Jabar bukukan transaksi Rp25 miliar di pameran industri & perdagangan

JABAR-BUKUKAN-TRANSAKSI-RP25-MILIAR-DI-PAMERAN-INDUSTRI-PERDAGANGAN

Jabar bukukan transaksi Rp25 miliar di pameran industri & perdagangan

WIITEX 2026 berakhir di Bandung, menorehkan catatan perdagangan yang menggembirakan

Jabar bukukan transaksi Rp25 miliar di pameran – Acara pameran industri dan perdagangan internasional West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX 2026) telah ditutup setelah tiga hari penyelenggaraan di Summarecon Mall Bandung, pada hari Minggu, 14 Juni 2026. Acara yang dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai negara ini berhasil mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp25,09 miliar, dengan komitmen bisnis tambahan sebesar 1,4 juta dolar Amerika Serikat. Hasil ini menunjukkan antusiasme tinggi terhadap produk-produk unggulan dari wilayah Jawa Barat, terutama dalam sektor pertanian dan agroindustri.

Kegiatan yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu ini menjadi ajang penting bagi produsen lokal dan pengusaha internasional untuk mengeksplorasi peluang kerja sama. Selama tiga hari, berbagai produk seperti kopi, teh, dan kakao menjadi pusat perhatian, terbukti dari jumlah peserta yang tercatat mencapai lebih dari 3.000 perusahaan. Hasil transaksi ini dianggap sebagai bukti kuat pertumbuhan ekonomi daerah dan kontribusi sektor pertanian dalam membangun rantai pasok yang lebih kuat.

Menurut pengelola acara, WIITEX 2026 tidak hanya menjadi wadah pameran tetapi juga forum diskusi yang menarik minat para pelaku usaha. Lebih dari 500 peserta dari 15 negara diundang untuk mengevaluasi pasar dan mencari mitra strategis. Selama acara, berbagai diskusi teknis diadakan, seperti pelatihan pengemasan produk pertanian dan analisis tren ekspor. “Kami sangat senang dengan hasil yang dicapai, karena menunjukkan keterlibatan aktif industri global terhadap komoditas Jawa Barat,” kata salah satu pengelola acara.

Kopi, teh, dan kakao yang dipamerkan menjadi daya tarik utama acara ini. Produk-produk ini memiliki nilai ekspor yang signifikan, terutama kopi yang menjadi andalan Jawa Barat sebagai penghasil terbesar di Indonesia. Dalam pameran, para peserta menawarkan berbagai jenis kopi, mulai dari kopi arabika hingga robusta, dengan kualitas yang dinilai kompetitif. Sementara itu, produk teh yang dipamerkan berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Bandung dan Cianjur, yang dikenal sebagai pusat produksi teh khas Indonesia.

Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, sektor pertanian Jawa Barat terus mengalami peningkatan ekspor, terutama dalam produk olahan. Nilai transaksi yang tercatat di WIITEX 2026 menjadi salah satu indikator keberhasilan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Selain itu, acara ini juga menjadi peluang bagi pengusaha kecil dan menengah (UKM) untuk memperluas jaringan pemasaran ke pasar internasional.

Di sisi lain, pameran ini berdampak langsung pada ekonomi lokal. Dengan adanya ribuan pengunjung dari luar negeri, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan penjualan produk pertanian. Hasil transaksi juga menjadi penentu dalam pengembangan industri perkebunan dan pascapanen. Sejumlah peserta menyatakan bahwa WIITEX 2026 memberikan wawasan baru tentang strategi pemasaran yang lebih efektif.

Adapun kakao yang dipamerkan, terutama dari Kabupaten Majalaya dan Ciamis, menunjukkan potensi besar untuk ekspor ke Eropa dan Asia Tenggara. Para pembeli asing menilai kualitas kakao Jawa Barat lebih unggul dibandingkan komoditas dari daerah lain. Selain itu, produk olahan kakao seperti cokelat dan minyak kelapa juga mendapat respons positif dari pembeli. “Kami sangat tertarik dengan kualitas kakao ini, dan sudah menandatangani beberapa kontrak pembelian,” ujar salah satu perwakilan dari pemasar Eropa.

Acara ini juga menorehkan sejarah baru dalam kerja sama antara Indonesia dan negara-negara lain. Pemerintah daerah bersama dengan asosiasi industri memberikan dukungan berupa fasilitas khusus untuk peserta yang ingin mengeksplorasi pasar. Selain itu, promosi produk melalui media sosial dan video pameran online menambah daya jangkau acara tersebut. “Inovasi ini membantu mengakomodasi peserta yang tidak dapat hadir secara langsung,” tambah pengelola acara.

Kegiatan WIITEX 2026 tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi antarnegara tetapi juga memberikan edukasi tentang perkembangan teknologi dalam sektor pertanian. Berbagai stand di acara ini menyajikan alat bantu produksi modern, seperti mesin pengering dan pengemas, yang mampu meningkatkan efisiensi dalam pengolahan produk. Selain itu, para peserta mendapat kesempatan untuk berdiskusi dengan ahli pertanian dan ekonom terkemuka.