Visit Agenda: Dirut ASDP pastikan korban insiden KMP Aceh Hebat dapat pendampingan
Direktur Utama ASDP Janji Pendampingan untuk Korban KMP Aceh Hebat 2
Visit Agenda – Jakarta – Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo mengungkapkan komitmen perusahaan untuk memberikan pendampingan dan penanganan bagi seluruh korban insiden kebakaran kapal feri KMP Aceh Hebat 2. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi pada hari Jumat, saat kapal sedang bersandar di Dermaga Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.
“Dalam pernyataan resmi, Heru menyatakan, ‘Kami menyampaikan kepedihan yang luar biasa terhadap kejadian ini,’ kata Heru dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Heru menegaskan bahwa perusahaan memprioritaskan penanganan korban dan keluarga yang terdampak. “Perhatian dan fokus kami saat ini sepenuhnya diarahkan pada upaya pemulihan bagi para korban yang sedang menjalani perawatan serta keluarga yang menemani mereka,” ujarnya. Ia menyampaikan dukungan doa untuk seluruh korban agar segera pulih.
Proses Evakuasi dan Tanggung Jawab ASDP
Dalam upaya menangani situasi darurat, ASDP terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan semua kebutuhan korban terpenuhi. Sejak kejadian berlangsung, tim ASDP di Banda Aceh bergerak cepat bersama rumah sakit, KSOP, kepolisian, serta instansi terkait lainnya. Evakuasi korban dan penanganan medis menjadi prioritas utama.
“Kami berkomitmen untuk selalu memastikan bahwa seluruh korban mendapatkan penanganan yang optimal,” lanjut Heru.
KMP Aceh Hebat 2 mengalami kebakaran yang memicu kekhawatiran. Heru menjelaskan bahwa insiden ini diduga bermula dari letupan sistem hidrolik pintu kedap otomatis di ruang mesin. Awak kapal segera mengambil langkah darurat, memadamkan api, dan mengevakuasi penumpang. Respons cepat dari tim kapal berhasil mengendalikan api dalam waktu 3-4 menit, sehingga tidak menyebar ke area lain.
Upaya Pemulihan dan Evaluasi Keselamatan
Heru menyebutkan bahwa ASDP tidak hanya fokus pada evakuasi, tetapi juga menjamin korban menerima layanan medis terbaik. “Kami memastikan seluruh korban mendapatkan pendampingan yang diperlukan,” imbuhnya. Perusahaan juga berkomitmen menguatkan standar keselamatan operasional melalui evaluasi menyeluruh.
“Keselamatan dan keamanan pengguna jasa serta seluruh insan yang bekerja di lingkungan ASDP akan tetap menjadi prioritas utama,” kata Heru.
Menurut Heru, investigasi berlangsung secara intensif. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan aspek keselamatan sebagai bagian dari tanggung jawab kami dalam memberikan layanan penyeberangan yang andal dan aman,” tambahnya. Proses investigasi ini melibatkan pihak berwenang untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
Kordinasi yang Optimal dan Dukungan Tim ASDP
General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, menegaskan bahwa seluruh jajaran perusahaan di lokasi tersebut aktif mendukung upaya pemulihan. “Kami terus berkoordinasi dengan berbagai instansi guna memastikan proses evakuasi dan penanganan korban berjalan lancar,” jelas Andri.
“Koordinasi dengan pihak berwenang dan tim medis akan terus dilakukan hingga semua kebutuhan korban terpenuhi,” lanjut Andri.
Sebanyak 15 korban yang mengalami luka bakar telah diterima di rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut. ASDP juga mengapresiasi kerja cepat awak kapal, petugas pelabuhan, tenaga medis, serta seluruh pihak yang berpartisipasi dalam penanganan darurat. “Kerja sama dan kecepatan respons mereka menjadi kunci dalam mengendalikan situasi,” ujarnya.
Komitmen untuk Penguatan Standar Keselamatan
Heru menegaskan bahwa ASDP akan terus memperkuat standar keselamatan operasional sebagai langkah preventif. “Kami tidak hanya menangani kejadian ini, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah terulangnya insiden serupa,” katanya.
“Pemulihan kondisi korban dan penguatan sistem keselamatan adalah dua fokus utama kami saat ini,” tambah Heru.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, ASDP memastikan keluarga korban tidak merasa kesulitan. “Kami memberikan dukungan emosional dan logistik kepada mereka,” jelas Heru. Proses evakuasi dan pemulihan korban dianggap sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan.
Peran Awak Kapal dan Proses Investigasi
Menurut Heru, awak kapal langsung mengambil inisiatif mengatasi kebakaran. “Mereka mengevakuasi korban dengan cepat dan melakukan upaya pemadaman yang efektif,” katanya. Kecepatan respons awak kapal dinilai sangat berperan dalam mencegah eskalasi kerusakan.
“Kerja sama tim kapal menjadi contoh bagus tentang kesiapan dalam menghadapi situasi krisis,” imbuh Heru.
Koordinasi dengan dinas pemadam kebakaran dan kantor kesehatan pelabuhan juga berjalan optimal. “Kami memastikan semua pihak terlibat dalam upaya pemulihan korban,” kata Andri. Proses penanganan korban selama 24 jam terus berjalan, dengan tim medis dan penjemputan yang siap 24 jam.
Tindak Lanjut untuk Penyelamatan Nyawa
KMP Aceh Hebat 2 adalah salah satu kapal feri yang rutin beroperasi di jalur Aceh. Dengan kejadian ini, ASDP mengingatkan pentingnya kewaspadaan. “Kami melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh kapal sebelum proses
