BPBD Sulteng laporkan dua desa terendam banjir di Parigi Moutong

BPBD Sulteng Laporkan Dua Desa Terendam Banjir di Parigi Moutong

BPBD Sulteng laporkan dua desa terendam – Palu – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah (Sulteng) mengungkapkan adanya dua desa yang terkena banjir di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulteng, Asbudianto, menyampaikan laporan tersebut pada Minggu, menjelaskan bahwa kejadian banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu yang cukup lama. Hujan ini menyebabkan air sungai di Desa Salepae meluap dan menggenangi area permukiman warga, serta mengganggu akses jalan.

“Banjir merendam permukiman warga dan akses jalan di Desa Salepae dan Desa Moutong Utara (Dusun I),” ujar Asbudianto.

Berdasarkan informasi sementara, kata Asbudianto, tiga titik tanggul di Desa Salepae mengalami kerusakan parah, sementara permukaan air banjir masih menyelimuti wilayah desa tersebut. Di Desa Moutong Utara, dampak banjir menimpa tujuh kepala keluarga (KK) dan lima rumah warga. Pihaknya menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian ini, meski jumlah pengungsi masih dalam pendataan.

Kecamatan Moutong, yang berada di Kabupaten Parigi Moutong, menjadi area yang terdampak paling signifikan. Lokasi tersebut merupakan bagian dari wilayah yang rawan banjir karena topografi datar dan saluran air yang sempit. Banjir yang terjadi pada akhir pekan ini terjadi setelah intensitas hujan meningkat secara signifikan, mengakibatkan aliran air sungai melambung tinggi. Selain menggenangi permukiman, banjir juga memengaruhi lahan pertanian dan perkebunan warga, yang sebagian besar mengandalkan pertanian sebagai mata pencaharian utama.

Sebagai tindakan darurat, BPBD Provinsi Sulteng bekerja sama dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan penilaian kondisi di lokasi terdampak. Proses asesmen ini mencakup evaluasi kerusakan infrastruktur, pemantauan tingkat ketinggian air, dan penentuan kebutuhan bantuan darurat. Koordinasi dengan pihak terkait di tingkat kecamatan dan desa juga dilakukan untuk memastikan respons yang cepat dan terarah.

Dalam upaya penanganan, BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama aparat desa menurunkan alat berat untuk mengangkat material yang terperangkap dan mengeringkan area banjir. Alat berat tersebut berperan penting dalam mengurangi risiko banjir berkelanjutan serta mempercepat pemulihan infrastruktur. Selain itu, pihak BPBD juga menyalurkan bantuan sementara berupa makanan, air minum, dan perlengkapan kebutuhan pokok kepada warga yang terdampak.

Berdasarkan laporan terkini, hujan deras di wilayah Kecamatan Moutong mulai mereda pada Minggu malam. Namun, permukaan air banjir masih terus menggenangi permukiman dan lahan pertanian, sehingga warga setempat masih mengalami kesulitan dalam aktivitas sehari-hari. BPBD Provinsi Sulteng berkomitmen untuk memantau perkembangan situasi dan menindaklanjuti langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.

Para warga yang tinggal di Desa Salepae menyebutkan bahwa air banjir telah memengaruhi sejumlah area yang sering digunakan untuk aktivitas ekonomi. Beberapa peternak sapi mengeluhkan bahwa kandang hewan mereka terendam, sementara petani menggambarkan tanaman pangan yang tergenang air terancam rusak. Kondisi ini menambah beban warga yang sudah terdampak dari fenomena cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir.

Di Desa Moutong Utara, dampak banjir lebih terbatas pada area permukiman, dengan hanya sebagian kecil rumah yang tergenang. Namun, sebagian besar rumah warga terpaksa ditinggalkan sementara untuk menghindari risiko kecelakaan. Pemilik rumah yang terendam menyatakan bahwa mereka masih berharap air bisa surut dalam beberapa hari ke depan, sehingga dapat kembali ke permukiman yang mereka tinggali.

Pihak BPBD juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir berulang atau lebih parah. Mereka menyarankan agar warga memperhatikan peringatan cuaca dan mengambil langkah pencegahan, seperti menaikkan barang berharga serta menyimpan persediaan makanan di tempat yang lebih tinggi. Kebutuhan mendesak saat ini adalah perbaikan tanggul yang jebol dan pengeringan lahan yang tergenang untuk mencegah dampak ekonomi lebih besar.

Bencana alam ini menyoroti pentingnya sistem peringatan dini dan persiapan darurat di daerah rawan bencana. Sejumlah warga mengatakan bahwa mereka telah mengalami banjir serupa sebelumnya,