New Policy: Wamenbud: Budaya bisa jadi peluang mahasiswa untuk bangun kreasi

WhatsApp-Image-2026-06-07-at-20.22.49

Wamenbud: Budaya bisa jadi peluang mahasiswa untuk bangun kreasi

New Policy – Dalam wawancara di Jakarta, Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha menegaskan bahwa budaya tidak hanya dianggap sebagai peninggalan leluhur yang perlu dilestarikan, tetapi juga sebagai fondasi untuk menciptakan masa depan yang inovatif. Menurutnya, budaya memiliki peran penting sebagai sumber penggerak kreativitas dan ide-ide baru, bukan sekadar benda yang dipertahankan eksistensinya. “Budaya seharusnya dipahami sebagai sumber inspirasi yang mendorong munculnya kreativitas dan inovasi, bukan hanya sesuatu yang dijaga keberlangsungannya,” ujar Giring dalam keterangan yang diterbitkan Minggu lalu.

Kreasa Fest sebagai contoh kegiatan inovatif

Kreasa Fest, sebuah acara yang diadakan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Tarumanagara (Untar) beberapa waktu lalu, menjadi contoh nyata bagaimana generasi muda bisa memanfaatkan budaya sebagai alat untuk mengembangkan gagasan-gagasan kreatif. Giring menyebutkan bahwa platform digital memberikan peluang luas bagi mahasiswa untuk mengungkapkan kekayaan budaya Indonesia secara lebih efektif. Dengan menggunakan teknologi, karya-karya inovatif dapat menjangkau audiens yang lebih luas, sekaligus memperkuat ekosistem budaya serta ekonomi kreatif nasional.

“Di tengah arus informasi yang deras dan perubahan media yang terus berkembang, budaya tidak cukup hanya dijaga, tetapi juga perlu dikomunikasikan, dihidupkan kembali, dan diberi ruang untuk berkembang melalui pendekatan kreatif dan inovatif,” ujar Sinta Paramita, Dekan Fikom Untar, dalam pernyataannya.

Sinta Paramita menekankan bahwa mahasiswa komunikasi memiliki peran strategis dalam membangun hubungan antara nilai-nilai budaya dan masyarakat luas. “Melalui berbagai bentuk pesan yang relevan dengan perkembangan zaman, mereka bisa menjadi penghubung yang efektif antara tradisi dan inovasi,” tambahnya. Menurut Sinta, Kreasa Fest tidak hanya sebagai ajang pameran, tetapi juga sebagai wadah pembelajaran praktis bagi para pelajar. Kegiatan ini memungkinkan mereka mengimplementasikan ilmu yang dipelajari secara langsung melalui berbagai aktivitas kreatif dan kolaboratif.

Peluang berkreasi di era digital

Menurut Giring, teknologi digital menjadi sarana yang sangat potensial untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya mengancam tradisi, tetapi juga membuka peluang baru bagi kreativitas. “Dengan mengoptimalkan platform digital, mahasiswa bisa menciptakan konten yang menarik dan relevan dengan generasi muda saat ini,” ujarnya. Acara seperti Kreasa Fest, yang merupakan bagian dari Communication Week 2026, bertujuan mendorong mahasiswa untuk mengasah keterampilan berpikir strategis, kolaborasi, serta kemampuan mengemas ide-ide budaya dalam bentuk yang lebih menarik.

Kreasa Fest 2026 mengusung tema “Budaya Menginspirasi, Generasi Beraksi,” yang menyoroti peran generasi muda dalam mengembangkan nilai-nilai budaya. Acara ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi kreatif mereka, sekaligus menunjukkan bagaimana budaya bisa menjadi daya tarik yang mendorong partisipasi masyarakat. Sinta Paramita menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar para mahasiswa tidak hanya memahami budaya secara teori, tetapi juga menerjemahkannya ke dalam praktik. “Dengan menggabungkan ilmu komunikasi dan kreativitas, mereka bisa menghadirkan budaya dalam bentuk yang lebih modern dan relevan,” kata dia.

Giring menyoroti pentingnya ekosistem budaya yang tangguh di tengah kemajuan teknologi. Ia menyatakan bahwa budaya perlu diadaptasi agar tetap hidup dan menarik perhatian. “Kreativitas dari generasi muda bisa menjadi katalis untuk merevolusi cara budaya dihargai dan diperkenalkan ke publik,” ujarnya. Dalam konteks ini, peran mahasiswa tidak bisa dipandang remeh. Mereka dianggap sebagai agen perubahan yang mampu mengubah perspektif tentang budaya dari sekadar warisan menjadi alat pembaruan.

Kreasa Fest juga menunjukkan bagaimana media sosial dan platform digital bisa dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan budaya. Mahasiswa yang terlibat dalam acara ini tidak hanya menciptakan karya seni, tetapi juga membangun strategi komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan budaya. Giring menyebutkan bahwa ini adalah bentuk respons terhadap tantangan zaman, di mana budaya harus bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. “Kreativitas dan inovasi komunikasi menjadi kunci untuk menjaga relevansi budaya di tengah persaingan global,” tambahnya.

Peran mahasiswa dalam membangun ekonomi kreatif

Sinta Paramita menambahkan bahwa Kreasa Fest tidak hanya memperkuat kemampuan kreatif mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap ekonomi kreatif. “Melalui kegiatan ini, para pelajar bisa mengembangkan proyek-proyek yang bernilai ekonomis sekaligus bermakna budaya,” ujarnya. Ia menekankan bahwa budaya harus dipandang sebagai sumber daya yang aktif, bukan sekadar simbol identitas. “Mahasiswa komunikasi harus mampu menggabungkan tradisi dengan inovasi teknologi, sehingga budaya bisa tetap hidup dan berdampak luas,” tutur Sinta.

Dalam konteks penyebaran budaya, Giring menyatakan bahwa mahasiswa memiliki peran kunci dalam memperkenalkan nilai-nilai leluhur ke generasi muda. “Mereka adalah penghubung antara masa lalu dan masa depan, yang bisa mengubah cara masyarakat menilai budaya,” katanya. Selain itu, kegiatan seperti Kreasa Fest juga membantu membangun kesadaran akan pentingnya keterlibatan aktif dalam pelestarian budaya. “Dengan mengeksplorasi berbagai bentuk ekspresi, mahasiswa bisa menjadi bagian dari perubahan yang positif,” pungkas Giring.

Kreasa Fest 2026 menjadi bukti bahwa kreativitas tidak terbatas pada bentuk-bentuk tradisional. Acara ini menunjukkan bagaimana mahasiswa bisa menyesuaikan diri dengan era digital, sekaligus menjaga keaslian budaya. Dengan memanfaatkan teknologi, mereka tidak hanya memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia, tetapi juga menciptakan solusi inovatif untuk tantangan yang dihadapi dalam pelestarian dan pengembangan nilai-nilai budaya. Giring berharap kegiatan serupa bisa terus berkembang, sehingga menjadi bagian dari strategi nasional dalam memajukan sektor budaya dan ekonomi kreatif.