Historic Moment: Said Iqbal dilantik jadi Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaan
Said Iqbal Dilantik Jadi Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaan
Historic Moment – Jakarta, Senin — Presiden Partai Buruh dan juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, resmi diberikan mandat oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaan. Upacara pelantikan dilakukan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada pukul 16.30 WIB, dalam rangkaian kegiatan yang sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 58/P Tahun 2026 tentang pengangkatan penasihat khusus presiden di bidang ketenagakerjaan serta kesejahteraan buruh. Acara ini menandai langkah penting dalam penguatan peran lembaga pengusaha dan pekerja dalam kebijakan nasional.
Pelantikan Berdasarkan Keppres 58/P Tahun 2026
Dalam prosesi yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, Said Iqbal bersama tiga pejabat lainnya dilantik secara bersamaan. Nanik S. Deyang menjadi Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BPN), sementara Agustina Arumsari dan Mayjen TNI (Purn.) Trenggono menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Pemilihan Said Iqbal dianggap strategis untuk menggabungkan pengalaman kebijakan sosial dengan kompetensi di bidang pekerjaan.
Presiden Prabowo Subianto secara langsung memimpin pengambilan sumpah bagi para pejabat yang baru dilantik. Said Iqbal menjadi salah satu dari mereka yang diharapkan dapat berkontribusi secara maksimal dalam reformasi ketenagakerjaan. Prosesi tersebut diawali dengan pengucapan sumpah jabatan yang memperkuat komitmen untuk menjunjung nilai-nilai demokrasi dan kesejahteraan rakyat.
“Demi Allah, saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjalankan seluruh peraturan perundang-undangan secara tulus demi kemajuan bangsa dan negara. Saya juga berjanji untuk menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan penuh tanggung jawab, dan memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugas,” ujar Said Iqbal saat mengucapkan sumpahnya, yang dipandu oleh Presiden Prabowo.
Setelah prosesi pengambilan sumpah, para pejabat baru menandatangani berita acara pelantikan. Upacara ini ditutup dengan ucapan selamat dari Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta seluruh anggota Kabinet Merah Putih yang hadir. Presiden Prabowo menekankan bahwa kehadiran Said Iqbal sebagai penasihat khusus akan menjadi penopang dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah dengan organisasi pekerja.
BGK dan Pemimpin Partai Buruh
Sebelum mengambil alih jabatan baru, Said Iqbal dikenal sebagai tokoh pergerakan buruh yang aktif di KSPI. Sebagai seorang politisi, ia telah menunjukkan komitmen terhadap isu ketenagakerjaan sejak mencalonkan diri sebagai anggota DPR melalui Partai Keadilan Sejahtera pada Pemilu 2009. Dari sana, ia berkembang menjadi pemimpin Partai Buruh, peran yang ia emban sejak 2021.
Kehadiran Said Iqbal dalam struktur pemerintahan diperkirakan akan memberikan dampak positif dalam pengambilan kebijakan terkait perlindungan pekerja, upah minimum, serta kesejahteraan sosial. Dalam kongres Partai Buruh, ia dikenal sebagai perencana strategis yang berpengalaman dalam menyeimbangkan kepentingan organisasi dengan aspirasi masyarakat. Pengalaman ini dianggap menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan saat ini.
Pelantikan Said Iqbal juga dihadiri oleh sejumlah menteri dan tokoh penting. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin turut serta dalam acara tersebut. Hadir pula Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Kehadiran mereka memperkuat kolaborasi antara lembaga pemerintah, militer, kepolisian, dan dunia usaha dalam mendukung reformasi ketenagakerjaan.
Tugas dan Tanggung Jawab Baru
Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaan diharapkan menjadi penghubung antara pemerintah dengan sektor pekerjaan. Dalam tugasnya, Said Iqbal akan bertanggung jawab untuk merumuskan kebijakan yang berpijak pada kebutuhan masyarakat. Ia juga diharapkan mampu memastikan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya memperkuat ekonomi tetapi juga meningkatkan kualitas hidup para pekerja.
Kontribusi Said Iqbal dalam dunia politik telah membuktikan ketangguhan dalam menghadapi berbagai dinamika. Sebagai mantan anggota DPR, ia memahami kompleksitas proses legislatif dan akan memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk membantu pemerintah merancang kebijakan yang lebih inklusif. Selain itu, kepemimpinan Partai Buruh memberinya wawasan tentang perspektif kepartaian dalam menyusun strategi nasional.
Prosesi pelantikan hari ini juga menunjukkan komitmen Presiden Prabowo dalam menjamin keseimbangan antara kepentingan pekerja dan pengusaha. Dengan adanya penasihat khusus, diharapkan tercipta sinergi yang lebih efektif dalam menyelesaikan masalah ketenagakerjaan. Ia akan menjadi fasilitator dalam diskusi antara pemerintah dengan berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan pekerja dan pengusaha.
Kehadiran Menteri dan Tokoh Penting
Pelantikan Said Iqbal tidak hanya dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden, tetapi juga oleh sejumlah menteri kabinet serta tokoh organisasi. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan dukungan penuh terhadap jabatan baru yang diberikan. Kehadiran mereka menegaskan bahwa pemerintahan Merah Putih akan terus mendorong kolaborasi antarlembaga untuk mewujudkan visi pembangunan yang berkeadilan.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyoroti pentingnya peran penasihat khusus dalam menjaga kestabilan ekonomi. Ia menekankan bahwa kebijakan ketenagakerjaan harus mencakup aspek-aspek seperti pelatihan, pengupahan, dan pengakuan hak-hak pekerja. Said Iqbal diperkirakan akan menjadi ujung tombak dalam mendorong kebijakan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.
Kehadiran pejabat lain seperti Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari strategi pemerintahan untuk memperkuat sinergi antarlembaga. Dengan kombinasi keahlian dari berbagai bidang, pemerintah berharap dapat merespons dinamika ekonomi secara lebih cepat dan efektif.
Pelantikan Said Iqbal menjadi momen penting bagi Partai Buruh sebagai organisasi yang konsisten dalam mengusung isu ketenagakerjaan. Dengan posisi baru ini, ia akan memiliki ruang lebih luas untuk memperkenalkan kebijakan yang selaras dengan visi partainya. Selain itu, keberadaan penasihat khusus diharapkan menjadi wadah diskusi yang dinamis dalam menghadapi tantangan global yang berdampak pada pasar tenaga kerja.
