Special Plan: IPSI ingin perkokoh posisi pencak silat untuk bangun karakter bangsa
IPSI Berupaya Memperkuat Peran Pencak Silat dalam Pembentukan Karakter Bangsa
Special Plan – Jakarta – Pemimpin Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Sugiono, menyatakan bahwa organisasinya memiliki ambisi untuk memperkuat peran pencak silat dalam membentuk karakter dan mental bangsa. Pernyataan ini diungkapkan saat Sugiono hadir dalam pengajian akbar yang diadakan di padepokan pencak silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Yogyakarta, Sabtu lalu. Sugiono menekankan bahwa program ini adalah bagian dari visi kepengurusan PB IPSI, yang bertujuan untuk memastikan pencak silat tetap menjadi komponen penting dalam penguatan nilai-nilai nasional. “Pencak silat memiliki peran sentral dalam membentuk sikap dan kepribadian generasi muda, sehingga kami ingin menguatkan posisinya sebagai alat untuk membangun bangsa,” jelas Sugiono, seperti dilaporkan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Tapak Suci Jadi Pusat Pembelajaran bagi Anak-Anak Yatim dan Korban Perundungan
Sugiono juga mengapresiasi inisiatif Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang ingin mengubah padepokan menjadi akademi pencak silat. Menurutnya, langkah ini memiliki makna luar biasa, terutama dalam memberikan wadah bagi anak yatim piatu serta korban bullying. “Tapak Suci berani membangun institusi yang tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga membentuk mental dan iman anak-anak bangsa. Ini adalah upaya mulia untuk menjawab tantangan sosial yang terjadi saat ini,” ucap Sugiono dalam wawancara terpisah. Ia percaya bahwa padepokan ini akan menjadi pusat pembinaan yang sehat dan berkelanjutan, membantu mengatasi masalah seperti ketidakpercayaan diri dan kesulitan akademik yang dialami sebagian besar remaja.
“Pencak silat tidak hanya memberikan kekuatan fisik, tetapi juga membentuk sikap percaya diri, disiplin, dan keberanian di kalangan anak-anak,” katanya.
Dalam sambutannya, Sugiono menyatakan bahwa PB IPSI akan memberikan dukungan penuh untuk pembangunan padepokan tersebut. Organisasi ini berencana menyediakan bantuan dana agar proyek ini berjalan lancar. “Kami percaya bahwa Tapak Suci Putera Muhammadiyah akan mampu mempertahankan tradisi pencak silat sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa padepokan ini akan menjadi simbol keberhasilan dalam menggabungkan olahraga tradisional dengan pendidikan karakter yang modern.
Tapak Suci Berkomitmen Membangun Padepokan Bertahap
Padepokan pencak silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah akan dibangun secara bertahap di lahan seluas 4.000 meter persegi dengan anggaran mencapai Rp20 miliar. Lokasi yang dipilih memiliki strategi terencana, karena berada di tengah pusat aktivitas warga Yogyakarta. Pembangunan ini diharapkan segera terealisasi, sehingga masyarakat dapat menikmati fasilitas serbaguna yang sebelumnya hanya digunakan untuk kegiatan olahraga pencak silat. Selain itu, padepokan juga akan menyediakan ruang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitarnya, sehingga mengintegrasikan kegiatan ekonomi dengan pengembangan kebudayaan lokal.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir MSi, menyampaikan harapan besar terhadap pembangunan padepokan ini. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi wujud dari kemandirian bangsa, terutama dalam mengembangkan potensi generasi muda secara holistik. “Muhammadiyah berkomitmen untuk membangun fisik, mental, dan karakter bangsa, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui padepokan ini,” ujarnya. Haedar menegaskan bahwa lembaga Muhammadiyah akan terus berperan aktif dalam memperkuat nilai-nilai luhur yang menjadi dasar perjuangan bangsa.
“Melalui padepokan, kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan inklusif, di mana anak-anak yatim piatu serta korban perundungan bisa berkembang secara optimal,” tutur Haedar.
Pembangunan padepokan ini tidak hanya memperkuat identitas budaya Indonesia, tetapi juga memberikan ruang untuk eksplorasi kreativitas. Haedar menambahkan bahwa Muhammadiyah akan terus menekankan pendekatan pendidikan yang holistik, menggabungkan kegiatan fisik, spiritual, dan sosial. “Pencak silat sebagai olahraga nasional memiliki nilai-nilai yang bisa dijadikan dasar untuk membentuk kepribadian generasi muda yang tangguh dan berakhlak mulia,” lanjutnya. Ia juga berharap padepokan ini bisa menjadi pusat pengembangan keterampilan dan kebugaran, serta menjadi sarana untuk memperkuat persatuan antar komunitas.
Kolaborasi untuk Memperkuat Karakter Bangsa
Kolaborasi antara PB IPSI dan PP Muhammadiyah dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga eksistensi pencak silat sebagai bagian dari kehidupan nasional. Sugiono menegaskan bahwa organisasi ini akan terus mengupayakan program pembinaan karakter bangsa melalui berbagai bentuk pelatihan dan edukasi. “Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang berbasis tradisi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa melalui padepokan ini, masyarakat dapat memahami betapa pentingnya olahraga tradisional dalam membentuk mental dan fisik yang sehat.
Sugiono juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter dalam menghadapi tantangan global. Menurutnya, pencak silat bisa menjadi alat untuk melatih rasa percaya diri, keberanian, serta kesadaran akan keadilan. “Banyak anak-anak yang mengalami kesulitan akademik atau social, dan pencak silat bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kemandirian mereka,” jelasnya. Ia berharap program ini bisa menjadi contoh bagi organisasi-organisasi lain dalam mengintegrasikan nilai-nilai luhur dengan pembelajaran praktis.
“Kami percaya bahwa padepokan ini akan menjadi ruang yang mampu membentuk generasi muda yang tangguh, berakhlak baik, dan siap menghadapi tantangan hidup,” kata Sugiono.
Pembangunan padepokan ini juga diharapkan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan budaya dan olahraga nasional. Sugiono menyatakan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kerja sama yang kuat antara PB IPSI, PP Muhammadiyah, serta komunitas setempat. “Dengan padepokan ini, kami ingin menciptakan platform yang tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga mendorong kolaborasi untuk membangun masyarakat yang lebih baik,” imbuhnya. Selain itu, Sugiono juga menyebutkan bahwa fasilitas ini akan menjadi pusat pengembangan kebugaran, sekaligus tempat bagi kegiatan budaya dan sosial yang berdampak positif.
Peran Padepokan dalam Membentuk Generasi Muda yang Berprestasi
Haedar Nashir menambahkan bahwa padepokan ini akan menjadi wadah untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya memiliki kebugaran fisik, tetapi juga mental yang kuat. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak kita bisa tumbuh secara seimbang, melalui pendidikan yang menyeluruh,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa Tapak Suci Putera Muhammadi
