Susunan pemain Tunisia vs Jepang: Tanaka gantikan Kubo sebagai starter

2026-0620-grafik-piala-dunia-turki-vs-jepang-01

Susunan Pemain Tunisia vs Jepang: Tanaka Gantikan Kubo sebagai Starter

Susunan pemain Tunisia vs Jepang – Minggu, 12 Juni 2026, pertandingan lanjutan Grup F Piala Dunia 2026 antara Tunisia dan Jepang dijadwalkan berlangsung di Stadion Monterrey, Guadalupe, Meksiko. Sebelum pertandingan, pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, mengumumkan perubahan dalam susunan pemain yang menarik perhatian. Ao Tanaka dari Leeds United diturunkan sebagai starter menggantikan Takefusa Kubo, yang sebelumnya terkena cedera pada laga pembuka melawan Belanda. Hal ini menjadi momen penting karena Tanaka akan tampil perdana di Piala Dunia 2026 setelah selama ini sering duduk di bangku cadangan.

Perubahan Strategis Jepang

Dalam pertandingan melawan Belanda, Kubo ditarik keluar di menit ke-75 dan digantikan Koki Ogawa. Kini, dengan kondisi yang lebih stabil, Moriyasu memilih Tanaka untuk menemani Junya Ito di lini tengah. Perubahan ini mengindikasikan upaya untuk menyeimbangkan kekuatan pemain muda dengan pengalaman, terutama di posisi gelandang serang yang membutuhkan keseimbangan antara kecepatan dan kontrol bola. Tanaka, yang baru berusia 21 tahun, sebelumnya dikenal sebagai talenta muda yang memiliki potensi besar, tetapi belum pernah menampilkan performa maksimal dalam level internasional sebelumnya.

“Ao Tanaka memiliki kualitas teknis yang luar biasa, dan kami percaya dia bisa memberikan kontribusi signifikan dalam pertandingan ini,” kata Moriyasu dalam konferensi pers sebelum laga.

Dalam formasi 3-4-2-1 yang dipilih Moriyasu, posisi kiper tetap dipegang oleh Zion Suzuki, yang sebelumnya menjadi andalan di pertandingan pertama melawan Belanda. Dua bek tengah lainnya adalah Takehiro Tomiyasu dari Arsenal dan Hiroki Ito, sementara Ko Itakura, bek Ajax Amsterdam, diangkat menjadi kapten tim. Itakura juga berperan sebagai bek kiri, menggantikan peran yang sebelumnya dijaga oleh Kubo. Pemilihan Itakura sebagai kapten memperkuat dominasi pertahanan Jepang, yang dikenal solid dalam beberapa pertandingan terakhir.

Komposisi Timnas Jepang

Empat pemain tengah tetap dijaga oleh Moriyasu, yakni Keito Nakamura, Daichi Kamada, Kaishu Sano, dan Ritsu Doan. Mereka dipercayakan untuk menjaga ritme permainan dan memastikan distribusi bola yang efisien. Di posisi sayap, Junya Ito dan Ao Tanaka akan menjadi pilar utama, sementara Ayase Ueda tetap menjadi andalan di lini depan. Ueda, yang telah memperkuat timnas sejak Piala Dunia 2018, dikenal sebagai pemain yang bisa menciptakan peluang terbuka dengan kemampuannya dalam posisi penyerang.

Formasi 3-4-2-1 yang dipilih Moriyasu memiliki keunggulan dalam mengatur pertahanan sekaligus memperkuat serangan. Tiga bek tengah akan bertugas untuk menjaga area pertahanan, sementara empat pemain tengah akan berperan dalam mengoper bola dan menciptakan ruang di depan. Pemain gelandang, Tanaka dan Junya Ito, diharapkan bisa menjadi sumber kejutan di tengah lapangan, terutama mengingat Jepang perlu membangun kepercayaan di babak pertama.

Komposisi Tim Tunisia: Adaptasi dari Pelatih Baru

Pelatih Tunisia yang baru, Herve Renard, melakukan beberapa penyesuaian dalam susunan pemain untuk meningkatkan daya tahan dan efisiensi serangan. Salah satu perubahan terbesar adalah pergantian kiper setelah Abdelmouhib Chamakh kebobolan lima gol dari Swedia dalam kekalahan 1-5. Chamakh digantikan oleh Aymen Dahmen, yang sebelumnya bermain di posisi bek sayap. Perubahan ini dilakukan untuk mengurangi tekanan pada lini belakang yang terlihat rentan pada laga pertama.

