Announced: Mauricio Souza nilai Persija main lebih baik, meski takluk dari Persib
Mauricio Souza nilai Persija main lebih baik, meski takluk dari Persib
Announced – Jakarta (Antaranews) – Dalam pertandingan El Clasico Indonesia yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu, pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza mengakui timnya tampil lebih dominan meski akhirnya kalah 1-2 dari Persib Bandung. Kekalahan ini menandai akhir dari peluang Macan Kemayoran untuk bersaing dalam perebutan gelar juara Super League musim ini. “Permainan kami hari ini sebenarnya lebih baik daripada Persib. Statistik menunjukkan kami lebih menguasai bola. Kami menciptakan 19 peluang, sementara Persib hanya tujuh. Seharusnya kami bisa memenangkan pertandingan ini,” kata Souza seusai pertandingan.
Kekalahan Persija pada laga melawan Persib menjadi sorotan karena kedua tim selama ini dianggap sebagai rival utama di kompetisi Liga 1 Indonesia. Meski kalah, Macan Kemayoran tetap menunjukkan performa yang menggembirakan. Namun, hasil ini juga memperjelas bahwa Persib Bandung kembali menjadi tim yang sulit dikalahkan di tengah musim. Souza mengakui kegagalan timnya mengamankan kemenangan karena kesalahan-kesalahan kritis yang terjadi di beberapa momen penting.
“Kami melakukan kesalahan pada momen yang seharusnya tidak boleh terjadi. Kami tidak ingin hanya menang dalam statistik, tetapi angka-angka itu menunjukkan kerja keras kami,” lanjut pelatih asal Brasil itu. Dalam pertandingan tersebut, Persija sebenarnya tampil menjanjikan di awal babak pertama dan sempat memimpin lewat gol Alaaeddine Ajaraie pada menit ke-19. Namun, keunggulan ini diakhiri oleh dua gol Adam Alis yang dicetak di menit ke-28 dan ke-37, membalikkan skor menjadi 2-1 untuk Persib.
Sebagai pelatih, Souza mengapresiasi upaya para pemain Persija yang menurutnya sudah memperlihatkan karakter permainan yang diinginkannya. “Pemain kami tampil agresif dan mampu menguasai jalannya pertandingan,” ujarnya. Namun, kekuatan mental di tengah tekanan justru menjadi faktor utama yang membedakan antara hasil yang diraih dan peluang yang terlewatkan.
Kesalahan di Momen Penting
Keluhan Souza juga disampaikan terkait sejumlah kesalahan dalam penguasaan bola. Meski jumlah peluang yang diciptakan lebih banyak, kegagalan mengubah peluang menjadi gol membuat Persija kesulitan meraih poin penuh. “Kami memperlihatkan kualitas yang baik, tetapi kurang tepat dalam mengambil peluang saat harus memutus keunggulan lawan,” katanya. Souza menekankan bahwa hasil akhir pertandingan tidak sepenuhnya mencerminkan performa tim, karena beberapa kali pemainnya hampir bisa memperbaiki skor.
“Kami melakukan kesalahan pada momen yang seharusnya tidak boleh terjadi. Kami tidak ingin hanya menang dalam statistik, tetapi angka-angka itu menunjukkan kerja keras kami,” lanjut pelatih asal Brasil itu. Dalam pertandingan tersebut, Persija sebenarnya tampil menjanjikan di awal babak pertama dan sempat memimpin lewat gol Alaaeddine Ajaraie pada menit ke-19. Namun, keunggulan ini diakhiri oleh dua gol Adam Alis yang dicetak di menit ke-28 dan ke-37, membalikkan skor menjadi 2-1 untuk Persib.
Gelandang Persija, Fabio Calonego, mengungkapkan pendapat serupa. Menurutnya, penyelesaian akhir menjadi faktor utama yang membedakan antara kemenangan dan kekalahan. “Tim yang bermain lebih baik tidak selalu menang. Kami menciptakan banyak peluang, tetapi tidak cukup efektif dalam penyelesaian akhir. Itulah penyebab kekalahan kami hari ini,” kata Calonego. Pemain asal Italia itu juga menyoroti bagaimana lawan mampu memanfaatkan kesempatan yang lebih tepat di masa injury time.
“Kami menciptakan banyak peluang, tetapi tidak cukup efektif dalam penyelesaian akhir. Itulah penyebab kekalahan kami hari ini,” lanjut Fabio. Kedua pemain ini sepakat bahwa permainan Persija dalam laga melawan Persib memang layak mendapat apresiasi, meski akhirnya kalah karena sedikit kekeliruan di saat kritis.
Hasil ini memperkuat posisi Persib di puncak klasemen sementara Super League 2025/26, sementara Persija tetap bertahan di peringkat ketiga dengan total 65 poin. Kedua tim sebelumnya berada dalam persaingan ketat untuk menduduki posisi teratas, tetapi kemenangan Persib kali ini semakin memperkecil jarak antara mereka dan tim papan atas. Souza mengakui bahwa persaingan di kompetisi ini sangat sengit, dan timnya perlu meningkatkan konsistensi untuk bisa memperjuangkan gelar juara.
Sebagai salah satu rival abadi di Liga 1, pertandingan antara Persija dan Persib selalu menjadi sorotan karena pertarungan yang intens. Dalam pertandingan ini, Meski Persija kalah, mereka tetap menunjukkan kekuatan mental yang baik. “Kami sudah berusaha maksimal, tetapi hasil akhir menunjukkan bahwa Persib lebih siap di babak akhir,” ujar Souza. Ia juga berharap para pemainnya bisa lebih waspada di laga-laga berikutnya agar tidak kembali mengalami situasi serupa.
Dari sisi tim tamu, Persib Bandung kembali menunjukkan dominasi mereka di Stadion Segiri. Dua gol Adam Alis yang dicetak dalam menit ke-28 dan ke-37 membawa mereka ke puncak klasemen. Hasil ini semakin memperkuat kans Persib untuk meraih gelar juara musim ini. Sementara itu, kekalahan Persija membuat peluang mereka untuk melenggang ke final semakin berkurang.
Analisis dari para pelatih dan pemain menunjukkan bahwa Pertandingan El Clasico Indonesia ini sangat menentukan bagi perjalanan kedua tim di kompetisi. Meski Persija gagal meraih poin penuh, mereka tetap memperlihatkan potensi yang bisa diandalkan. Souza pun berharap timnya bisa segera bangkit dari kekalahan ini, karena kompetisi masih panjang dan banyak pertandingan yang menentukan.
Di sisi lain, Persib Bandung tampak konsisten dalam menghadapi lawan-lawan kuat. Kemenangan atas Persija semakin mengukuhkan mereka sebagai salah satu tim yang kuat di musim ini. Dengan 65 poin, Persija tetap mempertahankan peringkat ketiga, sementara Persib menjaga selisih poin yang cukup signifikan. Kedua tim sekarang memiliki tugas berat untuk memperbaiki performa mereka sebelum laga-laga berikutnya.
