Key Issue: Pemkab Banyuwangi jadikan sumber air bersejarah sebagai wisata edukasi

Key Issue: Banyuwangi Manfaatkan Sumber Air Bersejarah sebagai Wisata Edukasi

Key Issue – Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, memperkenalkan kawasan sumber air bersejarah sebagai destinasi edukasi berbasis alam. Ini menjadi bagian dari Key Issue yang diusung oleh pemerintah setempat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya menjaga sumber air bersih. Sumber air ini dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi dan terletak di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, dengan nama resmi Sumber Air Gedor.

Sejarah dan Potensi Edukasi

Sumber Air Gedor dibangun pada masa kolonial Belanda sejak tahun 1927, menjadikannya salah satu sumber air distribusi utama di Banyuwangi. Bupati Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa Key Issue ini dianggap sebagai peninggalan bersejarah yang perlu dijaga dan dikembangkan menjadi sarana pembelajaran. “Dengan mengunjungi tempat ini, masyarakat bisa memahami sejarah pengelolaan air dan perannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya dalam sebuah wawancara.

“Sumber air ini bisa disebut sebagai cagar budaya alam, karena selain memiliki nilai historis, juga menjadi pusat pembelajaran tentang keberlanjutan sumber daya air,” tambah Ipuk.

Lokasi Sumber Air Gedor, yang terletak di lereng Gunung Ijen, menawarkan lingkungan alami yang menarik bagi pengunjung. Dengan suasana yang sejuk dan alami, kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat minum tetapi juga sebagai sarana edukasi yang memperkaya pengalaman belajar masyarakat.

Kepemimpinan dan Keberlanjutan Sumber Daya

Direktur Utama PUDAM Banyuwangi, Abdurrahman, menjelaskan bahwa Key Issue pengelolaan sumber air di Sumber Air Gedor dilakukan secara terpadu dan ketat. “Kawasan ini dijaga agar kualitas air tetap terjaga, sehingga bisa dinikmati oleh warga sekitar dan pengunjung,” ujarnya. Proses penyulingan air di tempat ini menggunakan metode tradisional, yang memungkinkan pengunjung melihat langsung bagaimana air alami diubah menjadi air minum layak konsumsi.

“Dengan Key Issue ini, pelajar bisa mengamati alur pengolahan air dari sumber hingga distribusi, sekaligus memahami pentingnya kebersihan lingkungan,” tutur Abdurrahman.

Hasil uji laboratorium Labkesda menunjukkan bahwa kualitas air Sumber Air Gedor tetap optimal meski usianya hampir mencapai satu abad. “Keberlanjutan sumber air ini tidak hanya berdampak pada kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperkaya pengalaman edukasi mereka,” tambahnya.

Keterlibatan Masyarakat dan Pembelajaran Langsung

Kawasan Sumber Air Gedor menjadi platform untuk memperkenalkan masyarakat pada nilai sejarah dan lingkungan. Key Issue ini diharapkan mendorong kepedulian terhadap alam sekitar, terutama bagi pelajar yang mengikuti program edukasi. “Pengunjung bisa belajar bagaimana vegetasi di sekitar sumber air menjaga kualitas dan kuantitas air,” jelas Abdurrahman.

“Keterlibatan langsung dengan lingkungan akan membangun kesadaran bahwa sumber air adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari,” kata Ipuk.

Kawasan ini juga dikelilingi oleh berbagai jenis tumbuhan seperti keluwek, jambu, dan kemiri, yang membantu mempertahankan keseimbangan ekosistem. Key Issue ini memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh, mulai dari aspek sejarah hingga teknologi pengolahan air.

Penekanan pada Wisata Berkelanjutan

Program Key Issue ini bukan hanya tentang pembelajaran, tetapi juga tentang pengembangan wisata yang berkelanjutan. Pemkab Banyuwangi berharap kawasan Sumber Air Gedor bisa menjadi destinasi yang tidak hanya menarik tetapi juga bermanfaat bagi pendidikan lingkungan. “Pengunjung akan merasakan dampak positif dari Key Issue ini, baik secara edukasi maupun ekonomi,” ujar Ipuk.

“Kunjungan ke sumber air ini sekaligus mengenalkan sejarah dan peran alam dalam memenuhi kebutuhan air bersih,” tambahnya.

Dengan memadukan sejarah, alam, dan teknologi, Key Issue ini diharapkan mampu menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sumber daya alam. Selain itu, program ini juga meningkatkan apresiasi terhadap budaya lokal yang berkaitan dengan pengelolaan air.

Harapan dan Kontribusi Masa Depan

Pemkab Banyuwangi terus menekankan Key Issue tentang sumber air bersejarah sebagai pengalaman edukasi yang bermanfaat. Bupati Ipuk menyatakan bahwa inisiatif ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menggali potensi lokal. “Key Issue ini menawarkan cara baru belajar, dengan interaksi langsung antara manusia dan lingkungan,” jelasnya.

“Kami berharap Key Issue ini tidak hanya memperkaya wisata edukasi, tetapi juga menginspirasi inisiatif serupa di wilayah lain,” ujar Ipuk.

Dengan keberlanjutan sumber air dan penekanan pada pendidikan lingkungan, Key Issue ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Program ini diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak jangka panjang bagi keberlanjutan daerah serta masyarakat Banyuwangi.