Renard juga memasukkan dua pemain baru ke dalam starting XI, Dylan Bronn dan Sebastian Tounekti, menggantikan Amine Ben Hmida dan Rani Khedira. Bronn, yang memperkuat AS Monaco, dikenal sebagai pemain yang memiliki kecepatan dan kemampuan mengoper bola baik, sedangkan Tounekti dari Troyes memiliki pengalaman di lini tengah yang bisa menjadi penambah kekuatan tim. Komposisi ini menunjukkan upaya Renard untuk memperkuat keberagaman tim dan mengurangi ketergantungan pada pemain inti.

“Kami perlu mengubah dinamika pertandingan dengan memasukkan pemain baru yang mampu membawa permainan lebih dinamis,” jelas Renard dalam wawancara terpisah.

Di lini belakang, Tunisia mengandalkan pemain berpengalaman seperti Omar Rekik, Montassar Talbi, dan Yan Valery. Rekik, bek tengah dari Al-Wakrah, memiliki pengalaman di Liga Arab, sementara Talbi dan Valery juga merupakan bagian dari tim yang stabil di liga domestik. Di tengah lapangan, Ellyes Skhiri, yang menjadi kapten, dikenal sebagai pemain yang bisa menciptakan peluang dari posisi gelandang sayap, sedangkan Hannibal Mejbri dan Ali Abdi akan berperan sebagai penyerang yang andal.

Analisis Susunan Pemain

Susunan pemain Jepang menampilkan keseimbangan antara pemain muda dan berpengalaman. Tanaka, yang baru debut di Piala Dunia, akan menjalani ujian pertama di level tertinggi dengan dukungan dari Junya Ito, yang dianggap sebagai pengalaman berharga di tengah lapangan. Sementara itu, Tunisia berusaha memperkuat lini tengah dengan tambahan pemain yang mampu mengalirkan bola secara efektif. Formasi yang dipilih kedua tim menunjukkan strategi berbeda: Jepang fokus pada penjagaan posisi, sementara Tunisia mencoba mengandalkan kecepatan dan pengalaman untuk mengakhiri tekanan.

Dalam pertandingan ini, peran kiper sangat penting, terutama setelah Chamakh ditarik keluar. Dahmen, yang sebelumnya bermain di bek sayap, diberikan kepercayaan untuk menjaga gawang. Ini bisa menjadi ujian bagi Dahmen, karena ia perlu beradaptasi dengan peran baru yang mengharuskan ia mengoper bola secara aktif. Di sisi lain, Zion Suzuki akan tetap dijaga dengan kepercayaan penuh, sebab penampilannya dalam pertandingan pertama menunjukkan ketangkasan dan keandalan.

Untuk memastikan susunan pemain terlihat kompetitif, Moriyasu dan Renard keduanya melakukan penyesuaian strategi berdasarkan pengalaman dan kebutuhan tim. Jepang, yang ingin membangun momentum setelah imbang 2-2 melawan Belanda, memilih untuk memperkuat lini tengah dan serangan. Sementara Tunisia, yang ingin menaikkan performa setelah kekalahan telak dari Swedia, berusaha mengubah skema permainan untuk menciptakan ruang dan mengurangi kesalahan yang terjadi di laga pembuka. Kedua tim akan saling menguji strategi mereka, dan susunan pemain menjadi salah satu faktor kunci dalam menentukan arah pertandingan.

Dengan perubahan ini, Jepang dan Tunisia menghadapkan diri pada laga yang sangat menarik. Para pemain yang baru debut akan menjadi sumber kejutan, sementara pengalaman pemain inti diharapkan bisa menjamin konsistensi dalam pertandingan. Hasil pertandingan ini akan menjadi tolok ukur keberhasilan strategi yang dijalani oleh kedua pelatih. Bagi Jepang, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mengatasi tekanan setelah pertandingan pertama yang memicu spekulasi. Bagi Tunisia, pertandingan ini akan menjadi ujian untuk menjalani fase grup