan patung-patung Hindu yang diukir secara detail, karya seni kayu berbentuk ukiran khas, dan elemen kehidupan sehari-hari yang diadaptasi ke dalam bentuk taman. “Taman ini adalah jendela yang menampilkan keindahan budaya nusantara bagi masyarakat Prancis, sehingga mereka dapat semakin mengapresiasi keberagaman dan dialog antarbudaya dengan Indonesia,” tambah Dubes.
Dubes Oemar menyebutkan bahwa taman ini tidak hanya menjadi bagian dari promosi kebudayaan, tetapi juga mendorong terciptanya kesadaran akan pentingnya pertukaran budaya. Dengan adanya Taman Indonesia, para pengunjung dapat memahami konsep kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk filosofi yang mendasari bentuk-bentuk bangunan dan seni yang ditampilkan. “Ini adalah langkah strategis untuk menjembatani pemahaman antara dua bangsa yang berbeda,” tuturnya.
Komitmen Pemilik Taman Tematik
Erven Gicquel, perwakilan keluarga Gicquel sebagai pengelola Tropical Parc, menyampaikan bahwa Taman Indonesia adalah hasil usaha yang menghabiskan lebih dari empat dekade. Proses pengembangannya melibatkan observasi langsung ke berbagai wilayah di Indonesia untuk memastikan bahwa elemen kebudayaan yang dipresentasikan sesuai dengan konteks lokal. “Nama Taman Indonesia didedikasikan kepada I Ketut Wirta, sahabat keluarga Giquel yang memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada kami,” jelas Erven. Ia menambahkan bahwa taman ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia yang selama ini dikenal sebagai bagian dari sejarah global.
Pemilik Tropical Parc, keluarga Gicquel, berkomitmen untuk menjaga konsistensi pengembangan taman sebagai tempat edukasi dan kebudayaan. Mereka juga berharap taman ini dapat menjadi pusat kunjungan yang menarik, terutama bagi wisatawan internasional yang tertarik pada budaya Asia Tenggara. Dubes Oemar mengapresiasi upaya tersebut, menyatakan bahwa KBRI akan terus mendukung Taman Indonesia sebagai simbol persahabatan yang langgeng antara Indonesia dan Prancis.
Kontribusi pada Pengembangan Wisata Lokal
Di sisi lain, Wali Kota Saint-Jacut-les-Pins Sophie Bouchon menyambut baik pembukaan Taman Indonesia, menilai bahwa kawasan ini dapat meningkatkan daya tarik wisata daerah. “Taman Indonesia memberikan dimensi baru bagi wisata lokal kita, yang sebelumnya lebih fokus pada alam dan sejarah,” kata Sophie. Ia menegaskan bahwa taman ini akan menjadi landmark yang memperkaya pengalaman kunjungan wisata di Bretagne.
Lebih lanjut, Sophie Bouchon menyebutkan bahwa Taman Indonesia menjadi bukti kerja sama yang produktif antara Indonesia dan Prancis dalam bidang pariwisata budaya. “Ini adalah contoh nyata bagaimana budaya dapat menjadi katalis perubahan dan pertumbuhan ekonomi,” katanya. Dengan adanya taman ini, masyarakat Prancis diharapkan dapat mengakses pengalaman budaya Indonesia secara lebih mudah, sekaligus mendorong keberlanjutan pertukaran antara kedua negara.
Eksplorasi Budaya yang Lebih Mendalam
KBRI Paris juga menekankan bahwa Taman Indonesia akan menjadi wadah untuk menjelaskan konteks kehidupan masyarakat Indonesia. Kedutaan menyatakan bahwa taman ini tidak hanya menampilkan bentuk-bentuk fisik, tetapi juga menggambarkan nilai-nilai sosial dan spiritual yang menjadi fondasi kebudayaan nusantara. “Dengan kehadiran Taman Indonesia, masyarakat Prancis dapat lebih mengenal konsep kehidupan yang berbeda namun saling menghormati,” ujar Dubes Oemar dalam siaran tertulis.
Kawasan ini diharapkan menjadi tempat yang menarik bagi pengunjung lokal maupun internasional, terutama karena menyajikan pengalaman khusus yang menggabungkan keindahan alam dan kekayaan budaya. Pemilihan nama “I Ketut Wirta” untuk taman ini menjadi perwujudan penghargaan terhadap sahabat budaya yang telah memperkenalkan Indonesia kepada pemilik Tropical Parc. I Ketut Wirta, seorang perwakilan budaya Indonesia, berperan penting dalam mendorong kolaborasi antara kedua negara.
Dubes Oemar berharap Taman Indonesia tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga memfasilitasi dialog budaya yang lebih dalam. “Kita ingin menunjukkan bahwa kebudayaan Indonesia bukan sekadar hiasan, tetapi bagian dari identitas yang memperkaya kehidupan global,” katanya. KBRI Paris berkomitmen untuk mendukung keberhasilan t
