Historic Moment: Dispar Kaltim ajak warga berwisata air panas karst di Berau
Historic Moment: Dispar Kaltim Ajak Warga Berwisata Air Panas Karst di Berau
Historic Moment yang mencuri perhatian masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) terjadi saat Dinas Pariwisata Kaltim (Dispar Kaltim) menggencarkan promosi wisata alam berbasis karst di Desa Biatan Bapinang, Kabupaten Berau. Destinasi ini menawarkan pengalaman unik berenang di air panas alami dengan rasa asin khas, hasil dari proses peresapan karst di bawah tanah. Dalam sebuah wawancara, Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyatakan, “Berau kini menjadi primadona wisata air panas Kaltim, karena potensi yang luar biasa di sana.” Lokasi ini terletak sekitar 120 kilometer dari Tanjung Redeb, menjadikannya sebagai destinasi yang relatif tersembunyi namun menarik untuk dikunjungi.
Potensi Karst Panas yang Menjadi Tren Wisata
Historic Moment ini tidak hanya membangkitkan minat wisatawan lokal, tetapi juga menarik perhatian pelancong dari luar Kaltim. Menurut Septi Eunike, Sekretaris Kampung Biatan Bapinang, air panas karst di desa tersebut unik karena tidak terbentuk dari aktivitas vulkanik. “Beda dengan sumber air panas di daerah lain, sumber di Berau lebih menonjolkan kekhasan formasi karst,” jelasnya. Proses alami ini menghasilkan air hangat yang mengalir ke permukaan, menciptakan suasana pemandian alami yang berbeda dari yang biasa ditemui.
Septi menambahkan, keindahan alam desa ini tidak hanya terletak pada air panasnya, tetapi juga pada lingkungan sekitar yang masih asri dan alami. “Kawasan ini menjadi bukti bahwa Kaltim punya potensi pariwisata yang luar biasa, selain wisata alam lainnya,” ujarnya. Pengunjung bisa menikmati pengalaman bersih dan sejuk, karena ekosistem lokal terjaga dengan baik. Dengan Heritage Moment ini, Dispar Kaltim berharap masyarakat lebih mengenal keunikan Berau.
Pengelolaan yang Melibatkan Komunitas Lokal
Historic Moment ini juga menggambarkan upaya Dispar Kaltim dalam kolaborasi dengan masyarakat desa. Ririn Sari Dewi menekankan, “Kemitraan dengan komunitas setempat adalah kunci sukses pariwisata karst. Mereka memastikan pengunjung merasa nyaman dan terlayani dengan baik.” Pemerintah desa telah memberikan izin pengelolaan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan organisasi pengelola wisata lokal (Pokdarwis). “Meskipun destinasi ini sudah ada sejak 2004, pengelolaan secara serius dimulai tiga tahun terakhir,” tambah Septi.
Septi menjelaskan, partisipasi warga dalam pengelolaan membuat destinasi ini semakin berkembang. “Kami memperbaiki infrastruktur, seperti jalan desa, dan memastikan kebersihan lingkungan,” katanya. Historic Moment ini juga memperkuat ekonomi desa, karena warga aktif mengembangkan usaha mikro seperti penyewaan perahu, tenda, dan panganan tradisional. “Semua ini memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal,” pungkasnya.
Kunjungan Wisatawan yang Terus Meningkat
Historic Moment ini terlihat dari meningkatnya kunjungan wisatawan ke lokasi karst panas tersebut. Data dari aparat desa menunjukkan, jumlah pengunjung berkisar antara 200 hingga 300 orang per hari di hari kerja, namun bisa mencapai 600 orang di akhir pekan. “Antusiasme masyarakat Kaltim terhadap pariwisata Berau semakin tinggi,” ungkap Septi. Ia menegaskan, pertumbuhan kunjungan ini tidak hanya lokal, tetapi juga menarik minat wisatawan dari daerah lain.
Dengan peningkatan jumlah pengunjung, Dispar Kaltim terus memperbaiki fasilitas agar pengalaman wisata lebih maksimal. “Kami juga menyediakan ruang VIP bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman privat,” kata Septi. Historic Moment ini menjadi bukti bahwa pengelolaan berbasis komunitas bisa menarik perhatian luas, sekaligus mempromosikan kekayaan alam Berau secara efektif. “Kita ingin memperluas jangkauan destinasi ini,” harap Ririn Sari Dewi.
Daya Tarik Alami yang Menjadi Titik Pemanfaatan
Kedekatan masyarakat dengan lingkungan alam menyebabkan pengalaman berwisata di sini lebih menyenangkan. “Wisatawan bisa merasakan aura alam yang asli, serta keramahan warga yang terbiasa melayani tamu,” jelas Septi. Historic Moment ini juga menjadikan air panas karst sebagai daya tarik utama, karena keunikan alamnya yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. “Destinasi ini layak dikunjungi, karena kombinasi keindahan alam dan pengelolaan yang baik,” pungkasnya.
Dengan pengelolaan yang terus berkelanjutan, Desa Biatan Bapinang berharap menjadi contoh sukses pariwisata berbasis komunitas di Kaltim. “Kita ingin mengubah Berau menjadi destinasi utama, tidak hanya lokal tetapi juga nasional,” ujar Ririn. Historic Moment ini menunjukkan komitmen Dispar Kaltim dalam menggali potensi alam untuk kepentingan masyarakat sekaligus meningkatkan reputasi Kaltim sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan.
