Key Discussion: Setjen MPR – ULM kolaborasi kembangkan SDM unggul daerah dan nasional
Setjen MPR dan ULM Kolaborasi Tingkatkan SDM Unggul untuk Kebutuhan Daerah dan Nasional
Key Discussion – Jakarta – Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI terus memperkuat peran institusinya dalam bidang pendidikan melalui kerja sama strategis dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Kalimantan Selatan. Kolaborasi ini bertujuan mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, terutama untuk menjawab tantangan pembangunan di tingkat daerah maupun nasional. Dalam pernyataannya, Plt Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menegaskan bahwa kerja sama antara Setjen MPR dan ULM bukanlah yang pertama kali, tetapi terus diperluas demi mencapai tujuan yang lebih holistik.
Kerja Sama Berkelanjutan untuk Tingkatkan Pendidikan
Komitmen ULM dalam memperluas akses pendidikan bagi calon mahasiswa berpenghasilan rendah dinilai sangat berarti. Siti Fauziah mengapresiasi program bantuan biaya studi serta pendekatan “jemput bola” yang dilakukan kampus tersebut. “ULM telah menunjukkan inisiatif yang luar biasa dalam mendukung mahasiswa kurang mampu, bahkan dengan cara mendatangi mereka langsung,” ujarnya.
“Alhamdulillah, kami kembali berkesempatan menghadiri acara di sini. MPR telah memiliki hubungan kerja sama yang baik dengan ULM melalui berbagai forum seperti FGD dan FKP sebelumnya,” kata Siti dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Menurut Siti, keberlanjutan program ini akan menjadi landasan untuk memperkuat kerja sama di masa depan. Ia juga menyoroti peran ULM sebagai institusi pendidikan yang memiliki kapasitas besar dalam menyediakan pendidikan tinggi, khususnya di dua lokasi utama yaitu Banjarmasin dan Banjarbaru. “Kami sangat bangga dengan skala besar ULM yang mampu melayani ribuan mahasiswa sekaligus memperluas jaringan akademik,” tambahnya.
Inovasi ULM Dalam Memastikan Akses Pendidikan
Rektor ULM Prof. Ahmad Alim Bachri menyampaikan bahwa kampus tersebut berkomitmen untuk menjaga keadilan dan akses pendidikan yang terjangkau. “ULM ingin memastikan bahwa anak-anak daerah tetap bisa menempuh studi tanpa terbebani biaya hidup yang tinggi,” katanya.
“Kami mencoba menghadirkan layanan pendidikan lebih dekat kepada masyarakat, sehingga semua kalangan bisa merasakan manfaat dari pendidikan tinggi,” ujarnya.
ULM telah menerapkan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) sejak lama, yang memungkinkan mahasiswa dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan mengakses pendidikan tanpa harus pindah ke kota besar. “Program ini bukan hanya tentang akademik, tetapi juga tentang inklusivitas, karena kami ingin setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkuliah,” jelas Ahmad.
Pembangunan Hukum dan Lingkungan sebagai Fokus Kerja Sama
Kerja sama antara Setjen MPR RI dan ULM dirancang untuk mencakup tiga bidang utama: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu tema utama yang akan dibahas adalah hukum lingkungan, yang dinilai sangat relevan dengan kondisi Kalimantan Selatan yang masih memiliki kawasan hijau yang luas. “Tema hukum lingkungan ini dipilih karena kita sadar bahwa pengelolaan lingkungan tetap menjadi isu penting dalam pembangunan daerah,” kata Siti.
“Kami lihat Kalimantan masih banyak wilayah hijau yang perlu dijaga, sehingga pembahasan ini bisa memberikan masukan penting bagi kebijakan nasional,” ujarnya.
Siti berharap kerja sama ini tidak hanya berdampak pada kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat demokrasi konstitusional di Indonesia. “Melalui kolaborasi berkelanjutan antara MPR dan ULM, kita bisa menjawab tantangan pembangunan yang kompleks,” katanya.
Nota Kesepahaman untuk 5 Tahun ke Depan
Kolaborasi ini resmi diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlaku selama periode 2026–2031. Acara penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Wasaka 3, kampus utama ULM di Banjarmasin, pada Kamis (7/5). Dalam kesempatan tersebut, Siti Fauziah dan Ahmad Alim Bachri menegaskan bahwa ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan sinergi antara lembaga negara dan perguruan tinggi.
Menurut Siti, program seperti Focus Group Discussion (FGD) dan Forum Kajian Permusyawaratan (FKP) akan menjadi sarana untuk mengeksplorasi isu-isu kritis dalam dunia pendidikan dan kebijakan publik. “Hasil diskusi nanti akan menjadi bahan masukan bagi Badan Pengkajian MPR RI dalam merumuskan rekomendasi kebijakan,” jelasnya.
Ahmad Alim Bachri menambahkan bahwa ULM terus berupaya memperluas akses pendidikan melalui berbagai inisiatif, termasuk PSDKU yang sekarang telah mencakup beberapa daerah di Kalimantan Selatan. “Kami juga berkomitmen untuk menjaga biaya kuliah yang terjangkau, bahkan selama lima tahun terakhir UKT ULM tidak pernah dinaikkan,” katanya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan tinggi bisa menjadi sarana untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang kurang mewah,” ujarnya.
Kerja sama antara Setjen MPR RI dan ULM diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga menciptakan jejaring akademik yang lebih luas. “Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa perguruan tinggi dan lembaga negara bisa saling mendukung dalam mencapai tujuan nasional,” kata Siti.
Manfaat Jangka Panjang dari Kolaborasi
Kerja sama ini dipercaya akan memberikan dampak jangka panjang, terutama dalam meningkatkan kapasitas SDM untuk menghadapi perubahan ekonomi dan sosial di masa depan. “Dengan sinergi yang lebih baik, ULM dan MPR bisa bersama-sama memperkuat pengambilan keputusan yang berbasis penelitian dan kajian,” jelas Siti.
Prof. Ahmad Alim Bachri mengungkapkan bahwa ULM telah melalui beberapa tahap pengembangan, termasuk peningkatan kualitas pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat. “Kami yakin bahwa kolaborasi ini akan memperkaya pengalaman akademik para mahasiswa, serta memperkuat peran kampus dalam pembangunan nasional,” ujarnya.
Menurut Siti, kerja sama dengan ULM juga membuka pel
