Latest Program: Kadin meyakini perusahaan RI makin kompetitif secara global

Shinta-Kamdani

Kadin Yakin Bisnis Indonesia Makin Unggul di Tingkat Global

Latest Program – Jakarta, 20 Mei 2024 – Penghargaan ESG Governance Kadin-GAPPS International Awards, yang diadakan di Menara Kadin Indonesia, menjadi momen penting untuk menilai kemajuan pengelolaan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam bisnis Indonesia. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meyakini bahwa penerapan ESG semakin mendalam telah mendorong perusahaan-perusahaan lokal menjadi lebih kompetitif secara global. Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari Global Alliance for Project Performance Standards (GAPPS) serta lembaga penelitian keberlanjutan.

ESG Sebagai Tolak Ukur Keberhasilan Bisnis

Shinta Kamdani, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia yang membidangi Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan, menegaskan bahwa acara tersebut bertujuan untuk mengapresiasi komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan praktik ESG. “ESG tidak hanya tentang kebijakan, tetapi juga bagaimana bisnis menciptakan dampak sosial, mengelola risiko, serta membangun nilai jangka panjang,” jelasnya dalam wawancara resmi. Menurut Shinta, ESG menjadi penentu utama keberlanjutan perusahaan, terutama dalam konteks persaingan global.

“ESG adalah tentang bagaimana perusahaan mengambil keputusan, mengelola risiko dan peluang, menciptakan dampak bagi masyarakat, serta membangun nilai bersama yang berkelanjutan bagi bisnis,” ujar Shinta Kamdani.

Acara ini menyajikan dua kategori utama, yaitu Governance of ESG dan Project Management of ESG Initiatives. Kadin mengungkapkan bahwa tata kelola ESG yang kuat sangat krusial untuk memastikan keberlanjutan terintegrasi dalam strategi perusahaan, kepemimpinan, dan manajemen risiko. Sementara itu, manajemen proyek yang efektif diperlukan agar inisiatif ESG dapat dijalankan secara terukur dan berkelanjutan. Shinta menambahkan bahwa penghargaan diberikan dalam tiga tingkat pencapaian—Best ESG Governance Excellence, Achievement, dan Commitment—sebagai bentuk penilaian terhadap proses pengembangan keberlanjutan perusahaan.

Di sisi lain, Elim Sritaba, Wakil Ketua Umum Kadin yang membidangi Usaha dan Tata Kelola Berkelanjutan, menekankan bahwa ESG harus menjadi fondasi utama dunia usaha, terutama bagi anggota Kadin. “Penerapan ESG tidak hanya mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia di kancah internasional,” tuturnya. Menurut Elim, komitmen terhadap ESG menjadi bagian integral dari transformasi bisnis, terutama dalam menghadapi tantangan global.

Maria R. Nindita, Ketua Komite Tetap Tata Kelola ESG Kadin dan Ketua Panitia ESG Governance Kadin-GAPPS International Awards, mengungkapkan bahwa teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam pengelolaan ESG. “Beberapa perusahaan telah mengadopsi sistem digital untuk memantau kinerja keberlanjutan secara real-time,” katanya. Contohnya, beberapa entitas mengembangkan dashboard ESG yang memungkinkan pelaporan data secara transparan dan cepat. Hal ini membantu dalam mengukur efektivitas inisiatif keberlanjutan serta memastikan kepatuhan terhadap standar internasional.

Menurut Tony M. Simmonds, Finance Director of GAPPS, perkembangan praktik ESG di Indonesia menunjukkan kemajuan yang signifikan. “Dari hasil penjurian, terlihat bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia sangat fokus pada ESG dan keberlanjutan. Saya yakin Australia bisa belajar banyak dari cara mereka menjalankan inisiatif tersebut,” tambahnya. Simmonds menyoroti bahwa ESG tidak hanya menjadi tren, tetapi juga dipandang sebagai keharusan untuk menjaga keseimbangan antara profit dan keberlanjutan.

Kadin berharap acara seperti ini bisa mendorong lebih banyak perusahaan untuk terlibat dalam pengembangan ESG. “Semakin banyak partisipan, semakin solid ekosistem ESG di Indonesia. Kami ingin perusahaan lokal mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di panggung global,” kata Shinta Kamdani dalam wawancara yang sama. Ia menambahkan bahwa penerapan ESG tidak hanya memperkuat reputasi perusahaan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor dan konsumen.

Peran ESG dalam Menjaga Keseimbangan Bisnis

Kadin berargumen bahwa ESG bukan sekadar kebijakan, tetapi sebagai alat untuk membangun strategi bisnis yang lebih inklusif dan berorientasi masa depan. “Dengan ESG, perusahaan bisa merespons perubahan lingkungan, sosial, dan ekonomi secara lebih cepat,” kata Elim Sritaba. Menurutnya, keberlanjutan harus menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan, baik dalam hal kesejahteraan karyawan maupun pengurangan dampak lingkungan.

Selain itu, ESG juga mendorong inovasi di berbagai sektor. Maria R. Nindita mengatakan bahwa teknologi menjadi faktor penentu dalam kategori ESG Governance. “Perusahaan yang menerapkan ESG dengan baik mengintegrasikan alat digital untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas,” imbuhnya. Contoh nyata adalah penggunaan big data dan artificial intelligence dalam memanfaatkan sumber daya secara optimal.

Proses penjurian oleh GAPPS dan Kadin menunjukkan bahwa banyak perusahaan telah melakukan penyesuaian terhadap standar ESG. Tony M. Simmonds menyatakan bahwa peningkatan ini menunjukkan keberhasilan lembaga-lembaga lokal dalam mengajak bisnis kecil dan menengah untuk memperhatikan aspek keberlanjutan. “Kami sangat puas dengan partisipasi perusahaan Indonesia. Mereka menunjukkan komitmen yang kuat, bahkan di tengah tantangan pandemi dan inflasi,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi, Kadin mengumumkan perusahaan-perusahaan yang meraih penghargaan. Pemenang kategori Best ESG Governance Excellence, Achievement, dan Commitment akan menjadi referensi bagi perusahaan lain. “Kemenangan ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga tantangan untuk terus berkembang,” ujar Maria R. Nindita. Ia menekankan bahwa ESG adalah proses dinamis yang membutuhkan adaptasi terus-menerus.

Dengan adanya kegiatan seperti ESG Governance Kadin-GAPPS International Awards, Kadin berharap dapat menguatkan ekosistem ESG di Indonesia. Shinta Kamdani menegaskan bahwa inisiatif ini menjadi katalis untuk mendorong transparansi dan keberlanjutan bisnis. “Kami percaya ESG adalah jalan untuk membangun bisnis yang tangguh dan berdampak positif,” pungkasnya. Pada acara ini, para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman, sehingga memperkaya wawasan tentang praktik terbaik dalam pengelolaan ESG.