Truk terguling di FO Tomang – muatan besi kembali jatuh saat dievakuasi

IMG_20260624_120950.v1_1

Truk Terguling di FO Tomang, Muatan Besi Kembali Terjatuh Saat Dievakuasi

Truk terguling di FO Tomang – Jakarta – Sebuah kejadian lalu lintas terjadi di Jalan Layang atau Flyover (FO) Tomang, Jakarta Barat, Rabu siang, saat truk pengangkut muatan besi konstruksi tumpah dari kendaraan tersebut. Selama proses evakuasi menggunakan crane, sejumlah bagian muatan besi kembali jatuh ke Jalan Arteri S Parman, memperparah gangguan lalu lintas di area tersebut. Berdasarkan pantauan ANTARA di lokasi pada pukul 10.55 WIB, crane sedang beroperasi untuk memindahkan besi yang terlempar ke tepi jalan, di tengah kondisi pagar pembatas jalan layang yang rusak.

Di tengah upaya evakuasi, sebagian dari muatan besi yang terlepas dari truk akhirnya melemparkan diri ke arah Jalan Arteri S Parman, menyebabkan penutupan sementara jalur tol. Kemacetan terjadi di bagian Jalan S Parman arah Slipi hingga pukul 12.00 WIB, karena pengalihan arus lalu lintas ke jalur bawah. Namun, kemacetan juga terjadi dari arah sebaliknya, akibat jalur arteri menuju Grogol Petamburan yang tertutup oleh muatan besi yang terjatuh dari FO Tomang.

Detail Peristiwa Kecelakaan

Kecelakaan ini terjadi pada Rabu dini hari, sekitar pukul 04.30 WIB, saat truk yang membawa muatan besi konstruksi mengarah dari Tol Jakarta-Tangerang ke Tanjung Priok. Menurut Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Reza Hafiz Gumilang, truk tersebut terguling di atas jalan layang Tol Tomang, mengakibatkan sebagian besar muatan turun ke badan jalan. “Kejadian terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Truk berisi besi konstruksi dari arah Tol Jakarta-Tangerang mengarah ke Tanjung Priok, lalu terguling di jalan layang,” ujar Hafiz kepada ANTARA.

“Ini kejadian tadi subuh sekitar 04.30 WIB. Truk pengangkut besi dari arah Tol Jakarta-Tangerang mengarah ke Tanjung Priok terguling di atas jalan layang Tol Tomang. Kemudian, muatan sebagian terjatuh ke bawah,” kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Reza Hafiz Gumilang kepada ANTARA, Rabu pagi.

Dalam insiden tersebut, tidak ada korban yang dilaporkan. Namun, ratusan kilogram besi konstruksi yang tumpah ke jalan membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi terganggu. Petugas kepolisian terpaksa mengalihkan kendaraan dari jalur atas ke bawah, sebab jalur tol Kebon Jeruk arah Grogol tertutup. “Biasanya, kendaraan besar menggunakan lajur jalan layang Tomang mengarah ke Grogol. Namun karena ada tumpahan besi dari truk, kami alihkan dulu semuanya menuju ke bawah, mengarah ke TL Tomang,” terang Hafiz.

Penyebab Kecelakaan dan Dampaknya

Kepala Urusan Pembinaan Operasi (Kaur Bin Ops) Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Sudarmo, menjelaskan bahwa kecelakaan diduga terjadi karena tali pengait muatan putus. “Diduga tali pengait atau penguat putus, sehingga muatan tumpah menutup jalur Tol Kebon Jeruk arah Grogol dan arteri flyover Tomang arah Grogol,” ujarnya.

Pantauan ANTARA di lokasi pada pukul 09.30 WIB menunjukkan bahwa pagar pembatas jalur tol tersebut rusak akibat tertindih oleh muatan besi konstruksi. Besi-besi yang berbentuk pagar itu terlihat menumpuk di jalur Tol Kebon Jeruk dan jalan arteri menuju Grogol. Selain itu, kondisi jalan layang Tomang juga terganggu karena muatan yang turun mengakibatkan penutupan sementara di bagian tertentu.

