Latest Program: PLN perluas infrastruktur kendaraan listrik di Pulau Madura

SPKLU-Sumenep

PLN Perluas Infrastruktur Kendaraan Listrik di Pulau Madura

Latest Program – Madura, sebuah pulau di Jawa Timur, kembali menjadi fokus perluasan infrastruktur kendaraan listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Madura, yang beroperasi di bawah PLN, berkomitmen untuk memperkuat ekosistem transportasi berkelanjutan serta mendukung transisi energi bersih di wilayah tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Manager PLN UP3 Madura, Fahmi Fahresi, dalam keterangan yang diberikan di Pamekasan, Selasa lalu. Menurut Fahmi, inisiatif ini adalah bagian dari upaya untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik oleh masyarakat dan menciptakan lingkungan yang ramah terhadap penggunaan energi terbarukan.

Komitmen PLN untuk Transisi Energi Bersih

Fahmi Fahresi menegaskan bahwa perluasan infrastruktur kendaraan listrik merupakan bentuk komitmen PLN dalam mencapai visi masa depan yang bebas emisi. Ia menjelaskan bahwa penyebaran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di empat kabupaten di Pulau Madura, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, telah dioperasikan secara bertahap. “Pembangunan SPKLU ini bertujuan untuk mengoptimalkan akses layanan pengisian daya kendaraan listrik, khususnya bagi pengguna mobil dan sepeda motor listrik,” katanya.

“Saat ini, SPKLU sudah beroperasi di sejumlah titik strategis di empat kabupaten. Ini membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih hemat dan ramah lingkungan,” tambah Fahmi.

Penyebaran SPKLU di Wilayah Kerja PLN

Menurut Fahmi, PLN telah membangun dan mengoperasikan SPKLU di seluruh kantor wilayahnya di Pulau Madura. Selain itu, fasilitas ini juga ditempatkan di lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, serta di tempat umum seperti Taman Potre Koneng Sumenep. Lokasi terakhir ini menjadi fokus utama dalam upaya memperluas akses pengisian daya ke masyarakat umum.

SPKLU Taman Potre Koneng Sumenep, yang diresmikan pada acara ‘Madura Electric Vehicle 2026’ pada Senin (22/6), merupakan fasilitas pengisian pertama di ruang publik yang dikelola oleh PLN UP3 Madura. Dengan kapasitas 40 kW, stasiun ini memberikan layanan pengisian daya yang lebih cepat, sehingga masyarakat dapat menggunakan kendaraan listrik secara optimal. “Lokasi ini dipilih karena menjadi pusat aktivitas utama di Kota Sumenep, sehingga lebih mudah dijangkau oleh pengguna,” terang Fahmi.

Peran SPKLU dalam Mendorong Adopsi Kendaraan Listrik

Kegiatan ‘Madura Electric Vehicle 2026’ yang dimulai sejak 2022 menjadi momentum penting dalam menggerakkan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Acara tersebut melibatkan perwakilan elemen masyarakat serta pihak Pemkab Sumenep, yang bertujuan membangun kesadaran akan manfaat penggunaan energi terbarukan. “Dengan adanya SPKLU di titik-titik kritis, kami berharap masyarakat lebih percaya diri menggunakan kendaraan listrik sebagai alternatif transportasi,” kata Fahmi.

SPKLU PLN bukan hanya menjadi tempat pengisian daya, tetapi juga berperan sebagai fasilitas yang mendukung pengembangan industri kendaraan listrik. Teknologi fast charging dan ultra-fast charging yang disediakan memungkinkan pengisian baterai dalam waktu sekitar 30 hingga 90 menit, tergantung jenis layanan yang dipilih. “Layanan fast charging dihargai Rp25 ribu per pengisian, sedangkan ultra-fast charging dihargai Rp57 ribu per pengisian dengan tarif per kWh sekitar Rp2.466,” jelas Fahmi, menjelaskan kebijakan tarif yang diterapkan.

Manfaat untuk Pengguna dan Lingkungan

Kehadiran SPKLU di Pulau Madura memberikan manfaat signifikan bagi pengguna kendaraan listrik. Masyarakat kini dapat mengisi baterai kendaraannya tanpa harus memperhatikan ketersediaan fasilitas di lokasi lain. Selain itu, biaya operasional kendaraan listrik dianggap lebih terjangkau dibandingkan penggunaan bahan bakar fosil. Fahmi menekankan bahwa ini merupakan langkah penting dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi tidak terbarukan.

Dalam menyukseskan program pengurangan emisi, PLN juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan komunitas lokal. Kemitraan ini memastikan bahwa pengembangan infrastruktur tidak hanya berjalan secara teknis, tetapi juga mendapat dukungan sosial. Fahmi menyebutkan bahwa SPKLU Taman Potre Koneng Sumenep menjadi contoh nyata kerja sama yang menghasilkan layanan yang lebih efisien dan mudah diakses.

Target dan Harapan Masa Depan

Dengan pengoperasian SPKLU di empat kabupaten, PLN berharap bisa menjadi pendorong utama transisi energi bersih di Pulau Madura. Target jangka panjang perusahaan ini meliputi peningkatan jumlah pengguna kendaraan listrik serta pengembangan teknologi pengisian daya yang lebih inovatif. “Kami terus berupaya memperluas jaringan SPKLU ke titik-titik lain, termasuk kawasan pedesaan dan industri,” tambah Fahmi.

Pembangunan infrastruktur ini juga diharapkan mampu meningkatkan ekonomi lokal melalui pendidikan dan pelatihan teknologi. Fahmi menambahkan bahwa PLN sedang menyiapkan program pelatihan untuk masyarakat agar mampu memanfaatkan layanan SPKLU secara maksimal. “Kami ingin membuat masyarakat semakin terbiasa menggunakan kendaraan listrik, baik untuk transportasi pribadi maupun komersial,” pungkasnya.

Langkah PLN dalam memperluas SPKLU di Pulau Madura menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pengurangan emisi serta pemanfaatan sumber daya energi yang lebih berkelanjutan. Dengan adanya fasilitas ini, keberlanjutan lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekaligus terwujud, menjadikan Madura sebagai salah satu wilayah yang konsisten dalam menjalankan strategi transisi energi hijau.