Kalah dari Taoyuan – Dewa United kehilangan momentum

ae9b88b1-4677-4ee7-b59e-bc3f7bc877ce-0

Kalah dari Taoyuan, Dewa United Kehilangan Momentum

Kalah dari Taoyuan – Dari Jakarta, pelatih Dewa United Banten, Agusti Julbe Bosch, mengungkapkan bahwa timnya gagal mempertahankan dominasi di babak akhir pertandingan semifinal BCL Asia-East 2026. Pertandingan melawan Taoyuan Pauian Pilots berlangsung di Johor Bahru, Malaysia, Sabtu (17/5) lalu, dengan skor akhir 86-100. Menurut Bosch, perubahan ritme pada kuarter ketiga menjadi faktor utama yang mengguncang persiapan tim.

Analisis Pelatih: Momentum yang Hilang

“Saya merasa ada dua fase yang berbeda dalam pertandingan, di mana babak pertama menawarkan permainan yang sangat menarik dan menghibur untuk para penonton, tetapi babak kedua berbeda,” kata Bosch, dikutip dari laman klub, Minggu (18/5). Ia menjelaskan bahwa Dewa United sempat unggul di dua kuarter awal, tetapi kehilangan kontrol saat masuk paruh kedua. Perubahan ini membuat mereka kesulitan mempertahankan keunggulan.

“Kami tidak bisa menyesuaikan diri dengan situasi itu di babak kedua, ditambah tentu ada banyak hal yang juga harus kami evaluasi dari permainan kami sendiri,” ujar Bosch.

Perkembangan Pertandingan: Fase Awal yang Kuat

Pertandingan dimulai dengan tampilan menjanjikan dari Dewa United. Mereka menunjukkan intensitas dan konsentrasi tinggi, berhasil meraih keunggulan tipis 35-32 di akhir kuarter pertama. Namun, permainan berubah drastis di kuarter kedua. Tim yang bermarkas di Dewa United Arena, Kota Tangerang, Banten, bangkit melalui serangan cepat dan efisiensi lemparan, membalikkan keadaan menjadi 63-58.

Dalam dua kuarter awal, Dewa United menunjukkan performa yang solid, dengan permainan yang seimbang antara serangan dan pertahanan. Namun, kehilangan momentum di paruh kedua membuat mereka tidak mampu mempertahankan dominasi. Taoyuan Pauian Pilots memanfaatkan kesempatan ini dengan tampil dominan di kuarter ketiga, mengubah skor menjadi 81-75 sebelum masuk kuarter terakhir.

Kinerja Pemain: Beberapa Highlight

Sementara tim tak mampu mempertahankan performa, beberapa pemain tetap mencuri perhatian. Troy Gillenwater, salah satu guard Dewa United, mencatatkan angka terbanyak dengan 33 poin, 7 rebound, serta 2 assist. Donell Cooper menambahkan 15 poin dan 9 assist, sementara Joshua Ibarra mencetak double-double, yakni 12 poin dan 15 rebound.

Menurut Rio Disi, salah satu pemain Dewa United, kehilangan ritme dalam penerapan transisi bertahan serta menyerang menjadi penyebab utama kekalahan. “Tim kami tidak mampu mempertahankan kecepatan yang dibangun di kuarter pertama, sehingga lawan dapat memanfaatkan celah tersebut,” kata Disi.

Kekalahan dan Persiapan untuk Laga Berikutnya

Kekalahan ini membuat Dewa United harus melanjutkan perjuangan di babak perebutan peringkat ketiga BCL Asia-East 2026. Mereka akan bertemu Chinggis Broncos di lokasi yang sama, Johor Bahru, pada Minggu (24/5) mendatang. Meski hasil semifinal tidak memuaskan, Bosch optimis bahwa evaluasi dari pertandingan ini akan menjadi fondasi untuk perbaikan.

Pada kuarter pertama, Dewa United menunjukkan kekuatan konsentrasi, mengendalikan permainan dengan intensitas tinggi. Namun, Taoyuan Pauian Pilots mampu menutup kuarter pertama dengan keunggulan minimal, memperlihatkan ketangguhan di babak akhir. Di kuarter kedua, Dewa United menunjukkan kebangkitan dengan pola permainan yang lebih dinamis, menciptakan tekanan pada lawan dan meraih keunggulan.

Faktor Penentu Kekalahan: Perubahan Strategi

Bosch mengakui bahwa perubahan strategi di kuarter ketiga menjadi titik balik kemenangan Taoyuan. Tim lawan mampu menyesuaikan diri dengan ritme permainan Dewa United, memperkuat serangan dan mengurangi kesalahan. “Kami tidak bisa mempertahankan momentum yang dibangun di awal pertandingan, dan itu memberikan peluang kepada lawan untuk memperlebar jarak,” tambah Bosch.

Secara keseluruhan, pertandingan semifinal menunjukkan bahwa Dewa United membutuhkan penyesuaian dalam strategi permainan. Meski mereka memiliki beberapa pemain berbakat yang mampu menciptakan poin, ketidakstabilan di babak akhir mengurangi peluang untuk mencapai target. Dalam pertandingan tersebut, Taoyuan Pauian Pilots menunjukkan keuletan dan adaptasi yang baik, memperlihatkan dominasi di babak akhir.

Kehilangan Momentum: Tantangan untuk Dewa United

Setelah kekalahan di semifinal, Dewa United kini berada di babak perebutan peringkat ketiga. Ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kekurangan dan memperbaiki kelemahan. Meski begitu, Bosch tetap yakin bahwa tim memiliki potensi untuk berkiprah lebih baik di laga mendatang.

Pertandingan melawan Taoyuan juga menggambarkan bagaimana perubahan ritme dapat memengaruhi hasil. Pada kuarter pertama, Dewa United menunjukkan keunggulan teknik dan ketepatan lemparan, tetapi di kuarter ketiga, mereka mengalami penurunan konsentrasi. Faktor ini menjadi kelemahan yang perlu diperbaiki sebelum pertandingan terakhir.

Pelajaran dari Kekalahan: Penguatan Mental

Dewa United kini memasuki babak final perebutan peringkat ketiga, yang akan berlangsung di Johor Bahru pada Minggu (24/5). Boschnya menekankan bahwa kekalahan dari Taoyuan bukan hanya tentang kegagalan teknis, tetapi juga tantangan mental yang dihadapi tim. “Kami harus memperkuat mental dan fokus, agar tidak terjebak dalam fase buruk saat pertandingan berlangsung,” ujar Bosch.

Pada kuarter pertama, Dew