Pengalihan arus lalu lintas berlangsung sepanjang siang hari, dengan petugas kepolisian memastikan kepadatan kendaraan di Jalan S Parman tetap terkendali. Meski tidak ada korban jiwa, dampak dari kecelakaan ini cukup signifikan, terutama bagi pengguna jalan yang terjebak dalam kemacetan. Menurut informasi dari petugas, proses evakuasi memakan waktu beberapa jam, dan beberapa bagian muatan besi masih tertinggal di jalur arteri setelah operasi selesai.

Kelancaran lalu lintas di sekitar FO Tomang kembali normal setelah semua muatan dibersihkan. Namun, kondisi jalan masih terlihat rusak di beberapa titik, terutama di area pagar yang jebol akibat kejadian tersebut. Petugas menilai bahwa kecelakaan ini menjadi contoh penting mengenai risiko pengangkutan barang berat di jalur jalan layang. Selain itu, kejadian ini juga memperlihatkan betapa pentingnya upaya evakuasi yang cepat dan terorganisir untuk menghindari penumpukan muatan yang lebih parah.

Pasca-kecelakaan, para pengendara diwajibkan memutar arah atau menggunakan jalur alternatif, terutama di sekitar Jalan S Parman. Kondisi kemacetan memicu antrian panjang hingga beberapa jam, sehingga memperbesar kemungkinan kecelakaan lain di lokasi tersebut. Petugas juga memberi peringatan kepada pengemudi untuk lebih berhati-hati saat melintasi area yang masih dalam proses pemulihan.

Sementara itu, warga sekitar menyebutkan bahwa kejadian ini adalah yang kedua kalinya terjadi di jalan layang Tomang dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, pada hari yang sama, ada kejadian serupa di sekitar area tersebut, meski tidak sebesar kecelakaan yang terjadi hari ini. “Kalau dilihat dari sini, setiap minggu selalu ada truk yang mengalami kecelakaan, terutama di jalan layang,” ujar seorang warga yang berada di lokasi, Rabu siang.

Dengan adanya muatan besi yang tumpah, jalan layang Tomang menjadi lebih rentan terhadap gangguan lalu lintas. Selain itu, kondisi jalan yang rusak juga memicu risiko tertinggalnya bagian-bagian kendaraan atau muatan di jalan. Pihak kepolisian terus memantau kejadian ini dan memastikan tidak ada gangguan lain yang terjadi. Sementara itu, pihak terkait masih melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan semua bagian muatan telah dikeluarkan dari jalan arteri.

Kecelakaan truk ini juga menjadi peringatan bagi pengemudi yang menggunakan jalan layang. Petugas menyatakan bahwa kecelakaan serupa sering terjadi karena kurangnya perhatian terhadap kondisi kendaraan dan pengaturan muatan. “Muatan yang tidak diikat dengan baik bisa mengakibatkan kecelakaan serius, terutama di jalur jalan layang yang cukup sempit,” tambah Sudarmo.

Sebagai langkah pencegahan, pihak kepolisian berencana meningkatkan inspeksi terhadap truk-truk yang mengangkut muatan berat. Selain itu, pihak terkait juga akan melakukan evaluasi terhadap keamanan jalan layang dan pagar pembatas. Kecelakaan di FO Tomang ini diharapkan menjadi bahan pembelajaran bagi pengemudi dan operator transportasi. Sampai saat ini, tidak ada laporan kerusakan parah pada truk itu, meski sebagian besar muatan telah turun ke jalur bawah.

Dengan perbaikan dan pemantauan yang terus dilakukan, kecelakaan ini dianggap selesai dan tidak menyisakan dampak besar. Namun, bagi warga sekitar, kejadian ini memberi kesan bahwa jalan layang Tomang perlu lebih banyak perhatian dan penguatan infrastruktur untuk mencegah insiden serupa di masa depan