New Policy: Jasa Marga pacu pengelolaan “green toll” dan transformasi “rest area”

jasa-marga

Jasa Marga Terapkan Kebijakan Baru untuk Pengelolaan Green Toll dan Transformasi Rest Area

New Policy – Dalam upaya menciptakan infrastruktur yang lebih ramah lingkungan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk meluncurkan kebijakan baru yang fokus pada pengelolaan “green toll” dan transformasi kawasan rest area. Pola ini sejalan dengan inisiatif perusahaan untuk meningkatkan tanggung jawab sosial lingkungan, sekaligus memperkuat layanan kepada pengguna jalan. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, kebijakan baru ini bertujuan mengintegrasikan ekosistem hijau ke dalam seluruh aspek operasional jalan tol, termasuk peningkatan kualitas fasilitas rest area. Selain itu, strategi ini juga mendukung keberlanjutan lingkungan dengan penanaman pohon dan program penghijauan yang terukur.

Inisiatif Penghijauan dalam Kebijakan Baru

Sebagai bagian dari kebijakan baru, Jasa Marga Group mengadakan penanaman pohon secara massal di seluruh wilayah operasionalnya pada bulan Juni 2026. Acara ini diadakan di Travoy Rest KM 792A, Jawa Timur, Rabu (24/6). Di sana, 200 pohon pule ditanam, dipilih karena kemampuan menyerap karbon, menghasilkan oksigen, serta memiliki sistem perakaran kuat. Selain itu, jenis pohon ini juga minim menghasilkan guguran daun, sehingga memudahkan pemeliharaan. Kebijakan baru ini mencakup program penanaman lebih dari 7.000 pohon selama 2026, yang bertujuan memperjelas dampak lingkungan melalui data dan analisis terstruktur.

“Kebijakan baru ini tidak hanya mengoptimalkan ruang hijau, tetapi juga menciptakan keseimbangan antara fungsi infrastruktur dan keberlanjutan lingkungan,” jelas Rivan.

Transformasi Rest Area untuk Penggunaan yang Lebih Efektif

Kebijakan baru Jasa Marga juga mencakup revitalisasi rest area menjadi ruang publik yang lebih modern dan bernilai ekonomi. Revitalisasi Travoy Rest, salah satu rest area di Jalan Tol Gempol-Pasuruan, mencakup penataan fasad tenant UMKM, pembaruan tanda penunjuk, serta perbaikan tampilan lanskap. Perusahaan meningkatkan kualitas fasilitas umum seperti toilet, area duduk, dan layanan keuangan. Transformasi ini selaras dengan visi perusahaan untuk mengubah rest area menjadi pusat aktivitas komunitas yang berkelanjutan.

Kawasan Travoy Rest kini dilengkapi fasilitas seperti area ritel, parkir terorganisir, pom bensin, unit pengisian kendaraan listrik, klinik kesehatan, tempat ibadah, dan saung terbuka. Rivan menyebutkan bahwa kebijakan baru ini membantu meningkatkan pendapatan usaha melalui penataan yang lebih efektif, sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sistem Monitoring Digital untuk Evaluasi Kebijakan Baru

Untuk memastikan keberhasilan kebijakan baru, Jasa Marga memperkenalkan sistem monitoring digital pada 2026. Sistem ini dapat mengukur jejak karbon, memantau pertumbuhan pohon, serta menghitung potensi penyerapan karbon. Pendirian sistem ini menjadi fondasi untuk Program Green Corridor, yang akan diterapkan secara bertahap di seluruh lokasi penanaman pohon. Rivan menekankan bahwa data akurat dari sistem digital ini memungkinkan evaluasi keberlanjutan infrastruktur jalan tol secara real-time.

Dengan kebijakan baru yang melibatkan teknologi monitoring, Jasa Marga dapat menyesuaikan strategi pengelolaan lingkungan sesuai kebutuhan masyarakat. Sistem ini juga mendukung kebijakan carbon offset, memastikan setiap tindakan memiliki dampak yang terukur dan berkelanjutan.

Penanaman Pohon: Jejak Kebijakan Baru yang Terukur

Sejak beberapa tahun terakhir, Jasa Marga terus meningkatkan jumlah pohon yang ditanam sebagai bagian dari kebijakan baru. Pada 2023, perusahaan menanam 14.267 pohon, yang meningkat menjadi 50.762 pada 2024. Namun, di tahun 2025 angka penanaman turun menjadi 31.130 pohon. Rivan menegaskan bahwa target penanaman tetap berupaya ditingkatkan setiap tahun, baik di koridor jalan tol maupun rest area, sebagai bagian dari komitmen mengurangi emisi karbon.

Kebijakan baru ini mencerminkan upaya Jasa Marga untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Dengan menggabungkan penghijauan dan revitalisasi, perusahaan menciptakan ekosistem yang harmonis antara fungsi infrastruktur dan kesejahteraan lingkungan hidup.

Misi Berkelanjutan Melalui Kebijakan Baru

Kebijakan baru Jasa Marga tidak hanya fokus pada penanaman pohon, tetapi juga menekankan transformasi rest area sebagai bagian dari inisiatif lingkungan yang lebih luas. Perusahaan menyatakan bahwa keberlanjutan lingkungan menjadi prioritas dalam semua aspek pengelolaan jalan tol. Selain itu, kebijakan baru ini berupaya meningkatkan pengalaman pengguna jalan dengan memperbaiki fasilitas dan layanan di rest area.

Kebijakan baru Jasa Marga bertujuan menjadikan jalan tol sebagai wadah pembangunan berkelanjutan, sekaligus menginspirasi perusahaan lain untuk mengadopsi praktik serupa. Rivan menjelaskan bahwa kebijakan ini akan terus dikembangkan untuk mencapai hasil yang lebih optimal dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.